Anggaran DD Ciamis Naik, Herdiat : Manfaatkan Dengan Benar

Anggaran DD Ciamis Naik
Kegiatan Launching Dana Desa TA 2021, di Aula Setda Ciamis, Senin (15/2/2021). Tahun 2021 ini anggaran DD untuk Kabupaten Ciamis naik menjadi Rp 263 miliar, dari tahun sebelumnya sebesar Rp 260 miliar. Foto : Ferry/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Anggaran Dana Desa (DD) Tahun 2021 di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, tahun 2021 ini meningkat sebesar Rp 263 miliar, dari tahun sebelumnya sebesar Rp 260 miliar.

Sehingga, dengan meningkatnya anggaran DD itu, merupakan bentuk perhatian dari pemerintah pusat dalam pembangunan desa.

Hal tersebut sebagaimana diungkapkan oleh Bupati Ciamis, H. Herdiat Sunarya, saat kegiatan Launching Dana Desa TA 2021, di Aula Setda Ciamis, Senin (15/2/2021).

Menurut Herdiat, dengan naiknya anggaran DD tahun 2021 tersebut, harus dimanfaatkan dengan benar dan sesuai peruntukannya. “Terutama untuk pembangunan pemerintahan desa yang lebih baik dan lebih maju lagi,” ucapnya.

Sementara dalam anggaran DD tahun ini, setiap desanya rata-rata ada yang mendapatkan Rp 800 juta, dan yang paling besar yakni Rp 1,4 miliar. “Dan yang paling kecil yakni Rp 200 juta,” tuturnya.

Naiknya anggaran DD ini, kata Herdiat, jangan hanya untuk pembangunan infrastruktur saja. Akan tetapi, juga harus ada untuk pembangunan non infrastruktur, yakni peningkatan sumber daya manusia (SDM).

“Saya yakin kalau SDM cerdas, perubahan desa akan segera terbentuk dan meningkat. Maka dari itu, gunakan anggaran Dana Desa ini dengan baik,” ujarnya.

Pihaknya juga mengapresiasi kinerja DPMD Ciamis. Karena, pada tahun 2021 ada sebanyak 19 desa naik statusnya menjadi Desa Mandiri, yang tadinya hanya 11 desa. Sedangkan untuk Desa Maju sebanyak 93. Kemudian Desa Berkembang yaitu sekitar 143.

Namun, katanya, yang paling membanggakan yaitu Kabupaten Ciamis sudah tidak ada lagi desa tertinggal.

“Tentunya ini berkat kerja keras dari semua pihak dari mulai pemerintahan desa dan gencarnya pembinaan dari DPMD Ciamis,” katanya.

Lebih lanjut Herdiat menambahkan, dengan naiknya status desa tersebut, bukan untuk meningkatkan berapa banyak bantuan yang didapat. Tapi, jadikanlah statusnya lebih kepada peningkatan kinerja dalam pelayanan kepada masyarakat.

“Harus tingkatkan lagi inovasi dan kreasi desa. Terutama dalam hal menggali potensi untuk dijadikan pendapatan asli desa,” pungkasnya. (Ferry/R5/HR-Online)

Editor : Adi Karyanto