PPKM di Ciamis, Tempat Ibadah Hanya Boleh Diisi 50 Persen Jamaah

PPKM di Ciamis, Tempat Ibadah Hanya Boleh Diisi 50 Persen Jamaah
Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya saat memimpin rapat secara virtual membahas pemberlakuan PPKM. Foto:Istimewa

Berita Ciamis (harapanrakyat.com).- Kabupaten Ciamis, Jawa Barat secara resmi menerapkan PPKM atau Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, mulai tanggal 11 sampai 25 Januari 2021.

Hal tersebut ditegaskan kembali oleh Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, dalam rapat virtual bersama para Camat, Kades, pengurus MUI, Apdesi dan PPDI Ciamis, Minggu (10/1/202) dari ruang Oproom Setda.

Menurut Herdiat, penerapan PPKM di Ciamis berdasarkan intruksi Mendagri nomor 1 tahun 2021 dan surat edaran Gubernur Jabar, nomor 72.KS.13/Hukham tentang pelaksanaan PPKM dalam penanganan Covid19.

“Berdasarkan hasil analisa dari Satgas Covid-19 Jabar jika Ciamis harus melaksanakan kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat,” ujar Bupati.

Sebenarnya lanjut Herdiat, berdasarkan intruksi Mendagri yang mesti melaksanakan PSBB/PPKM yakni Depok, Bekasi, Bogor, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Bandung Barat dan Kota Cimahi.

“Namun Bapak Gubernur Jabar memiliki kebijakan lain, yakni menerapkan PPKM,” katanya.

Adapun pemberlakukan PPKM di Ciamis yakni berupa pembatasan kegiatan masyarakat meliputi pengetatan prokes secara konsisten.

Salah satu fasilitas yang harus dibatasi yakni tempat ibadah, tidak boleh diisi lebih dari 50 persen dari kapasitas.

“Sementara KBM itu kita masih laksanakan secara online atau daring,” jelasnya.

PPKM di Ciamis, Pegawai Kantoran 75 Persen Kerja di Rumah

Sementara itu, untuk jam kerja pegawai perkantoran di Ciamis selama PPKM, 25 persen menerapkan Work From Office (WFO) dan 75 persen Work From Home (WFH).

Sementara untuk jam operasional mall atau pusat perbelanjaan hanya boleh beroperasi hingga pukul 19.00 WIB.

Untuk kegiatan pembangunan kontruksi bisa beroperasi 100 persen asal dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Untuk restaurant, Cafe dan PKL hanya bisa melayani makan di tempat sebanyak 25 persen saja dari kapasitas tempat.

“Sementara untuk layanan pesan antar boleh sampai pukul 22.00 WIB,” ungkap Herdiat.

Lanjut Herdiat, untuk pasar tradisional dan usaha sektor esensial lainnya bisa beroperasi 100 persen dengan penerapan prokes ketat serta jam operasional hingga pukul 19.00 WIB.

“Kalau untuk sektor wisata dan hiburan, jam operasionalnya kita batasi hanya sampai pukul 20.00 WIB,” katanya.

Untuk suksesi PPKM di Ciamis, Bupati meminta jajaran satgas Covid-19 dari Kabupaten, Kecamatan hingga Desa agar melakukan pengawasan dan pembinaan dan pendisiplinan terhadap aktivitas masyarakat.

“PPKM ini harus kita laksanakan secara ketat dan konsisten, kita harus bekerja keras mencegah kerumunan, bila perlu terapkan sanksi kepada pelanggar,” pungkasnya. (Jujang/R8/HR Online)

Editor: Jujang