Berserah Diri Kepada Allah Mengajarkan Diri Kita untuk Ikhlas dan Sabar

Berserah Diri Kepada Allah Mengajarkan Diri Kita untuk Ikhlas dan Sabar
Ilustrasi Berserah Diri Kepada Allah. Foto: Ist/Net

Berserah diri kepada Allah atau biasa kita sebut tawakal. Hal tersebut juga sering menjadi bahasan utama setiap kajian Islam. Karena memang tawakal merupakan hal penting.

Jangan kita menganggap bahwa kita Islam jika kita tidak berserah atau menyerahkan semua kehidupan kita hanya untuk Allah semata.

Allah juga telah menjanjikan untuk mencukupi kebutuhan orang-orang yang tawakal kepada-Nya. Hal tersebut telah tertera dalam Al-quran surat At-Talaq ayat 3:

Baca juga: Hikmah Beriman Kepada Malaikat Membuat Berhati-hati Dalam Bertindak

Perlu anda ketahui, berserah diri kepada Allah bukan berarti kita sepenuhnya pasrah dan tidak mau melakukan suatu hal yang mampu mengubah. Seperti dalam QS Ar-Rad ayat 11:

Lantas Bagaimana Berserah Diri Kepada Allah yang Sebenarnya?

Pasrah, tawakal, berarti kita menerima semua keputusan terbaik dari Allah SWT untuk kita. Meskipun menurut kita tidak baik, tapi menurut Allah itulah yang terbaik untuk kehidupan kita. Hal tersebut sudah Tuhan kita terangkan dalam Al-quran surat Al-Baqarah ayat 216:

Perlu anda ketahui bahwa berserah diri kepada Allah ini juga harus anda barengi dengan daya dan upaya. Maksud dari daya dan upaya tersebut, berarti kita juga ikhtiar. Bukan berarti kita hanya diam dan berpangku tangan.

Misalnya, ketika kita sedang tertimpa suatu masalah atau musibah. Hal tersebut juga merupakan ketentuan dan ketetapan Allah. Hal yang seharusnya kita lakukan adalah berdoa, sabar, dan berusaha. Bukan malah beranggapan bahwa Pemilik manusia itu tidak adil.

Apalagi kalau mencari jalan keluarnya dengan menggunakan dukun. Sungguh nanti Sang Khaliq tidak akan mengampuni dosa syirik tersebut. Karena memang hal tersebut adalah cara yang salah.

Padahal dari adanya ujian tersebut, Allah akan melihat seberapa besar usaha kita untuk bisa keluar mengatasi hal tersebut. Setiap orang yang tawakal, pasti akan senantiasa bersyukur dengan semua yang ia dapati, baik keberhasilan maupun kegagalan.

Baca juga: Keutamaan Bulan Rajab, Waktu yang Dimuliakan Alloh SWT

Bagaimana, Jika Mengalami Kegagalan

Orang yang berserah diri kepada Allah, ketika menghadapi kegagalan dalam usahanya, dengan ikhlas dan lapang dada akan menerima ketentuan dari Sang Khaliq tersebut. Hal tersebut juga tak akan muncul rasa putus asa, larut dalam kesedihan, atau kecewa.

Sudah seharusnya sebagai seorang hamba, ketika menghadapi kegagalan kita tidak boleh putus asa. Justru harus mencoba kembali sampai sukses. Dengan kita menyadari bahwa semua yang terjadi dalam kehidupan merupakan ketentuan dari Allah SWT dan itu hal yang terbaik.

Bedanya Tawakal dengan Pasrah

Pada kenyataannya, berserah diri dengan pasrah itu sangatlah berbeda. Orang yang pasrah hanya akan diam saja, menunggu pertolongan Allah tanpa adanya usaha dan doa. Kira-kira bisa?

Sedangkan orang yang tawakal, dia akan berusaha, berdoa, dan berprasangka baik terhadap Allah. Tidak akan menyerah pula sebelum berhasil mencapai tujuannya.

Keutamaan Orang yang Bertawakal

Orang yang beriman dan berserah diri kepada Allah percaya dengan semua rezeki yang telah diberikan untuk kita. Hal tersebut tentunya sudah seimbang dengan besarnya usaha kita. Ketahuilah, apapun yang akan menjadi milik kita, tidak akan menjadi milik orang lain.

Bahkan sekuat apapun tenaga kita mengejar, jika tidak akan menjadi milik kita ya tidak bisa kita raih. Sekiranya berhasil, hal tersebut tidak akan bertahan cukup lama.

Kematian Akan Menghampiri Kehidupan kita

Orang yang menyerahkan kehidupannya hanya untuk Rabb-Nya membuat hambanya justru akan mempersiapkan diri menjemput ajalnya. Mati itu tidak harus menunggu tua, yang muda dan balita saja bisa Allah ambil nyawanya jika memang sudah menjadi ketentuan-Nya.

Baca juga: Hikmah Beriman Kepada Hari Akhir, Menambah Ketaqwaan Kepada Allah

Manusia yang berserah diri kepada Allah akan menyadari bahwa kematian itu benar-benar nyata. Lalu juga akan menimpa setiap yang bernyawa. Seperti pada Al-Quran surat Ali-Imran ayat 185.

Tidak Akan Luput Dari Pengawasan Allah

Yakin bahwa semua yang dilakukan tidak akan pernah luput dari pengawasan Tuhan juga mencerminkan seseorang yang berserah diri kepada Allah. Faktanya memang begitu, sekecil apapun perbuatan kita, Allah Tuhan seluruh alam akan mengetahuinya.

Selain itu, ada malaikat yang bertugas mencatat amal baik dan buruk yang telah dilakukan manusia. Semuanya kelak akan dimintai pertanggungjawaban.

Nah, hal tersebut merupakan keutamaan, pengertian, dan juga perbedaan mengenai berserah diri kepada Allah. Semoga dapat membawa berkah dan perubahan untuk kehidupan manusia selama berada dalam gemerlapnya dunia. (Muhafid/R6/HR-Online)

Editor: Muhafid