Proses Homeostasis Dalam Tubuh Manusia yang Penting Untuk Diketahui

Proses Homeostasis Dalam Tubuh Manusia
Ilustrasi Proses Homeostasis Dalam Tubuh Manusia. Foto: terriertimesnews.com

Proses homeostasis dalam tubuh manusia penting untuk kita semua pahami. Karena sebagai sistem yang secara terorganisir serta mempunyai sistem pengaturan yang selalu saling terkoordinasi. 

Hal tersebut berguna dalam mempertahankan kondisi dari tubuh kita supaya senantiasa dalam keadaan yang stabil secara fisiologi. Dengan proses inilah tubuh dapat menjadi lebih seimbang serta melakukan tugas dan fungsinya dengan cara yang tepat.

Proses Homeostasis Dalam Tubuh Manusia

Mengutip Wikipedia, homeostasis merupakan suatu proses serta mekanisme secara otomatis yang makhluk hidup lakukan. Demi mempertahankan kondisi yang stabil supaya tubuh dapat menjalankan fungsinya secara normal dan sewajarnya.

Proses homeostatis ini pun berperan meskipun terjadi suatu perubahan terhadap lingkungan yang ada dalam atau luar tubuh. Kondisi yang stabil atau konstan ini meliputi semua variabel, seperti keseimbangan cairan tubuh dan suhu tubuh. Yang mana akan tetap terjaga dalam batas yang sudah ditentukan (rentang homeostasis).

Contoh variabel lain yang perlu terjaga kondisinya seperti kadar gula darah, pH cairan ekstraseluler, konsentrasi ion natrium, kalsium, dan kalium. Berbagai variabel tersebut harus terjaga meskipun terjadi perubahan pada lingkungan, seperti diet dan aktivitas tubuh.

Masing-masing variabel tersebut dalam kendali satu atau sejumlah mekanisme. Yang mana hal tersebut bertujuan dalam upaya mempertahankan kehidupan yang mana termasuk salah satu proses homeostasis dalam tubuh manusia.

Baca Juga: Jenis Jaringan Tubuh Manusia dan Fungsi Umumnya

Apakah Homeostasis Itu Penting?

Tentu jawabannya adalah sangat penting. Semua proses yang ada dalam tubuh selalu berguna dengan sangat baik untuk pertahanan tubuh.

Proses ini sangat penting karena jaringan dan sel tubuh hanya bisa hidup serta berfungsi dengan cara efisien saat kondisi ini tetap bertahan baik.

Tubuh akan selalu berhadapan dengan perubahan lingkungan luar dan juga aktivitas yang ada dalam tubuh. Hal tersebut dapat mengubah keseimbangan dari sejumlah variabel yang penting.

Misalnya, sebagian besar dari reaksi metabolik dalam sel akan memerlukan oksigen serta glukosa. Zat atau senyawa ini pun kemudian harus terganti. Tak hanya itu saja, reaksi tersebut akan menghasilkan limbah metabolik yang termasuk CO2 serta urea yang nantinya keluar dari dalam tubuh.

Dengan demikian, akan lebih tepat jika lingkungan internal yang secara dinamis, stabil, yang terus berubah, namun kondisi optimal tubuh tetap bertahan secara fisiologis selama proses homeostasis dalam tubuh manusia.

Sistem Organ Homeostasis

Keseluruhan sistem organ tubuh, kecuali sistem reproduksi, mempunyai kontribusi untuk mempertahankan homeostasis.  Misalnya, saluran pencernaan yang mana mencerna makanan sebagai pemberi nutrisi untuk tubuh.

Lalu, sistem pernafasan yang mendapatkan oksigen serta mengeluarkan gas CO2. Selain itu, juga sistem sirkulasi yang bertugas mengangkut seluruh zat untuk satu bagian menuju bagian yang lain.

Kemudian, sistem renal yang mengeluarkan limbah serta mempunyai peran untuk mengatur tekanan, volume darah, dan masih banyak lagi contoh sistem organ yang berperan dalam menjaga dan mempertahankan proses homeostasis dalam tubuh manusia.

Baca Juga: Pengertian Sistem Saraf Tepi dan Fungsinya dalam Pergerakan Tubuh

Macam-Macam Sistem Kontrol Homeostatik

Sistem kontrol ini terbagi dalam dua kelas, yakni kontrol intrinsik dan kontrol ekstrinsik. Untuk kontrol intrinsik ini dapat kita sebut juga dengan kontrol lokal. Yang mana terdapat di dalam dan inherent untuk organ tersebut.

Misalnya, saat otot sedang melakukan aktivitas yang cukup tinggi serta memakai oksigen yang juga tinggi, maka kadar dari oksigen tersebut akan menurun. 

Lalu, proses homeostasis dalam tubuh manusia dari perubahan kimia lokal otot akan mengakibatkan pembuluh darah melakukan vasodilatasi serta meningkatkan aliran dari darah yang menuju otot sehingga kadar oksigen semakin meningkat.

Selanjutnya adalah kontrol ekstrinsik. Perlu untuk anda tahu, ini merupakan sistem kontrol yang mana sebagiannya dapat bertahan dengan konsep ini. Mekanisme regulasinya pun mulai dari luar sebagai cara mengubah aktivitas dari organ tersebut.

Mekanisme dari proses homeostasis dalam tubuh manusia ini terjadi akibat aktivitas endokrin dan juga sistem saraf. Misalnya, mekanisme dalam pemulihan tekanan darah yang menuju tingkat normal atau sesuai. Kemudian, organ yang melakukannya adalah sistem saraf jantung. Tak hanya itu, akan tetapi juga pembuluh darah yang ada di semua bagian tubuh kita. (R10/HR Online)

Editor: Jujang