Sifat Fisika dan Kimia Aldehid, Senyawa dan Cara Pembuatannya

Sifat Fisika dan Kimia Aldehid
Ilustrasi Sifat Fisika dan Kimia Aldehid. Foto: selfstudypoint.in

Sifat fisika dan kimia aldehid beragam. Aldehid adalah senyawa organik dengan gugus fungsi karbonil terminal. Lalu, gugus fungsi ini terdiri atas karbon yang berhubungan dengan atom hidrogen serta memiliki ikatan rangkap dengan senyawa atom oksigen.

Untuk golongan aldehid ini juga kita kenal dengan golongan formil atau etanoil. Untuk penjelasan lebih lanjut dapat anda simak ulasannya berikut ini.

Sifat Fisika dan Kimia Aldehid

Melansir Wikipedia, terdapat senyawa organik dengan gugus fungsi yang fungsional karbonil serta terikat dengan rantai karbon pada satu sisi. Lalu, juga terikat pada satu sisi atom hidrogen yang dapat kita sebut dengan nama golongan aldehid.

Contoh aldehid adalah senyawa metanol atau populer dengan nama lain formaldehid. Bahkan kita lebih akrab menyebutnya dengan nama formalin.

Terdapat beberapa metode dalam pembuatan aldehid, akan tetapi yang paling biasa dan umum orang pakai adalah hidroformilasi. Contohnya adalah butiraldehid yang berasal dari hidroformilasi propena.

Baca Juga: Sifat Kimia Alkena Beserta Sifat Fisikanya yang Penting untuk Diketahui

Sifat Fisika Aldehid

Sifat fisika dan kimia aldehid yang pertama adalah mengenai titik didihnya. Karbon serta oksigen yang ada dalam gugus karbonil terbagi dari dua pasang elektron.

Akan tetapi, pembagiannya tidak merata dan tidak seimbang. Keelektronegatifan dari senyawa oksigen lebih besar dalam mengikat elektron.

Sehingga terdapat kerapatan elektron di senyawa oksigen yang mana lebih besar daripada karbon. Sementara itu, karbon memiliki muatan yang bersifat positif dan oksigen bermuatan negatif. Untuk sifat kepolaran, ikatan karbon pada oksigen-karbon lebih besar dari ikatan tunggal untuk karbon-oksigen.

Adanya perbedaan muatan tersebut, akan mengakibatkan adanya dipol. Lalu kepolaran ikatan tersebut akan mempengaruhi titik didihnya. Sehingga, titik didihnya akan relatif tinggi daripada senyawa nonpolar yang seimbang. Sifat fisika yang kedua adalah tentang kelarutan.

Biasanya sifat fisika dan kimia aldehid ini berfase cair, namun kecuali dengan formaldehid yang memiliki fase gas. Aldehid dengan suku yang rendah akan memiliki bau menyengat.

Sementara itu, aldehid dengan suku yang tinggi memiliki bau yang enak sehingga dapat berguna sebagai bahan tambahan parfum atau lain sebagainya.

Lalu atom hidrogen yang ada dalam air bisa membentuk ikatan oksigen dengan hidrogen di gugus karbonil. Sehingga, kelarutannya hampir sama dengan eter dan alkohol.

Asetaldehid dan formaldehid akan larut dalam air. Hal ini juga beriringan dengan bertambahnya rantai karbon, maka kelarutannya akan menurun.

Baca Juga: Sifat Asam Amino dan Pengertiannya Lengkap dengan Klasifikasi

Sifat Kimia Aldehid

Sifat yang pertama adalah mengenai oksidasi. Aldehid senyawa yang sangat mudah mengalami oksidasi, yakni menjadi asam karboksilat dengan memakai pereaksi Fehling serta Tollens. Kita dapat mengenalnya dengan tes Tollens dan tes Fehling.

Untuk pengujian atau tes Fehling, pereaksi berasal dari campuran Fehling A dan Fehling B. Fehling A adalah larutan CuSO4 serta Fehling B adalah campuran dari NaOH dengan senyawa natrium-kalium tartrat. Campuran kedua Fehling ini akan membentuk ion kompleks yakni Cu2+ dalam keadaan basa.

Ketika reaksi terjadi dari sifat fisika dan kimia aldehid, maka aldehid akan mengalami oksidasi sehingga menjadi asam karboksilat serta ion komplek atau larutannya berwarna biru. Yang mana kemudian akan tereduksi dan menjadi tembaga (I) oksida (berwarna merah bata).

Selanjutnya, dengan tes Tollens, pereaksi berasal dari campuran larutan AgNO3 serta larutan NH3 berlebihan yang membentuk ion kompleks Ag(NH3)2+.

Aldehid akan mengalami oksidasi sehingga menjadi ion perak (Ag+) serta asam karboksilat. Nantinya akan tereduksi hingga menjadi logam perak.

Selanjutnya, untuk sifat kimia aldehid adalah mengenai bentuk ikatan hidrogennya, yang mana senyawa ini tidak menghasilkan bentuk ikatan hidrogen.

Pembuatan Aldehid

Pembuatan aldehid ini dapat dilakukan dengan beberapa cara berdasarkan sifat fisika dan kimia aldehid tersebut. Hal ini dengan oksidasi alkohol primer, yang mana alkohol primer bisa teroksidasi dan menghasilkan aldehid yang memiliki katalis kalium bikromat serta asam sulfat.

Selanjutnya, dengan mengalirkan uap dari alkohol primer pada bagian atas tembaga yang panas. Uap alkohol tersebut akan mengalami oksidasi.

Lalu menghasilkan aldehida dengan katalis tembaga yang panas. Yang terakhir yakni dengan cara memanaskan garam kalsium dari suatu asam monokarboksilat jenuh pada kalsium format.

Dalam proses pemanasan tersebut, campuran kalsium format dengan garam kalsium asam monokarboksilat jenuh akan membentuk senyawa aldehid. Sehingga sifat fisika dan kimia aldehid dapat kita ketahui dengan jelas. (R10/HR Online)

Editor: Jujang