Sabtu, Oktober 23, 2021
BerandaBerita TerbaruSistem Limbik Otak, Bagian yang Mengatur Emosi dan Perilaku Manusia

Sistem Limbik Otak, Bagian yang Mengatur Emosi dan Perilaku Manusia

Sistem limbik otak dan perannya penting untuk kita ketahui. Otak merupakan organ yang sangat penting dan kompleks dalam tubuh manusia. Otak menjadi pusat koordinasi dan juga kontrol untuk semua aktivitas tubuh, mulai dari gerakan jari sampai pada detak jantung.

Tak hanya itu saja, otak juga sangat berperan sebagai pengendali dan organ dalam memproses emosi. Para ahli kemudian mengungkapkan jika peran dari otak ini pun tak hanya meliputi dalam berbagai emosi.

Tetapi juga menunjukkan tanda-tanda umum seperti ketakutan, kebahagiaan, kemarahan, serta kasih sayang. Inilah sangat penting mengenai apa yang disebut dengan sistem limbik.

Sistem Limbik Otak

Mengutip Wikipedia, sistem limbik merupakan kesatuan struktur dari otak yang mana terletak pada bagian kedua sisi talamus dan tepat ada pada bagian bawah serebrum. Sistem ini pun saling berkaitan yang juga bertanggung jawab dari respon emosional dan perilaku.

Para ahli juga belum menemukan kesepakatan mengenai daftar secara lengkap struktur yang membentuk sistem ini. Akan tetapi, strukturnya secara umum terdiri atas empat bagian. Sebut saja hipotalamus, hipokampus, korteks limbik, serta amygdala. 

Berikut adalah beberapa fakta mengenai bagian-bagian dari sistem limbik.

Baca Juga: Cara Kerja Otak Manusia Penting Dipahami dengan Baik, Ini Penjelasannya!

Amygdala Berperan dalam Rasa Takut

Salah satu bagian sistem limbik otak yang mengontrol rasa takut adalah Amygdala. Ketakutan adalah salah satu hal yang penting untuk merespon dengan cara yang tepat mengenai situasi. Baik yang mengancam atau yang membahayakan. Respon ini pun berasal dari stimulasi amygdala serta diikuti dengan hipotalamus.

Sementara itu, seseorang yang mengalami kerusakan pada amygdala tidak akan mampu merespon secara benar apa yang telah membahayakan untuknya. Saat bagian ini menstimulasi hipotalamus, maka ia akan mulai melawan, lari atau respon lain.

Lalu, hipotalamus akan mengirim sinyal menuju kelenjar adrenal yang mana langsung akan menghasilkan hormon, berupa hormon adrenalin dan hormon kortisol.

Proses selanjut ya, pada saat hormon ini masuk dalam aliran darah, maka akan merubah fisik seperti peringatan detak jantung, menaikkan gula darah, meningkatkan pernafasan, serta mengeluarkan keringat.

Bagian sistem limbik otak yakni amygdala pun memiliki fungsi sebagai penyimpanan kenangan serta peristiwa. Misalnya, saat anda menyentuh benda yang panas, maka amygdala akan menyimpan memori rasa sakit yang terjadi.

Korteks Limbik Berperan dalam Rasa Bahagia

Rasa bahagia biasanya akan mengarah pada semua kondisi yang sejahtera atau merasa puas dari seseorang. Saat merasakan kebahagiaan, biasanya akan senantiasa mempunyai pikiran tenang dan positif. Rasa bahagia ini berasal dari stimulus korteks limbik.

Kemudian, bagian lain yang memiliki peran adalah precuneus. Bagian ini berkaitan dengan ingatan, fokus saat bergerak, dan juga mempertahankan rasa diri. Kemudian, terdapat sebuah penelitian jika seseorang dengan volume materi yang abu-abu lebih banyak pada bagian precuneus. 

Maka, mereka akan cenderung lebih bahagia, karena bagian sistem limbik otak ini memproses informasi yang tertentu serta mengubahnya menjadi rasa yang bahagia.

Baca Juga: Pengertian Sistem Saraf Tepi dan Fungsinya dalam Pergerakan Tubuh

Melahirkan Rasa Marah Bagian dari Peran Amygdala dan Hipotalamus

Sama halnya dengan rasa takut, marah atau kemarahan merupakan salah satu respon dari stres atau hal yang mengancam akibat dari lingkungan.

Misalnya, pada saat kita mengalami hal yang berbahaya dan tidak dapat menemukan jalan keluar, maka terdapat kemungkinan akan terjadi respon kemarahan.

Perasaan marah juga bermula dari amygdala yang menstimulasi hipotalamus. Kemudian, jika pada seseorang yang mengalami kerusakan tak yang mempengaruhi amygdala akan sulit untuk mengendalikan emosi, terutama kemarahan.

Perasaan Cinta Bagian dari Tugas Sistem Limbik

Rasa cinta memiliki ikatan hubungan dengan rasa stres yang berasal dari sistem limbik otak, yakni hipotalamus. Saat rasa cinta ini hadir, hipotalamus akan mengakibatkan hormon lain terlepas.

Seperti dopamin, vasopresin, dan oksitosin. Hormon dopamin berfungsi sebagai hormon yang menimbulkan rasa cinta atau perasaan positif lainnya.

Lalu hormon oksitosin juga dapat kita kenal dengan hormon cinta. Yang mana hormon ini akan meningkat saat sedang berhubungan intim dengan pasangan dan saat mengalami orgasme. Maka, hormon ini akan hipotalamus produksi dan lepaskan melalui kelenjar hipofisis.

Sementara itu, hormon vasopresin merupakan hormon hasil produksi hipotalamus dan kelenjar hipofisis. Hormon ini juga berhubungan erat dengan ikatan emosional dengan pasangan. Sistem limbik otak merupakan bagian penting dari organ otak yang menjadikan kita sebagai manusia yang memiliki emosi. (R10/HR Online)

Editor: Jujang

- Advertisment -

Berita Terbaru

spot_img