Serahkan SK CPNS Formasi 2019, Ini Pesan Walikota Banjar

Serahkan SK CPNS Formasi 2019, Ini Pesan Walikota Banjar
Walikota Banjar Hj. Ade Uu Sukaesih disampingi Wakil Walikota Banjar dan BKPPD Kota Banjar saat memberikan SK CPNS secara simbolis kepada peserta. Foto: Muhlisin/HR

Berita Banjar (harapanrakyat.com).- Sebanyak 231 peserta lolos seleksi pada penerimaan CPNS tahun 2019 di Kota Banjar, Jawa Barat, akhirnya menerima surat keputusan SK CPNS dari Pejabat Pembina Kepegawaian.

Penerimaan SK CPNS tersebut diserahkan langsung oleh Walikota Banjar Hj. Ade Uu Sukaesih di Aula Setda, Senin (11/1/2021).

Walikota Banjar Ade Uu Sukaesih pada kesempatan tersebut berpesan kepada para CPNS agar bisa bekerja secara profesional.

Selain itu ia meminta CPNS baru agar disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai integritas serta mengutamakan pelayanan prima kepada masyarakat.

Selain itu, ia juga menekankan kepada para calon abdi negara tersebut untuk meningkatkan kompetensi sesuai bidangnya masing-masing.

Harus bekerja dengan penuh tanggungjawab untuk kemajuan dan kesejahteraan Kota Banjar.

“Sebagai abdi negara harus bisa menjadi penggerak dan motivasi di lingkungan kerja masing-masing. Mentaati peraturan yang ada serta mengutamakan pelayanan kepada masyarakat,” kata Ade Uu Sukaesih.

Untuk mendukung kompetensi itu lanjutnya, nantinya para CPNS yang mendapatkan SK ini akan diberikan pembinaan karakter dan berbagai pelatihan selama menjalani masa kerja satu tahun.

“Sebelum menjadi PNS nanti akan ada pembinaaan dan pelatihan. Jadi meski sudah ada SK belum jaminan menjadi PNS. Semoga bisa menjalankan tugas dengan baik,” ucapnya.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Banjar, H. Kaswad, menambahkan, ada 231 peserta Calon Pegawai Negeri Sipil atau CPNS hasil penerimaan seleksi CPNS tahun 2019 lalu yang menerima penerbitan SK CPNS.

Setelah menerima SK ini lanjutnya, tidak serta merta para peserta yang telah mendapatkan SK tersebut langsung diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

Namun, para peserta itu masih harus melaksanakan pembinaan kompetensi dan masa uji terlebih dahulu selama kurang lebih satu tahun baru setelah itu bisa diangkat menjadi PNS.

“Untuk statusnya masih CPNS. Nanti setelah mengikuti pelatihan pembinaaan kemudian dinyatakan lulus baru diangkat menjadi seorang abdi negara,” katanya. (Muhlisin/R8/HR Online)

Editor: Jujang