Santri Miftahul Huda Citangkolo Banjar Raih Beasiswa Kuliah di Mesir

Santri Miftahul Huda Citangkolo Banjar Raih Beasiswa Kuliah di Mesir
Muhammad Rifky Mubarok Hidaytulloh, santri Ponpes Miftahul Huda Al Azhar Citangkolo yang berhasil menjadi calon mahasiswa Universitas Al Azhar Kairo, Mesir. Foto: Istimewa

Berita Banjar (harapanrakyat.com).-  Muhammad Rifky Mubarok Hidaytulloh, seorang santri di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al Azhar Citangkolo, Kota Banjar, berhasil mendapatkan beasiswa kuliah di Universitas Al Azhar Cairo, Mesir.

Saat kegiatan tahlil dan doa bersama seluruh santri untuk mendoakan calon mahasiswa di Al Azhar Cairo tersebut, Pengasuh Ponpes Miftahul Huda Al Azhar Citangkolo, Kota Banjar, KH. Munawir Abdurrohim, mengingatkan agar santri harus memiliki cita-cita yang tinggi. Karena, saat memiliki tekad serta usaha yang kuat akan mendapatkan jalan dari Alloh SWT.

“Makanya, dengan masuknya Kang Barok (sapaan akrab Muhammad Rifky Mubarok Hidaytulloh-red) menjadi calon mahasiswa di Mesir, ini menjadi semangat kita untuk terus belajar menimba ilmu,” katanya, Senin (12/01/2021).

Senada dikatakan Ahmad Bananu Syafiq, pengurus Ponpes Miftahul Huda Al Azhar. Ia mengibaratkan semangat pemuda mampu meruntuhkan kokohnya gunung.

Artinya, kata Syafiq, dengan adanya tekad yang kuat dari sosok Barok yang dikenal sebagai fotografer pesantren ini mampu menembus beasiswa di kampus yang sangat terkenal itu.

“Saya harap ini menjadi pemicu semangat santri lainnya agar bisa muncul Kang Barok lainnya dengan belajar lebih giat lagi,” singkatnya.

Tiga Kali Tes

Sementara itu, Muhammad Rifky Mubarok Hidaytulloh, menceritakan kalau dirinya sudah mengikuti tes hingga tiga kali berturut-turut ke kampus tersebut, dan selalu gagal.

Kendati begitu, ia tidak patah semangat untuk belajar, terutama bahasa Arab dan pengetahuan lainnya.

“Kakek saya itu ingin agar cucunya bisa belajar di luar (Timur Tengah), dan ini juga harapan saya sejak masih SMK. Alhamdulillah, sekarang bisa tercapai,” ungkapnya.

Sebelum mendaftar dan diterima menjadi calon mahasiswa, pemuda asal Kebumen, Jawa Tengah ini mengaku sempat belajar ke Pare, Kediri, Jawa Timur untuk les bahasa Arab selama 1 bulan guna mangasah kemampuannya tersebut.

Beruntung, ketika Pusat Studi Islam dan Bahasa Arab (Pusiba) Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia, membuka pendafataran angkatan ketiga, ia pun lolos.

“Alhamdulillah, saat tes saya diberikan kemudahan sehingga lolos, dan tercatat sebagai calon mahasiswa. Tentu saja ini berkat doa dan dukungan dari orang tua, guru, serta teman-teman semuanya. Semoga ke depan yang lain bisa menyusul,” pungkasnya. (Muhafid/Koran HR)

Aegis Boost Pro