Selama PPKM di Ciamis, Warga Desa Mekarmulya Paling Taat Prokes

Desa Mekarmulya
Operasi yustisi di Desa Mekarmulya, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin (25/1/2021). Foto: Suherman/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dilaksanakan selama 14 hari, pada 11-25 Januari 2021, Satgas Covid-19 Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis mencatat, warga Desa Mekarmulya paling taat dalam mematuhi protokol kesehatan (Prokes).

Hal itu dikatakan PLT Camat Pamarican Agus Yani setelah selesai melaksanakan kegiatan operasi selama PPKM berlangsung hingga hari ini, Senin (25/01/2021).

Agus Yani mengatakan, selama PPKM berlangsung, Satgas Covid-19 Kecamatan Pamarican yang dibagi dua regu telah melakukan operasi yustisi di 14 desa yang ada di Kecamatan Pamarican. 

“Dari catatan kami selama PPKM dilaksanakan, Warga Desa Mekarmulya lah yang paling sedikit pelanggarannya,” kata Agus Yani didampingi Kapolsek Pamarican, Iptu Jajang Sahidin, Senin (25/1/2021).

Hal tersebut, lanjut Agus Yani, diketahui saat melakukan operasi yustisi. Saat operasi berlangsung, warga Desa Mekarmulya tidak begitu banyak melanggar prokes.

“Setiap pengendara hampir semuanya menggunakan masker. Adapun tadi kita menemukan beberapa orang yang tidak menggunakan masker, mereka terkena operasi saat hendak berbelanja ke warung kelontongan,” terangnya.

Menurut Agus Yani, selama PPKM berlangsung, tingkat kesadaran masyarakat terutama dalam menggunakan masker masih terbilang rendah, 

“Kebanyakan saat tertangkap operasi mereka mengaku lupa, berarti kebiasaan untuk selalu memakai masker itu masih rendah. Kami berharap ke depannya masyarakat Kecamatan Pamarican lebih meningkatkan kesadaran tentang kesehatan di masa pandemi in,i” terangnya.

Pemerintah Desa Mekarmulya Ciamis Gencar Sosialisasi Prokes

Sementara itu, Kepala Desa Mekarmulya, Cucu Permana Putra saat ditemui HR Online saat kegiatan operasi yustisi mengatakan, tingkat kesadaran masyarakat di desanya lumayan tinggi, sehingga dirinya mengaku tenang.

“Alhamdulillah sosialisasi kami kepada masyarakat berarti memang didengar. Karena memang sebelumnya juga kami selalu gencar memberikan arahan dan pemahaman kepada masyarakat, agar jangan lupa memakai masker. Minimal membawa masker setiap pergi kemana pun atau saat berkeliaran di lingkungan sekitar. Ternyata ajakan kami direspon positif oleh warga,” terangnya.

Pantauan HR Online di lapangan, selama berlangsung operasi yustisi di Desa Mekarmulya, bukan hanya orang dewasa yang taat menggunakan masker. Namun anak-anak pun terlihat menggunakan masker saat bermain dengan teman-temannya. (Suherman/R7/HR-Online)

Editor: Ndu