Asteroid 2020 TB12 Dekati Bumi, NASA Menyebutnya ‘Berpotensi Bahaya’

Asteroid 2020 TB12
Ilustrasi Asteroid 2020 TB12. Foto: Ist/Net

Asteroid 2020 TB12 akan meluncur mendekati planet Bumi hari ini, 1 Februari 2021. Tentang melintasnya batuan luar angkasa tersebut telah NASA ungkapkan berdasarkan apa yang telah tim ahli astronomi mereka amati selama ini.

Batuan luar angkasa tersebut rupanya mempunyai ukuran raksasa dengan panjang 145 meter. Jika kita bandingkan dengan ukuran benda yang ada di Bumi, yaitu dua kali dari pesawat Boeing 747.

Banyaknya asteroid atau benda-benda luar angkasa yang beredar dan mendekati Bumi (NEO) wajib ilmuwan amati dengan jelas. Apakah hal tersebut akan membahayakan Bumi atau tidak.

Baca Juga: Asteroid 2001 FO32 Akan Datangi Bumi 21 Maret dengan Sangat Cepat

Melintas Hari Ini, Asteroid 2020 TB12

Satu lagi peristiwa luar angkasa yang berhasil ilmuwan NASA amati adalah asteroid NEO (Near Earth Object). Asteroid tersebut merupakan benda luar angkasa yang dekat dengan orbit Bumi. Keberadaan objek tersebut terdapat dua kemungkinan, yakni berbahaya atau tidak.

Tentu saja, berdasarkan dengan pengamatan mengenai beberapa hal. Seperti ukuran objek, kecepatan laju, hingga kemungkinan terjadi tabrakan yang terjadi.

Belum lama ini, NASA mengungkapkan jika terdapat objek luar angkasa, yakni asteroid yang mendekat dan melintasi Bumi pada tanggal 1 Februari 2021. Asteroid tersebut mereka namakan dengan 2020 TB12.

Melansir Express, NASA pun mengungkapkan jika asteroid 2020 TB12 mempunyai panjang sekitar 145 meter yang melaju dengan kecepatan lebih dari 32 ribu kilometer per jam.

Asteroid tersebut dapat diperkirakan jika jaraknya dengan Bumi sekitar jarak 6,8 bulan (LD). Jika 1 LD (jarak- bulan ke Bumi) adalah 384.317 kilometer, maka 6,8 LD sekitar 2,6 juta kilometer. Meskipun jarak tersebut termasuk jauh, namun NASA menganggapnya sebagai NEO (objek dekat Bumi).

“NEO merupakan komet dan juga asteroid yang mana telah terdorong karena tarikan gravitasi planet yang paling dekat dengan mereka. Lalu, masuk ke dalam orbit yang memungkinkan untuk mereka dapat memasuki lingkungan planet Bumi ini,” ucap NASA pada situs JPL (Jet Propulsion Laboratory).

“Kepentingan ilmiah pada asteroid dan juga komet sebagian besar karena status mereka yang mana sebagai puing-puing sisa yang cenderung tidak berubah dari adanya proses pembentukan dalam tata surya sejak 4,6 miliar tahun yang lalu. Planet yang luar dengan ukuran raksasa, seperti Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus, terbentuk dari aglomerasi miliaran dari komet serta sisa potongan proses pembentukan tersebut merupakan komet yang mana kita lihat seperti sekarang,” lanjut NASA tentang Asteroid 2020 TB12.

Baca Juga: Asteroid 2020 WD5 Batuan Raksasa yang Mendekati Bumi, Ini Ukurannya!

Apakah Berbahaya?

Asteroid 2020 TB12 tersebut merupakan batuan luar angkasa yang telah NASA tetapkan sebagai NEO yang memiliki potensi bahaya. Akan tetapi, satu hal yang penting untuk dicatat adalah 2020 TB12 ialah asteroid raksasa yang tidak akan menghantam Bumi ketika melintas.

Namun, nyatanya, terdapat proses yang mana asteroid dan juga komet tersebut bisa bergeser dari orbitnya menuju ke arah orbit Bumi. Selanjutnya, NASA menambahkan jika terkadang jalur orbit dari asteroid terpengaruh dengan tarikan gravitasi planet. Sehingga, hal tersebut menjadikan orbit atau jalurnya menjadi berubah.

“Para ilmuwan pun mempercayai jika asteroid yang tersesat atau juga pecahan yang berasal dari tabrakan sebelumnya telah menghantam planet Bumi pada masa silam. Hal tersebut memainkan perannya dalam proses evolusi planet ini.”

Efek Yarkovsky merupakan sebuah gaya yang bisa mengakibatkan asteroid meleset dari jalurnya. Efek tersebut terjadi saat asteroid 2020 TB12 tersebut dipanaskan pada suhu matahari secara langsung serta mendingin dalam melepaskan radiasi pada permukaannya.

NASA kembali mengatakan jika radiasi memberikan gaya untuk asteroid menjadi bertindak sebagai pendorong yang mini dengan cara perlahan-lahan bisa mengubah arah asteroid tersebut dari masa ke masa.

Akan tetapi, 2020 TB21 ini mereka anggap sebagai asteroid yang aman. Bahkan sistem pelacakannya telah mengesampingkan semua hal yang memungkinkan dalam potensi bahaya. Karena, istilah “potensi berbahaya” tidak hanya berarti jika asteroid tersebut menjadi ancaman secara langsung untuk Bumi.

Sebaliknya, tentu hal ini mengacu pada sentimen. Jika pada suatu tempat masa depan tata surya, asteroid bisa bertabrakan dengan planet ini.

Terdapat beberapa faktor yang belum diketahui yang mana mempengaruhi perubahan jalur asteroid untuk masa depan. Termasuk juga, gaya tarik Bumi terhadap benda langit lainnya dalam tata surya. Jadi, asteroid 2020 TB12 ini bukan merupakan ancaman yang besar untuk planet kita tercinta ini. (R10/HR Online)

Editor: Jujang