Selasa, Desember 7, 2021
BerandaBerita PangandaranAnggota DPR RI Kunjungi Kampung Nusantara di Pangandaran

Anggota DPR RI Kunjungi Kampung Nusantara di Pangandaran

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Anggota Komisi XI DPR RI, Agun Gunandjar Sudarsa, mengunjungi Kampung Nusantara yang berada di Desa Cintakarya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Jumat (19/2/2021).

Kampung Nusantara merupakan bagian dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bakti Karya Kelas Multikultural Program Multimedia. Karena di dalamnya terdapat siswa dari 21 provinsi, 24 suku, dengan 28 bahasa, dan beragam agama serta adat istiadat dan kebudayaan yang ada di Indonesia.

Sementara SMK) Bakti Karya Kelas Multikultural berada dibawah naungan Yayasan Bakti Karya.

Agun mengatakan, ada kesamaan cara pandang multikultural yang digagas oleh SMK Bakti Karya di Kampung Nusantara ini. Contohnya, miniatur Negara Kesatuan Republik Indonesia. Walaupun berbeda agama, adat istiadat, suku, bahasa tapi tetap satu kesatuan.

“Sadari diri sendiri untuk apa mempertentangkan perbedaan. Karena dengan perbedaan itu, akan ada kehidupan, posisi semua sama globalisasi,” katanya Jumat (19/2/2021).

Baca Juga : Agun Gunandjar Apresiasi Kain Shibori SMK Bakti Karya Pangandaran

Selain itu, Kampung Nusantara tersebut juga terdapat joglo sebagai tempat pertemuan, yang menyatukan satu dengan yang lainnya. Seperti orang Aceh, Papua, Jawa, Sunda, dan lainnya, bisa bersatu hidup aman, damai, dan bahagia.

“Ini jelas sekali miniatur Negara Kesatuan Republik Indonesia. Berbeda-beda suku, agama, budaya, adat istiadat menjadi satu tetap rukun aman dan damai. Tanpa membeda-bedakan pangkat, jabatan dan golongan, bisa hidup harmonis dan bahagia,” ungkap Agun.

Agun berpesan, kedepan semangat kebersamaan dan keberagaman yang ada di Kampung Nusantara harus terus dipupuk dan tumbuh kembangkan. “Seiring perkembangan zaman yang kini nyaris goyah dan mulai luntur,” ucapnya.

Selain itu, anggota DPR RI dari Fraksi Golkar ini juga bangga melihat suasana keakraban di Kampung Nusantara.

Menurutnya, meskipun berbeda-beda agama, suku, bahasa adat dan budaya, namun dengan lingkungan bisa menyatu.

“Persoalan kebangsaan yang selalu ribut harus bisa mencontoh di sini. Dan saya akan terus mendukungnya,” ujarnya. (Madlani/R5/HR-Online)

Editor : Adi Karyanto

- Advertisment -