Permintaan Minuman Jahe Merah Asal Kujangsari Banjar Meningkat

Permintaan Minuman Jahe Merah Asal Kujangsari Banjar Meningkat
Produk olahan Jahe Merah Presiden dari Citangkolo, Desa Kujangsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar. Foto: Istimewa

Berita Banjar (harapanrakyat.com).- Di tengah pandemi Covid-19, pelaku usaha olahan minuman jahe merah mendapatkan permintaan besar dari masyarakat, terlebih untuk meningkatkan imun tubuh.

Seperti halnya minuman instan jahe merah Presiden yang diproduksi Ma’mun Syarif, asal Dusun Citangkolo, Desa Kujangsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar.

Minuman jahe olahannya mendapat respon begitu besar dari masyarakat sejak awal produksi 2019 silam.

Ma’mun mengatakan, olahan produk berbentuk serbuk dari bahan jahe merah itu sebelumnya sudah mendapatkan izin Produk Industri Rumah Tangga (PIRT) dari pemerintah.

Bahkan, saat ini sudah mendapatkan surat hasil uji dari Laboratorium Analisis dan Kalibrasi Balai Besar Industri Agro Kementerian Perindustrian.

“Alhamdulillah, dari perizinan kita sudah ada, dan juga hasil uji kandungannya dari Kementerian yang difasilitasi oleh DISKUKMP Kota Banjar,” katanya, kepada Koran HR, Selasa (12/01/2021).

Baca Juga: Khasiat Minuman Jahe yang Bisa Turunkan Berat Badan

Selama pandemi yang hampir 1 tahun lamanya ini, lanjut Ma’mun, pelanggan minuman jahe merah sampai sekarang sudah mencapai sekitar 1000-an dari berbagai daerah, mulai dari Aceh hingga Papua.

Pihaknya pun memasarkannya baik secara offline maupun online menggunakan media sosial serta market place, dengan harga per bungkus sebesar Rp 25 ribu.

Menurutnya, jahe yang menjadi salah satu bahan untuk meningkatkan imun tubuh sangat efektif, terlebih dalam situasi pandemi saat ini.

Karena itu, permintaan pun secara otomatis meningkat dan menjadi berkah tersendiri untuk produksi yang dilakukannya.

“Meskipun kita masih manual, namun alhamdulillah setiap hari bisa mengolah kurang lebih 1 kwintal jahe. Walaupun permintaan banyak, tapi kita masih bisa melayaninya, artinya masih seimbang,” imbuhnya.

Ma’mun pun berharap, ke depan pemerintah dapat memfasilitasi perlengkapan pendukung produksi usahanya itu, meski saat ini dukungannya sudah cukup besar.

“Mudah-mudahan saja ke depan bisa semakin berkembang, dan produk ini dapat menjadi salah satu andalan dari Kota Banjar,” pungkasnya. (Muhafid/Koran HR)