Tempat Nabi Musa Menerima Wahyu dan 10 Perintah Allah SWT

Tempat Nabi Musa Menerima Wahyu
Ilustrasi Tempat Nabi Musa Menerima Wahyu. Foto: Ist/Net

Tempat Nabi Musa menerima wahyu pertama kali adalah di Gunung Tursina atau Gunung Sinai. Gunung Sinai ini merupakan gunung yang disebut juga dengan Gunung Horeb atau Gunung Musa.

Tempat Nabi Musa Menerima Wahyu

Gunung Tursina mempunyai ketinggian 2.286 m yang terletak di Semenanjung Sinai Mesir. Gunung ini merupakan gunung bersejarah karena dipercaya sebagai tempat Nabi Musa diutus menerima wahyu Allah SWT berupa 10 perintah.

Lokasi itu adalah Gunung Sinai, dimana Nabi bertemu dan berbicara dengan Allah SWT. Sebelum tempat Musa menerima wahyu itu terjadi QS. Al-A’raf yang menjelaskan bahwa Nabi Musa meminta saudaranya yaitu Nabi Harun untuk memimpin kaum Nabi Musa.

Nabi Musa meninggalkan kaumnya dan naik ke Gunung Tursina setelah 40 malam berpuasa dan beribadah di gunung tersebut. Pada saat itulah Allah menurunkan Taurat kepada Nabi Musa.

Baca juga: Kisah Ibnu Hajar Al-Asqalani yang Ispiratif

10 Perintah Allah SWT Kepada Nabi Musa

10 hukum atau perintah tersebut adalah firman Allah. Bahkan ungkapan tersebut tiga kali ada dalam Taurat. Ungkapan yang sama ada dalam bahasa Yunani.

Allah telah menuliskan firman tersebut kedua batu berbentuk lempengan dan memberikannya kepada Nabi Musa di Gunung Tursina. Pada saat diturunkan di tempat Nabi Musa menerima wahyu, beberapa perintah Allah kepada Nabi Musa yaitu:

  1. Sembahlah Allah saja (larangan mempersekutukan Allah)
  2. Lalu juga jangan menyembah berhala
  3. Jangan menggunakan nama Allah dengan sembarangan
  4. Perintah jalankan hari sabat
  5. Hormati dan berbuat baik kepada ayah dan ibu
  6. Dilarang membunuh anak karena takut miskin
  7. Jangan berzina
  8. Jangan mencuri
  9. Lalu jangan memberikan kesaksian palsu
  10. Jangan menginginkan milik sesama

Itulah kesepuluh perintah Allah yang beri kepada Nabi Musa As dalam kitab Taurat.

Karakteristik 3 Agama

Dengan firman atau perintah Allah SWT yang turun pada tempat Nabi Musa menerima wahyu, timbullah perselisihan dan permusuhan. Inilah fakta yang terjadi di agama.

Yahudi

Dengan adanya firman Allah tersebut, ciri dan karakteristik dari Yahudi yaitu Yahudi memilih membenci dan memusuhi hukum atau firman Allah melalui Nabi Musa AS berupa kitab Taurat.

Ketidakpatuhan Yahudi akan 10 perintah Allah SWT di kitab Zabur. Kitab Zabur ini turun kepada Nabi Daud. Taurat dan Zabur telah memperjelas mengenai kefasikan dan keingkaran Yahudi terhadap hukum-hukum Allah SWT yang menimbulkan murka Allah.

Kristen atau Nasrani

Setelah adanya perintah Allah yang turun pada tempat Nabi Musa menerima wahyu tersebut, berbagai reaksi Kristen dan Nasrani. Dalam kehidupan sehari-hari, Kristen terus berusaha membuang semua hukum Allah tersebut.

Kristen berdalih dan beralibi mengenai perintah Tuhan Yesus yang merupakan anak tunggal Allah. Meskipun para pendeta sudah mengetahui perintah Allah yang tertulis di alkitab Manzur dan Torah, menggunakan bahasa politiknya pun mengungkapkan dasar hukum Allah dan membaginya menjadi 2 dasar hukum.

Sedangkan di perjanjian baru Kristus tidak mengurangi makna dasar dari perintah tersebut, namun pada saat itu Kristen masih menjadi musuh tokoh agama Yahudi.

Dengan berbagai pembenaran Yesus datang untuk mati dan salib sebagai penebus dosa padahal kebenarannya ialah Allah murkai karena dosanya terhadap Bani Israel, Yaqub, dan keturunan Ishak. Selain itu, dosa tersebut bukanlah dosa dari Nabi Adam AS. Semakin lama keanehan mulai terungkap.

Baca juga: Asal Usul Air Zam Zam Sebagai Keajaiban Dalam Sejarah Islam

Islam

Setelah wahyu diturunkan di tempat Nabi Musa menerima wahyu, agama Islam mencoba mengembalikan 10 perintah Allah dan hasilnya :

  1. Akulah Tuhan AllahMu, jangan ada Allah lain di hadapanku. Ini justru Islam melarang kemusyrikan.
  2. Jangan menyebut Allah dengan sembarang.
  3. Kuduskan hari Tuhan. Ini di dalam Islam adalah memuliakan hari Jumat untuk mendengarkan ceramah dan khutbah.
  4. Hormati ayah dan ibu. Islam melarang keras menyakiti orang tua atau bapak dan ibu.
  5. Jangan membunuh. Islam melarang keras manusia membunuh
  6. Jangan berzina. Islam melarang keras perzinaan dan memberlakukan hukum rajam
  7. Lalu jangan mencuri. Islam melarang manusia mencuri bahkan memberlakukan potong tangan
  8. Jangan bersaksi dusta. Islam melarang fitnah dan berbohong.
  9. Jangan menginginkan milik sesama. Islam melarang keras perselingkuhan.
  10. Lalu juga jangan mengingini milik sesama. Islam bahkan melarang keras merebut hak orang lain.

Bahkan dalam kenyataannya, justru Yahudi dan Kristen yang sudah melanggar perintah Allah tersebut. Nabi Musa hidup di sekitar tahun 1527 hingga 1407 SM. Sedangkan nabi diutus Allah SWT sekitar 1450 SM dan tempat nabi menerima wahyu di Gunung Tursina. (R10/HR-Online)

Editor: Muhafid