Perbedaan Spermatogenesis dan Oogenesis yang Paling Mendasar

Perbedaan Spermatogenesis dan Oogenesis
Ilustrasi Perbedaan Spermatogenesis dan Oogenesis. Foto: Ist/Net

Perbedaan spermatogenesis dan oogenesis penting untuk kita ketahui. Karena keduanya mempunyai istilah yang mirip. Lalu, keduanya juga merupakan sama-sama berpengaruh terhadap sistem reproduksi dan keberhasilan dari proses pembuahan.

Namun, tentu saja keduanya berbeda. Pada dasarnya, adanya kehamilan tersebut berasal dari pembuahan dengan mempertemukan sel telur dan sel sperma.

Tiap-tiap komponen tersebut pun membutuhkan waktu sampai matang dalam tubuh, baik untuk pria dan wanita. Proses inilah yang kita sebut dengan spermatogenesis dan oogenesis.

Kenali Perbedaan Spermatogenesis dan Oogenesis

Antara oogenesis dan juga spermatogenesis pada dasarnya terdapat sejumlah perbedaan yang penting untuk kita ketahui. Kemudian, secara garis besar, kita dapat membedakannya dari tempat terjadinya. Jika spermatogenesis terjadi dalam tubuh pria. Sedangkan oogenesis terjadi dalam tubuh wanita.

Lalu, secara lebih detail lagi, jika spermatogenesis ada dalam testis pria. Sementara oogenesis ada dalam indung telur wanita atau tepatnya sejak masih dalam rahim atau kandungan.

Proses dari spermatogenesis pun berlangsung secara rutin dan teratur dalam tubuh pria. Sejak masa pubertas dan berlanjut sampai sepanjang usianya. Sedangkan oogenesis berlangsung dalam kandungan. Lalu akan berhenti serta kembali aktif dan produktif pada masa pubertas.

Perbedaan spermatogenesis dan oogenesis pun dapat kita lihat dari proses kedua yang mana oogenesis tersebut bukan produksi. Akan tetapi, justru berkurang sedikit demi sedikit sampai habis usia.

Lalu, spermatogenesis juga dapat dikatakan terjadi atau berlangsung dalam kurun waktu pendek namun sering. Berbeda dengan oogenesis yang terjadi dalam proses yang panjang.

Baca Juga: Perbedaan Archaebacteria dan Eubacteria, Jenis, Ciri, dan Reproduksinya

Spermatogenesis

Mengutip Sciencedirect, spermatogenesis merupakan proses produksi serta pematangan sel sperma yang berada dalam testis pria. Spermatogenesis ini berlangsung sejak pria mengalami pubertas.

Tepatnya, pada saat kadar testosteronnya mengalami peningkatan dalam tubuhnya. Testosteron inilah yang berperan penting dan menjadi salah satu komponen dalam proses spermatogenesis.

Perbedaan spermatogenesis dan oogenesis juga dapat kita ketahui melalui prosesnya dalam tubuh. Sperma mulai berkembang dalam tabung kecil yang berada dalam testis (tubulus seminiferus).

Dalam tabung ini, sel sperma awal mulanya berbentuk lingkaran, lalu akan berkembang menjadi bentuk menyerupai kecebong. Kemudian, sperma akan berpindah menuju epididimis.

Proses ini memerlukan waktu yang tidak sebentar. Perpindahan dari tabung tersebut menuju epididimis memerlukan sekitar 4-6 minggu.

Selanjutnya sperma akan bergerak ke vas deferens untuk bercampur dengan air mani. Jadi, pada setiap ejakulasi, hampir terdapat 100 juta sperma akan tubuh lepaskan.

Namun, dari sekian banyak sel sperma, hanya ada satu saja yang dapat membuahi sel telur, yang mana akan menjadi janin. Proses ini pun akan terus berlanjut dalam tubuh pria, mulai pubertas hingga sampai akhir hayatnya. Jangka waktu tersebut terjadi dalam waktu yang pendek.

Baca Juga: Perbedaan Gelombang Transversal dan Longitudinal, Apa Saja?

Oogenesis

Perbedaan spermatogenesis dan oogenesis selanjutnya adalah tentang proses oogenesis yang terjadi pada tubuh wanita. Oogenesis merupakan proses pembentukan sel telur, yang kita kenal juga dengan ovum atau oosit dalam rahim tubuh wanita.

Oogenesis mulai bisa berkembang pada usia kehamilan sekitar 7 minggu. Hal ini berarti, sel telur yang sebenarnya pun telah mulai wanita miliki dalam tubuhnya sejak ia masih ada dalam kandungan. Kemudian mengalami puncak jika sel telur yang wanita miliki dapat mencapai 6 juta.

Akan tetapi, nantinya saat bayi wanita tersebut lahir, maka jumlahnya akan semakin berkurang sampai hanya menyisakan 1 juta saja.

Sel-sel telur ini kemudian akan mengalami fase ‘tidur’ dan juga akan kembali ‘bangun’ ketika wanita melalui masa pubertas. Inilah yang menjadi perbedaan spermatogenesis dan oogenesis.

Hingga pada waktu itu, jumlahnya juga akan terus berkurang sampai 300-400 ribu saja. Saat wanita masuk usia dewasa, sekitar 24-31 tahun, jumlah dari sel telur nantinya hanya akan tersisa sekitar 62 ribu.

Selanjutnya, jumlah tersebut akan tetap terus menurun dan cukup drastis saat masuk usia 32-38 tahun atau hanya menyisakan 9.600 saja.

Hal ini dapat kita katakan jika dengan bertambahnya waktu dan juga usia wanita, maka jumlah serta kualitas sel telur yang ia miliki akan mengalami penurunan.

Meskipun terdapat perbedaan spermatogenesis dan oogenesis, namun keduanya sama-sama termasuk proses yang berkaitan dengan fungsi reproduksi. Dengan proses keduanya, maka kehamilan akan terjadi. (R10/HR Online)

Editor: Jujang