Waspada Musim Hujan, Warga Banjar Meninggal Dunia Karena DBD

Waspada Musim Hujan, Warga Banjar Meninggal Dunia Karena DBD
Ilustrasi nyamu DBD. Foto: Ist/Net

Berita Banjar (harapanrakyat.com).- Seorang warga asal lingkungan Cikabuyutan Timur, Kelurahan Hegarsari, Kota Banjar, meninggal dunia akibat DBD (demam berdarah dengue).

Warga tersebut berinisial MA yang masih berstatus sebagai pelajar di salah satu SMP di Kota Banjar, Jawa Barat.

Lurah Hegarsari, Krisdianto, mengatakan, warga yang masih berstatus sebagai seorang pelajar tersebut meninggal dunia pada tanggal 18 Januari sekitar pukul 05.00 Wib.

“Tadi pagi meninggalnya. Warga tersebut sakit terkena demam berdarah dengue (DBD),” kata Krisdianto kepada wartawan, Senin (18/1/2021).

Lanjut Kris mengatakan, warga tersebut sebelumnya sempat menjalani perawatan di RSUD Banjar. Kemudian dibawa pulang oleh pihak keluarganya karena kondisinya sudah membaik.

Setelah itu, tiba-tiba sakitnya kambuh lagi dan langsung dibawa ke RS Mitra Idaman guna penangan lebih lanjut pada hari Jum’at.

Namun, setelah hampir tiga hari menjalani perawatan kondisinya tidak kunjung membaik hingga akhirnya meninggal dunia tadi pagi.

“Tadi siang sudah di makamkan oleh keluarga dan warga di komplek pemakaman Cibodas lingkungan Tanjung Syukur, Banjar,” terang Krisdianto.

Puskesmas Pataruman 1 Banjar Lakukan Penelusuran Jentik Nyamuk DBD

Untuk antisipasi pencegahan, imbuhnya, pihak Kelurahan sudah berkoordinasi dengan Puskesmas terkait guna melakukan penelusuran (PE) adanya jentik-jentik nyamuk dan menentukan perlu tidaknya dilakukan vogging di lingkungan setempat.

“Tadi kami sudah berkoordinasi dengan Puskesmas Pataruman 1 Banjar, untuk menindaklanjuti kasus DBD tersebut,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Puskesmas Pataruman 1 dr. Ika Rohantika, mengatakan, membenarkan adanya salah seorang warga di lingkungan Cikabuyutan Timur, Banjar, yang meninggal dunia karena penyakit DBD.

Saat ini kata dr. Ika, pihak Puskesmas sudah melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) di lingkungan rumah warga setempat.

Hasilnya, dari 10 rumah warga yang dilakukan penelusuran, hampir sebagian rumah terdapat jentik-jentik bibit tumbuhnya nyamuk.

“Tadi sudah kami lakukan PE. Kemungkinan besok kami akan adakan vogging di lingkungan tersebut,” tutur dr. Ika.

Atas adanya kejadian tersebut, pihaknya mengimbau kepada warga masyarakat agar menggalakan program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) serta menjaga perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) secara kontinyu sebagai upaya pencegahan.

“Tentunya kita harus menggalakan lagi upaya PSN di setiap lingkungan warga untuk pencegahan. Terlebih lagi saat ini masih dalam musim penghujan,” imbuhnya. (Muhlisin/R8/HR Online)

Editor: Jujang