Kamis, Oktober 28, 2021
BerandaBerita TerbaruProses Metabolisme Protein Mulai dari Perut Hingga Usus Secara Lengkap

Proses Metabolisme Protein Mulai dari Perut Hingga Usus Secara Lengkap

Proses metabolisme protein penting untuk kita ketahui. Karena protein merupakan zat atau senyawa yang manusia konsumsi hampir setiap hari. Protein berasal dari lauk pauk dan juga kacang-kacangan.

Yang mana masuk ke tubuh kita dan akan melalui tahap pencernaan serta berubah menjadi asam amino. Pada proses inilah, akan menghasilkan zat sisa berupa feses yang nantinya lanjut pada proses defekasi melalui anus.

Pentingnya untuk menjaga proses ini agar berlangsung dengan cara yang benar adalah sangat penting. Karena akan mencegah tubuh merasakan gangguan kesehatan.

Pentingnya Proses Metabolisme Protein

Bukan menjadi rahasia lagi jika protein berperan penting dalam kesehatan tubuh. Khususnya untuk menjaga fungsi serta struktur jaringan organ dalam tubuh supaya berfungsi secara maksimal.

Maka dari itu, saat metabolisme dari senyawa ini dalam tubuh terganggu, dapat mempengaruhi tubuh karena penyakit bisa saja datang menyerang.

Melansir Wikipedia, protein adalah molekul yang kompleks, besar, serta terdiri atas ribuan unit kecil yang mana kita sering menyebutnya dengan asam amino.

Tak kurang dari 20 tipe asam amino yang berbeda dengan membentuk rantai panjang terhadap protein dengan fungsi penting bagi tubuh. Yang tentu saja juga spesifik menyesuaikan terhadap struktur masing-masing.

Baca Juga: Fungsi dari Alveolus Sebagai Tempat Perpindahan Udara dalam Tubuh

Bagaimana Proses Metabolisme Protein Berlangsung?

Sama halnya dengan metabolisme yang lain dalam tubuh kita, seperti glukosa dan lemak. Maka, metabolisme protein sendiri terjadi atau berlangsung dengan 2 tahap, yaitu anabolisme dan juga katabolisme.

Untuk tahap anabolisme merupakan pembentukan protein yang berasal dari asam amino. Sedangkan untuk tahap katabolisme adalah pemecahan protein untuk menjadi asam amino.

Keduanya pun akan saling berhubungan satu dengan yang lain dalam metabolisme protein. Sehingga, tubuh akan mampu memproduksi energi serta memperbaiki sel yang rusak. 

Jika saat itu ada yang mengganggu dari satu atau kedua proses tersebut, maka anda akan merasakan sejumlah kondisi gangguan dari metabolisme protein tersebut.

Kemudian, proses metabolisme protein pun berlangsung atau terjadi saat makanan anda masuk ke dalam lambung. Dalam lambung tersebut, enzim pepsin akan bertugas untuk mencerna protein. 

Dengan cara, memutus ikatan peptida yang terdapat pada bagian sisi gugus NH2 dari sejumlah asam amino aromatik (tirosin, fenilalanin, triptofan), dikarboksilat (glutamat dan aspartat), dan hidrofobik (leusin, metionin, isoleusin).

Pemutusan rantai dari ikatan peptida ini hanya dapat terjadi dalam lambung yang mana mempunyai lingkungan yang asam. Hal itu karena proses metabolisme protein ini membutuhkan pH ideal 2. Saat makanan telah masuk dalam usus, maka enzim yang bisa memecah ikatan protein tersebut tak lagi bisa bekerja.

Karena pH usus mempunyai kadar yang cukup tinggi. Proses metabolisme ini pun kembali berlanjut menuju usus halus. Ketika pankreas melakukan sekresi tripsin, karboksipeptida, serta kimotripsin.

Protease gaster serta pankreas kemudian akan memecah kembali gugus protein hingga menjadi peptida rantai yang sedang dan kecil.

Peptida pada batas usus halus selanjutnya akan menghidrolisis terhadap peptida rantai berukuran sedang dan juga kecil ini menjadi asam amino dan tripeptida bebas.

Produk hasil akhir proses metabolisme protein inilah yang nantinya akan terserap dan juga dipakai oleh sel. Sehingga, tubuh kita akan merasakan adanya manfaat kesehatan.

Baca Juga: Enzim pada Mulut dan Fungsinya yang Penting Dalam Sistem Pencernaan

Asam Amino

Terdapat 75-80 persen dari asam amino yang nantinya menjadi produk akhir dari metabolisme protein. Dimana nantinya akan kembali berguna dalam proses melakukan sintesis protein yang baru.

Lalu, sebagian dari asam amino yang tubuh serap pun akan berubah menjadi energi (ATP), gas karbondioksida, serta air melalui siklus krebs. Sementara itu, asam amino yang tersisa tidak akan tersimpan dalam tubuh.

Protein tersebut akan kembali terurai dengan cepat melalui katabolisme dan menjadi kerangka untuk senyawa amfibolik. Lalu urea akan keluar dari dalam tubuh melalui urine.

Proses metabolisme protein yang satu ini dapat disimpulkan berlangsung dari perut serta berakhir dalam usus. Dalam hal ini, produk akhirnya bernama asam amino. Oleh karena itu, proses ini harus tetap kita jaga agar tidak mengalami gangguan. Jika terganggu, maka tubuh pun akan merasakan sejumlah gejala kesehatan yang menurun. (R10/HR Online)

Editor: Jujang

- Advertisment -

Berita Terbaru