Sejarah Fathu Makkah, Bukti Kekuatan Peradaban Islam

Sejarah Fathu Makkah
Ilustrasi sejarah fathu makkah. Foto: Net/Ist

Sebelum Sejarah Fathu Makkah terjadi, perjuangan Rasulullah SAW dalam ekspansi pengembangan agama islam memang cukup berat. Terlebih saat memasuki wilayah yang sekarang menjadi pusat peradaban islam, yaitu kota Makkah.

Saat islam mulai berkembang di kota Makkah, ujian banyak datang dari kau kafir quraisy yang terus berusaha memecah belah islam kala itu. Sampai pada akhirnya Rasulullah membuat sebuah perjanjian yang bernama Hudaibiyah.

Perjanjian tersebut di tandatangani oleh perwakilan kaum quraisy dan umat muslim untuk tidak saling berperang dan hidup dalam damai. Sebab dari awal ajaran Rasulullah, Beliau selalu menekankan untuk mengutamakan perdamaian daripada berperang.

Dengan perjanjian tersebut, umat muslim lebih tenang dan fokus dalam mengembangkan agama Islam ke berbagai penjuru negara. Bahkan selama perjanjian tersebut disepakati oleh kedua belah pihak, tidak ada satu pun perang yang melibatkan keduanya.

baca juga: Peristiwa Besar Islam di Bulan Ramadhan, Patut Untuk Diketahui

Sejarah Fathu Makkah dan Penyebab Terjadinya

Hingga pada suatu masa, terjadilah pelanggaran perjanjian Hudaibiyah yang dilakukan oleh kaum quraisy. Di mana pada saat itu, Rasulullah SAW sedang melakukan perjalanan ke kota Makkah bersama rombongan.

Sejarah Fathu Makkah kemudian terjadi karena adanya pelanggaran terhadap perjanjian tersebut. Dimana saat Rasulullah bersama dengan 10.000 kaum muslim hendak memasuki kota Makkah, Rasulullah dan rombongan singgah dan beristirahat di daerah Marr Al Zhahran.

Hingga pada malam hari tiba, Rasulullah yang mengetahui bahwa daerah tersebut adalah kekuasaan kau quraisy, memerintahkan salah satu utusan untuk meminta izin untuk menyalakan api unggun.

Akan tetapi, kaum quraisy yang saat itu tidak terima mengetahui ada rombongan yang berkemah di sana. Kemudian mereka berencana untuk melakukan pembantaian.

Adalah Ikrimah bin Abu Jahal, seorang pemuda yang berasal dari kaum quraisy dan beberapa pasukan yang ingin melakukan pemboikotan rombongan Rasulullah untuk memasuki kota Makkah. Namun hal tersebut tidak terjadi karena berhasil mendamaikan.

baca juga: Kisah Uwais Al-Qarni, Pemuda yang Sangat Memuliakan Ibunya

Peristiwa Penting

Tidak heran jika kemudian dengan peristiwa tersebut, kaum quraisy dianggap sudah melanggar perjanjian damai antara keduanya. Yang kemudian membuat Rasulullah bersikap tegas terhadap kaum quraisy.

Pada saat Sejarah Fathu Makkah terjadi, ada banyak sekali peristiwa penting yang hingga saat ini menjadi momentum bagi kaum muslim. Beberapa peristiwa tersebut bahkan menjadi sejarah besar bagi kaum muslim, yaitu:

Peristiwa Turunnya Surat An Nasr

Pada saat terjadi peristiwa ini, Allah menurunkan wahyu berupa Surat An Nasr kepada Rasulullah. Wahyu ini sejalan dengan terjadinya peristiwa bahwa Allah akan selalu mendatangkan pertolongan bagi siapa saja yang memeluk agama Islam.

Hancurnya Berhala di sekitar Ka’bah

Setibanya di Makkah, Rasulullah dan rombongan kemudian membersihkan kota Makkah dari berhala-berhala. Hal ini menjadi bukti ketegasan Rasulullah saat kaum quraisy melanggar perjanjian yang sudah menjadi kesepakatan.

Pasalnya, sebelum Makkah benar-benar menjadi pusat peradaban muslim, ada banyak sekali berhala yang berdiri di sekitar Ka’bah. Hal tersebut membuat kaum muslim yang akan beribadah menjadi terganggu.

Keputusan Rasulullah saat Sejarah Fathu Makkah terjadi untuk menghancurkan berhala adalah sebuah anugrah bagi kaum muslim. Selain menunjukkan bahwa kota Makkah sudah dikuasai umat muslim, kaum quraisy juga dengan sendirinya meninggalkan Makkah.

baca juga: Adab dan Keutamaan Berdoa dalam Islam

Pertama Kalinya Bilal Bin Rabbah Mengumandangkan Adzan

Peristiwa yang satu ini menjadi sejarah Islam yang paling teringat hingga saat ini. Islam benar-benar berdiri tegak ketika Rasulullah memerintahkan Bilal untuk mengumandangkan adzan pertama kali di Makkah.

Dengan suaranya yang lantang dan merdu, membuat kaum muslim yang saat itu akan menunaikan sholat dhuhur menangis terisak. Kaum muslim merasa terharu, pada akhirnya mereka bisa merasakan kebebasan beribadah dengan leluasa tanpa gangguan.

Masuknya islam ke Makkah ini menjadi salah satu bukti pembebasan kota Makkah dari pengaruh musyrik para kaum quraisy yang menyembah berhala.

Semenjak saat itu, tidak ada lagi peperangan yang terjadi. Karena Rasulullah lebih memilih untuk berdamai dari pada melakukan peperangan yang akan banyak menumpahkan darah kaum muslim.

Sejarah Fathu Makkah bahkan menjadi tolak ukur kesempurnaan ibadah dari umat islam dari dahulu hingga sekarang dengan pelaksanaan ibadah haji di Makkah. (Muhafid/R6/HR-Online)

Editor: Muhafid