Seorang ASN Pangandaran Meninggal Karena Corona, Dimakamkan di Kota Banjar

Seorang ASN Pangandaran Meninggal Dunia Karena Corona Dimakamkan di Kota Banjar
Petugas saat prosesi pemakaman pasien meninggal dunia karena Corona di TPU Dipatiukur. Foto: Muhlisin/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) inisial YP (35), warga Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, meninggal dunia karena Corona. Namun pemakaman ASN yang meninggal tersebut di komplek pemakaman TPU Dipatiukur, Kelurahan Banjar, Kota Banjar.

Menurut Pelaksana Satgas dari Dinas Kesehatan Kota Banjar, Rusyono, pemakaman warga Kabupaten Pangandaran di Kota Banjar, karena orang tua pasien merupakan warga Banjar.

“Selain itu, pasien tersebut juga lahir di Banjar. Kemudian pindah ke Pangandaran sebagai pegawai (ASN) pada Dinas Satpol PP Kabupaten Pangandaran,” ucapnya kepada HR Online, Minggu (31/1/2021).

Alasan Pemakaman ASN Pangandaran yang Meninggal karena Corona di Kota Banjar

Namun demikian, sambungnya, pada kartu identitasnya tercantum sebagai warga Jakarta. Karena, sebelum menjadi pegawai Satpol PP Kabupaten Pangandaran, pernah bekerja di Jakarta, dan belum memperbaharui alamat kartu identitas penduduknya (KTP).

“Dia salah seorang pegawai Satpol PP Kabupaten Pangandaran. Pemakamannya di Banjar, karena orang tuanya warga Banjar,” kata Rusyono.

Sementara untuk jenazah pasien yang meninggal dunia karena Corona tersebut diantar oleh pemerintah setempat melalui Dinas terkait, pada tanggal 30 Januari 2021 sekitar pukul 01.00 WIB. Dan langsung dimakamkan di TPU Dipatiukur Kelurahan Banjar.

Ia menambahkan, meski pemakamannya di Kota Banjar, namun pasien tersebut tidak masuk data penambahan kasus warga Banjar.

“Tadi malam sudah langsung petugas makamkan di TPU Dipatiukur,” terang Rusyono.

Pasien Probable Meninggal Dunia

Lebih lanjut Rusyono mengatakan, selain seorang pegawai Satpol PP Kabupaten Pangandaran, tadi malam juga ada 1 pasien probable Corona warga Banjar yang meninggal dunia.

Pasien probable tersebut seorang perempuan usia 71 tahun warga Desa Sinartanjung, Kecamatan Pataruman. Pemakaman pasien tersebut bertempat di komplek pemakaman Kokoplak, dengan menggunakan prosedur pemakaman Covid-19.

“Untuk pasien meninggal warga Banjar masuknya pasien probable. Namun, sesuai protap proses pemakamannya, tetap menggunakan prosedur pemakaman Covid-19,” pungkasnya.

Kasus Positif Bertambah 3 Orang

Terpisah, Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar, Agus Nugraha menyampaikan pada hari ini, Minggu (31/1/2021). terjadi penambahan lagi kasus positif sebanyak 3 orang.

Agus mengatakan, 3 orang warga Banjar positif Corona tersebut yaitu AK (54) warga Kelurahan Karangpanimbal. Kemudian, D (61) warga Kelurahan Pataruman dan DM (57) warga Desa Mulyasari, Kecamatan Pataruman.

“Penambahan tiga orang tersebut berawal dari kasus pasien suspek di rumah sakit,” ujar Agus kepada HR Online, Minggu (31/1/2021).

Sehingga dengan adanya penambahan 3 orang tersebut, lanjutnya, maka jumlah kasus positif sampai saat ini menjadi 588. Rinciannya, kasus konfirmasi aktif sebanyak 136 kasus, sembuh atau selesai isolasi 437 kasus, dan meninggal dunia sebanyak 15 kasus.

“Selalu waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan agar terhindar dari bahaya virus Corona,” ujarnya. (Muhlisin/R5/HR-Online)

Editor : Adi Karyanto