Sinopsis We Are: The Brooklyn Saints, Dokumenter Klub Football Remaja

Sinopsis We Are The Brooklyn Saints Perjuangan Kemanangan Remaja
Sinopsis We Are: The Brooklyn Saints. Foto: Ist/Net

Sinopsis We Are: The Brooklyn Saints merupakan sebuah film dokumenter tentang klub football remaja. Serial dokumenter ini mendapatkan arahan dari sutradara Rudy Valdez. Sutradara Rudy Valdez juga berperan sebagai produser eksekutif dan sinematografer.

Sebelumnya Rudy Valdez juga pernah menggarap serial dokumenter The Sentence tahun 2018. Serial ini memiliki empat episode yang akan menemani penonton pada 29 Januari. Distributor yang menangani serial dokumenter ini adalah Netflix.

Baca Juga: Sinopsis The Rental, Kisah Liburan yang Berujung Kematian

Produser dalam pembuatan serial ini adalah Brian Grazer, Ron Howard, Sara Bernstein, Amy Berg, dan Justin Wikes. Bekerjasama dengan tim produksi Imagine Documentaries dan Disarming Films Productions.

Review Sinopsis We Are: The Brooklyn Saints

Kisah serial ini berawal dari klub football yang bernama The Brooklyn Saints. Klub tersebut beranggotakan para remaja yang berusia 7 hingga 13 tahun. Tak heran bila klub tersebut selalu menjadi yang terdepan.

Perjuangan para remaja selalu memberikan hasil yang maksimal. Beberapa kemenangan tim selalu mereka raih dalam beberapa event. Selalu ada sesi latihan yang bisa mengasah kemampuan mereka.

Para pelatih juga selalu mengedepankan semangat juang anggota timnya. Pelatih dan anggota tim bisa bekerja sama untuk memupuk klub yang lebih maju.

Klub Football

Sinopsis We Are: The Brooklyn Saints juga menceritakan klub ini tidak hanya sebagai ajang olahraga saja. Bagi mereka klub merupakan keluarga dan kendaraan yang mengantarkan mereka mendapatkan peluang yang besar.

Salah satu jalan untuk menuju masa depan yang cerah dengan terus berlatih dan mendapatkan kemenangan. Cara ini memang hal yang harus mereka prioritaskan. Bahkan terkait dengan banyaknya kemenangan dan pengalaman di luar lapangan.

Mereka memang tidak begitu banyak mengikuti kompetisi. Bahkan kerap juga mendapatkan tantangan dari para musuh. Tidak jarang mereka juga mendapatkan pemisahan dari garis.

Pelatih Gawuala

Sinopsis We Are: The Brooklyn Saints menceritakan tentang pelatih Gawuala yang bekerja dengan pemain muda. Misalnya dengan D-Lo yang usianya masih jauh dengan yang lain. Maksud dari Gawuala adalah ingin mengetahui tentang hal apa yang anak usia muda inginkan.

Pelatih Gawuala selalu memberikan yang terbaik pada anggota tim. Ketika tim sedang bermain sering kali berteriak untuk memberikan semangat. Jika permainan belum mendapatkan kesempatan untuk menang, Gawuala tidak akan marah.

Justru motivasi satu demi satu terucap dari mulutnya. Membuat para anggota semakin giat untuk berlatih. Bahkan dalam jiwa para anggota tersimpan nama yang besar untuk mereka junjung tinggi.

Pelatih Smart

Sinopsis We Are: The Brooklyn Saints menjelaskan Gawuala yang menceritakan alasannya untuk bergabung dengan tim. Hal ini karena untuk lari dari pengangguran. Mengingat kebutuhannya yang harus terpenuhi dengan mencari pekerjaan.

Baca Juga: Sinopsis Godzilla VS Kong Segera Tayang, Simak Cuplikannya

Pelatih ini juga ingin memberikan pembelajaran bagi mereka yang tidak bisa kuliah sepak bola. Mengingat sekolah itu membutuhkan biaya yang cukup mahal. Dengan adanya bantuan darinya, sedikit banyak bisa saling membantu.

Hal yang menyenangkan ketika melihat para anak-anak yang memasukkan semuanya dalam permainan. Walaupun dalam hal ini, Brooklyn Saints terlalu sering puas dengan permainannya.

Kisah Menyenangkan dan Perjuangan

Sinopsis We Are: The Brooklyn Saints juga memperlihatkan ketika sang pelatih sedang memeriksa Man Man. Merupakan seseorang yang paling kecil dalam tim. Saat itu sang pelatih berusaha memberikan arahan kepada Man Man dengan cara yang cukup keras.

Ini terlihat sangat konyol dan orang tua juga mengakui bahwa sepak bola tidak jauh dari cedera. Anak yang berusaha menjadi pemain sepak bola memang harus mendapatkan dukungan. Imbalan yang mereka dapat kelak akan berimbang dengan risiko yang mereka dapat.

Bagi anak-anak, tim ini bukanlah perkara yang mudah. Semuanya bukan soal uang, melainkan kerjasama tim yang harus mendapatkan support yang baik.

Kemenangan yang mereka dapat tidak ada artinya jika dalam berproses tidak pernah ada niat yang sungguh-sungguh. Semua bisa menghasilkan kemenangan karena proses yang panjang. Jatuh bangun berada saat mereka berlatih bersama dengan teman-teman dan pelatih yang selalu sabar.

Penasaran dengan kisah lengkap sinopsis We Are: The Broonklyn Saints? Anda bisa menonton dan juga menemukan jawaban akhir kisah film dokumenter ini. (R10/HR-Online)

Editor: Ndu