Wagub Jabar: Sekolah Multikultural di Pangandaran Miniatur Indonesia

Wagub Jabar Sekolah Multikultural di Pangandaran Miniatur Indonesia
Peringatan hari jadi komunitas Sabalad yang ke 8, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bakti Karya Kelas Multikultural yang ke 5, dan peringatan Kampung Nusantara yang ke 3, Sabtu (23/1/2021). Foto : Madlani/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat, H. Uu Ruzhanul Ulum, mengapresiasi SMK Bakti Karya Parigi, Kabupaten Pangandaran. Pasalnya, SMK Bakti Karya tersebut merupakan sekolah multikultural.

“Sekolah ini miniatur bangsa Indonesia, yang di dalamnya ada siswa dari 21 provinsi, 24 suku dan ada 28 bahasa. Jadi, ada berbagai agama, suku, adat, RAS, yang tetap bersatu karena dasar negara kita Pancasila,” ucapnya di SMK Bakti Karya Parigi, Pangandaran, Sabtu (23/1/2021).

Wagub Jabar sendiri datang ke Pangandaran untuk menghadiri peringatan hari jadi komunitas Sabalad yang ke 8, SMK Bakti Karya kelas Multikultural yang ke 5. Selain itu, peringatan Kampung Nusantara yang ke 3.

Menurutnya, program pendidikan tidak melulu mencetak kepribadian atau cita-cita seseorang. Namun juga untuk mencetak perkembangan segala bidang. “Tentunya bidang yang positif,” katanya.

Uu Ruzhanul Ulum juga terus mendorong perbedaaan. Karena, perbedaan adalah cikal bakal menjalin persatuan dan kesatuan.

Namun, katanya, agar perbedaan menjadi bersatu membangun bangsa bekal dimasa depan, maka hindari lubang perpecahan.

“Saling saling menghormati dan menghargai. Karena kita beda itu hakekatnya adalah siap bersama. Maka, mari mencari titik persamaan dan hindari lubang-lubang perpecahan,” ujarnya.

“Seperti di sini, yang merupakan sekolah multikultural dengan berbagai agama, komunitas, suku, adat dan bahasa. Namun tetap aman, damai, tenang, satu tujuan, yakni untuk menuntut ilmu bekal masa depan,” imbuhnya.

Uu Ruzhanul Ulum pun berpesan kepada siswa dan siswi SMK Bakti Karya, agar kuasai teknologi informatika, seperti dunia komputer dan lainnya. Kemudian, komunikasi dengan baik di depan orang banyak atau umum.

Selain itu, Wagub Jabar juga berharap supaya siswa-siswi SMK Bakti Karya bisa berorganisasi dengan baik, saling berbagi peran.

“Dan terakhir saya pesan tingkatkan keimanan dan ketakwaan, agar memiliki akhlak mulia dan moral yang baik serta budi pekerti yang luhur. Insha Allah sukses lahir batin,” pungkasnya.

Sekolah Multikultural Pangandaran Inisiatif Komunitas Sabalad

Sementara itu, Kepala SMK Bakti Karya Kelas Multikultural, Irpan Ilmi, mengatakan, cikal bakal adanya sekolah tersebut adalah komunitas Sabalad.

Irpan menjelaskan, bahwa dengan adanya sekolah tersebut, mengingatkan dan memperkuat prinsip keagamaan, toleransi dan budaya sebagai nilai luhur keIndonesiaan. Selain itu spirit istiqomah dalam membangun bangsa mulai dari pedesaan.

Lebih lanjut Irpan menambahkan, sekolah Multikultural yang inisiatif masyarakat dari komunitas Sabalad tersebut, juga mendapat dukungan dari pemerintah provinsi.

Sementara untuk slogan dari SMK Bakti Karya Kelas Multikultural adalah mencari ilmu selama lamanya, dan mencari teman sebanyak-banyaknya.

Karena menurutnya, pertemanan benar-benar bisa memperkuat narasi kebangsaan, dan itu dimulai dari desa.

“Siswa ada dari 21 provinsi, 24 suku, dan 28 bahasa. Selain masing-masing siswa belajar bersama, mereka semua juga mendapat beasiswa,” katanya. (Madlani/R5/HR-Online)

Editor : Adi Karyanto