Sebagian Pasien Positif Aktif Covid-19 di Kota Banjar Jalani Isoma

Sebagian Pasien Positif Aktif Covid-19 di Kota Banjar Jalani Isoma
Data rekap risiko Covid-19 Kota Banjar, sampai saat ini pasien positif Covid-19 mencapai 156. Foto : Istimewa

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar, Jawa Barat, Agus Nugraha, menyampaikan jumlah kasus positif aktif saat ini telah mencapai 156. Jumlah akumulasi tersebut, berdasarkan data penambahan kasus per 16 Januari atau data terbaru hari ini.

Agus mengatakan, jumlah akumulasi tersebut setelah pada hari ini kasus warga terkonfirmasi positif kembali mengalami penambahan sebanyak 6 orang.

Adapun penambahan sebanyak 6 orang tersebut masing-masing dua orang asal Kelurahan Purwaharja, yakni HI 25 tahun, dan R 42 tahun. 

Kemudian, YA 42 tahun asal Kelurahan Pataruman, seorang perempuan inisial SS asal Kelurahan Bojongkantong. Dan 2 orang lagi, T 30 Tahun serta BI 42 tahun asal Desa Langensari.

“Ada penambahan lagi enam orang yang positif aktif Covid-19 hari ini. Sehingga, total akumulasi kasus aktif sampai hari ini menjadi 156 kasus,” kata Agus kepada HR Online, Sabtu (16/1/2021).

Pemkot Banjar Belum Siapkan Tempat Isolasi Terpadu untuk Pasien Positif Aktif

Lanjut Agus menyebutkan, dari jumlah 156 warga yang terkonfirmasi aktif itu, hampir kebanyakan menjalani perawatan dan isolasi mandiri (isoma) di rumah masing-masing.

Hal tersebut karena kapasitas tempat isolasi pasien positif di rumah sakit saat ini sudah penuh. Sementara pihak pemerintah maupun tim Satgas belum menyiapkan tempat isolasi terpadu, sebagai solusi alternatif dalam menangani pasien.

“Kapasitas tempat isolasi di rumah sakit sudah penuh. Mau tidak mau sekarang ini pasien isolasi secara mandiri,” tutur Agus.

Lebih lanjut terkait pengawasan dan bantuan logistik untuk warga yang menjalani isoma, sudah dilakukan oleh tenaga kesehatan. 

Namun, untuk bantuan logistik bagi warga yang menjalani karantina serta masyarakat yang terdampak hal tersebut, akan diupayakan oleh tim Satgas.

“Kalau bantuan bagi warga yang menjalani isolasi mandiri itu oleh tim Satgas. Mungkin sedang diusahakan,” ujar Agus.

Terpisah, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Banjar, dr. Fuad Hanif, mengatakan, butuh peran semua pihak terutama dari pemerintah untuk membantu yang sedang menjalani isolasi mandiri dan warga masyarakat terdampak.

Menurutnya, bantuan berupa logistik ataupun bantuan yang lain sangat diperlukan. Hal itu bisa untuk meringankan kebutuhan mereka, agar lebih tenang dan disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan saat menjalani isolasi mandiri.

“Memang butuh peran semua pihak, terutama pemerintah untuk membantu warga yang isoma. Apalagi bantuan logistik untuk menunjang kesehatan dan imunitas mereka saat isolasi mandiri,” katanya. (Muhlisin/R5/HR-Online)

Editor : Adi Karyanto