Sabtu, Oktober 23, 2021
BerandaBerita Pangandaran1.015 Kasus Positif Covid-19 di Pangandaran, Mayoritas dari Klaster Keluarga

1.015 Kasus Positif Covid-19 di Pangandaran, Mayoritas dari Klaster Keluarga

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Kasus Covid-19 di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, terus meningkat. Data Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pangandaran menunjukkan, hingga Jumat (19/2/2021) ada 1.015 kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Data ini diambil secara akumulatif sejak awal pandemi.

“Kebanyakan dari klaster keluarga, dari seribuan kasus itu, sampai hari Jumat sebanyak 81 pasien positif Covid-19 dinyatakan sembuh,” ujar plh Bupati Pangandaran Kusdiana, Selasa (23/2/2021).

Terkait PPKM skala mikro yang memberlakukan kebijakan isolasi mandiri di rumah bagi para OTG, Kusdiana menegaskan hal tersebut lantaran kebijakan PPKM skala mikro. 

Apabila sebelumnya Pemkab Pangandaran memberlakukan kebijakan isolasi bagi OTG di bangunan sekolah, maka kini OTG di Pangandaran cukup menjalani isolasi di rumahnya masing-masing.

“Kalau isolasi di sekolah itu untuk lingkup satu desa. Sementara dalam PPKM skala mikro cakupan wilayahnya lebih kecil, skala RT dan RW,” sambungnya.

Baca Juga: Cukup di Rumah, OTG di Pangandaran Tidak Lagi Isolasi di Sekolah

Mengingat kasus Covid-19 di Pangandaran mayoritas dari klaster keluarga, ada kekhawatiran isolasi di rumah memunculkan klaster keluarga. 

Namun demikian, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran Yani Achmad Marzuki menegaskan, apabila dilakukan pengawasan secara maksimal, maka kebijakan isolasi mandiri di rumah tidak akan memunculkan klaster keluarga.

“Apalagi dari pengalaman selama ini, tidak ada masalah dari penerapan kebijakan isolasi di rumah di Kabupaten Pangandaran,” ungkap Yani.

Sedangkan untuk pasien bergejala, kata Yani, pihaknya sudah menambah sarana dan prasarana untuk penanganan pasien Covid-19 yang membutuhkan perawatan.

“Bangunan sekolah di dekat RSUD Pandega Pangandaran kita ubah jadi tempat perawatan. Selain itu, Puskesmas juga menyediakan minimal 2 bed untuk merawat pasien Covid-19,” katanya. (Ceng2/R7/HR-Online)

Editor: Ndu

- Advertisment -

Berita Terbaru

spot_img