Petugas Jaga Tempat Isolasi di Ciamis Tidur di Sofa Tanpa Pelindung

Petugas jaga tempat isolasi di Ciamis tidur di sofa tanpa pelindung. Foto: Eli Suherli/HR.
Petugas jaga tempat isolasi di Ciamis tidur di sofa tanpa pelindung. Foto: Eli Suherli/HR.

Berita Ciamis (harapanrakyat.com),- Petugas jaga tempat isolasi yang dipusatkan di Asrama Haji kawasan Islamic Center, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, harus rela tidur di sofa yang disediakan Dinas Kesehatan dan Satgas Covid-19.

Hal itu karena tidak adanya tempat khusus bagi petugas jaga tempat isolasi yang berjumlah dua orang perawat itu. Kedua petugas itu merupakan perawat dari Rumah Sakit Kawali, Kabupaten Ciamis.

Asep, salah seorang perawat yang bertugas di tempat isolasi Covid-19, mengatakan, petugas jaga tempat isolasi hanya dari pihak kesehatan. Padahal seharusnya ada juga petugas lain dari Satgas Covid-19.

“Kita hanya dua orang dan tidak ada petugas lain, seharusnya ada juga petugas lainnya dari Satgas Covid-19, baik itu BPBD Ciamis atau bahkan dari Dinas sosial,” ungkapnya, kepada HR Online, Rabu (20/01/2021) malam.

Tak Ada Tempat Cuci Tangan

Baca Juga : Komisi D DPRD Ciamis Sidak Tempat Isolasi, Hasilnya Mengecewakan

Sedangkan, terkait tidak adanya tempat cuci tangan di lokasi tempat isolasi, Asep mengaku tidak mengetahuinya. Namun, menurut keterangan perawat lain yang sudah bertugas, tempat cuci tangan pernah ada tapi dibawa lagi oleh petugas dari BPBD Kabupaten Ciamis. Tetapi pihaknya tidak tahu apa alasannya.

“Untuk tempat tidur sendiri, kita memanfaatkan yang ada saja. Kasur busa, kursi sofa, tikar juga ada. Karena tidak ada lokasi lain, jadi yang tersedianya hanya itu,” ujarnya.

Asep menyebutkan, sebenarnya banyak ruangan kamar yang kosong di dalam. Tetapi demi menjaga sebaran virus dari warga yang sedang menjalani isolasi, maka ia dan temannya menempati tempat di luar kamar. Meski begitu, ia tetap menjalankan protokol kesehatan.

“Walaupun fasilitas yang tersedia kurang mendukung, tapi karena tugas perawat seperti ini, maka kami harus bisa menjalaninya dengan baik. Sehingga, pelayanannya juga harus bisa maksimal. Meskipun menjadi petugas jaga tempat isolasi warga positif Covid-19 bukan perkara mudah,” tutur Asep.

Ia juga mengaku, pada saat kedatangan Anggota DPRD Ciamis malam-malam melakukan sidak, pihaknya sangat kaget. Hal itu karena anggota DPRD langsung menanyakan soal fasilitas tempat isolasi yang tidak sesuai protokol kesehatan.

“Saat ditanya saya hanya menjawab sesuai apa yang ada pada lokasi. Seperti tidak ada tempat cuci tangan khusus. Karena itu kewenangan Satgas Covid-19 dan pihak BPBD Ciamis dalam menyediakan fasilitas tersebut. Kami dari petugas kesehatan hanya menjalankan tugas jaga,” jelas Asep. (Es/R3/HR-Online)

Editor : Eva Latifah