Perbedaan Archaebacteria dan Eubacteria, Jenis, Ciri, dan Reproduksinya

Perbedaan Archaebacteria dan Eubacteria
Ilustrasi Perbedaan Archaebacteria dan Eubacteria. Foto: biologywise.com

Perbedaan archaebacteria dan eubacteria secara umum adalah jika archaebacteria jenis primitif dan purba, sementara eubacteria bakteri sejati. Eubacteria seringkali kita temukan dalam air dan juga tanah. Eubacteria dapat kita temukan pada lingkungan sekitar.

Sementara archaebacteria hanya dapat kita temukan pada lingkungan yang ekstrim. Perbedaan keduanya dapat kita ketahui dari pengertiannya, struktur, habitatnya, dan masih banyak lagi. Berikut adalah ulasannya secara lengkap.

Perbedaan Archaebacteria dan Eubacteria Berdasarkan Pengertian

Melansir Wikipedia, archaebacteria merupakan sel-sel yang paling awal atau kuno dengan kedekatan organisme eukariotik yang mana mempunyai membran inti. Istilah untuk archaebacteria berasal dari bahasa Yunani yaitu archaio yang memiliki arti kuno.

Organisme ini merupakan bakteri yang paling tua dan hidup pada lingkungan yang ekstrim. Bakteri ini juga dapat kita sebut dengan jenis bakteri purba.

Lantas, yang dimaksud dengan eubacteria adalah bakteri atau organisme uniseluler atau bersel satu yang tidak mempunyai membran inti sel atau sering kita kenal dengan organisme prokariotik.

Organisme ini biasanya tidak mempunyai klorofil pada dinding selnya. Kata eubacteria ini berasal dari bahasa Yunani yaitu kata eu yang artinya sejati.

Jadi, perbedaan archaebacteria dan eubacteria yaitu eubacteria merupakan jenis bakteri sejati atau bakteri yang biasa kita temukan dalam kehidupan sehari-hari.

Eubacteria ini merupakan jenis organisme yang memiliki sel tunggal mikroskopis. Kemudian yang membedakan keduanya adalah lingkungan tempat tinggalnya.

Jika eubacteria sebagian besar hidup berdampingan dengan kita dan menjadi istilah ‘bakteri sesungguhnya’. Namun, untuk archaebacteria ini memiliki lingkungan hidup yang ekstrim seperti ventilasi hidrotermal atau pembangkit listrik tenaga nuklir.

Baca Juga: Perbedaan Gelombang Transversal dan Longitudinal, Apa Saja?

Jenis, Ciri-Ciri, dan Reproduksi Archaebacteria

Selanjutnya, perbedaan archaebacteria dan eubacteria dapat kita lihat dari jenis, ciri-ciri, dan cara reproduksi. Untuk bakteri archaebacteria merupakan jenis organisme autotrof serta heterotrof.

Seperti bakteri termoasidofil, halobacterium, serta bakteri metanogen. Kemudian, mempunyai ciri-ciri yaitu bersifat anaerob, dapat hidup pada lingkungan yang kotor, ekstrim, saluran pencernaan manusia, atau binatang.

Dapat menghasilkan gas metan, dinding selnya bukan berupa peptidoglikan, mikroskopik, uniseluler (prokariotik), hidup secara berkoloni (soliter), bentuknya biasanya bulat, batang, spiral, atau tidak beraturan.

Selain itu, memiliki cara reproduksi dengan tunas, aseksual (fragmentasi serta membelah diri). Kemudian, memiliki ukuran sekitar 0,1-15 mikron.

Lalu untuk sistem reproduksi archaebacteria adalah dengan aseksual. Jenis bakteri ini bisa memproduksi dengan cara pembelahan biner. Sel induk akan membelah hingga menjadi dua sel anak yang sama persis atau identik secara genetik.

Kemudian, perbedaan archaebacteria dan eubacteria selanjutnya, bakteri ini juga dapat melakukan reproduksi dengan tunas seta fragmentasi. Yang mana potongan-potongan dari sel yang pecah dapat membentuk sel baru. Hasil reproduksinya juga identik.

Baca Juga: Kromosom Haploid dan Diploid, Simak Beberapa Perbedaannya!

Jenis, Ciri-Ciri, dan Reproduksi Eubacteria

Kemudian, untuk eubacteria mempunyai banyak jenis dan dapat kita kelompokkan serta karakteristik dinding selnya, yakni bakteri gram positif, bakteri gram negatif, serta bakteri tak berdinding sel. Selain itu, jenis yang berdasarkan jumlah dan letak flagela seperti bakteri monotrik, amfitrik, peritrik, dan lofotrik.

Lalu, jenis bakteri berdasarkan cara hidupnya yakni bakteri autotrof dan heterotrof. Untuk ciri-ciri bakteri eubacteria pada umumnya tidak berklorofil, mempunyai bentuk variatif, tidak mempunyai membran inti (prokariotik), serta ukurannya 1-5 mikron dengan hidup sebagai parasit atau patogen.

Kemudian, perbedaan archaebacteria dan eubacteria, bakteri ini juga memiliki sel satu (uniseluler) atau prokariotik. Lalu dinding selnya tersusun atas peptidoglikan (protein dan gula).

Cara perkembangbiakannya dengan konjungsi, membelah diri, transformasi, serta transduksi. Jenis bakteri ini juga ada yang memiliki flagela, ada yang tidak. Bisa hidup pada semua jenis tempat, baik di darat, udara dan air, hingga dalam tubuh manusia.

Apabila kondisi lingkungannya tidak menguntungkan, maka bakteri ini akan menjadi endospora. Untuk cara reproduksinya, bakteri ini dapat dengan cara seksual dan aseksual. Aseksual dapat dengan pembelahan biner pada kondisi lingkungan yang tepat.

Cara reproduksinya pun sangat cepat, dalam keadaan yang optimal terdapat beberapa jenis bakteri yang bisa membelah dalam 20 menit sekali. Lalu untuk reproduksi seksual, bakteri ini tidak dalam arti yang sebenarnya.

Mereka tidak melakukan penyatuan alat kelamin, namun terdapat pertukaran materi gen dengan pasangannya. Misalnya pada organisme eukariotik. Cara perkembangbiakan ini juga dapat kita kenal dengan sebutan reproduksi paraseksual.

Dari mengetahui perbedaan archaebacteria dan eubacteria tersebut, kita akan dapat memahami tentang apa yang dimaksud dengan bakteri yang sering bersentuhan langsung dengan kita. Baik yang menguntungkan atau yang merugikan. (R10/HR Online)

Editor: Jujang