Besok Pagi, Guru dan Sektor Pelayan Publik di Kota Banjar Mulai Divaksin

Guru Kota Banjar Divaksin
Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjar dr. Andi Bastian saat mengikuti vaksinasi untuk Nakes. Foto: Muhlisin/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjar, Jawa Barat, dr. Andi Bastian menyampaikan besok pagi pelaksanaan vaksinasi untuk Guru, pedagang pasar, TNI-Polri serta sejumlah unsur pelayan publik lainnya yang sudah terdata sebagai peserta. Guru dan pelayan publik mulai divaksin di Kota Banjar.

Para peserta vaksinasi yang sudah terdata sebagai peserta tersebut akan mendapatkan undangan atau pemberitahuan yang dikirim oleh petugas melalui aplikasi pesan WhatsApp atau nomor handphone yang sudah mereka berikan pada saat pendataan.

Pemberitahuan tersebut lanjutnya, akan disampaikan oleh petugas sebelum waktu pelaksanaan vaksinasi. Baik, menjelang pelaksanaan hari pertama ataupun hari kedua dan seterusnya sesuai jadwal yang sudah ditentukan.

“Besok pagi kami mulai pencanangan vaksinasi untuk sektor pelayan publik. Bagi mereka yang sudah terdata dan menerima pemberitahuan bisa mendatang fasilitas layanan kesehatan,” kata dr. Andi Bastian kepada HR Online, Minggu (28/2/2021).

Adapun untuk tempat pelaksanaan vaksinasi, lanjut Andi Bastian, akan dilakukan di setiap masing-masing wilayah Puskesmas. Selain itu juga di tempat yang sudah ditunjuk untuk melaksanakan vaksinasi seperti Kantor Kecamatan untuk para ASN.

Sampai saat ini, kata dr. Andi Bastian, jumlah peserta pelayan publik yang sudah terdata sebagai peserta pada Dinas Kesehatan sudah mencapai 11 ribu pendaftar dan sisanya masih dalam tahap proses penyelesaian.

Pihaknya pun mengingatkan kepada warga masyarakat dan semua pihak khususnya mereka yang sudah terdata dan menerima pemberitahuan sebagai peserta vaksinasi untuk menjaga kesehatan dengan cara istirahat secara teratur. Tujuannya agar guru maupun pelayan publik di Kota banjar saat akan divaksin dalam kondisi sehat dan fit.

“Usahakan istirahat yang cukup dan kami sarankan sarapan terlebih dahulu agar betul-betul dalam kondisi bugar sebelum divaksin,” ujar Andi Bastian.

Guru dan Pelayan Publik di Kota Banjar Bakal Divaksin, Kasus Covid-19 Bertambah dua orang

Terpisah, Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar, Agus Nugraha, kembali menyampaikan adanya penambahan kasus warga terkonfirmasi positif sebanyak dua orang.

Agus mengatakan, dua orang warga yang terkonfirmasi positif tersebut masing-masing AP (34) warga Desa Sukamukti, Kecamatan Pataruman. Lalu DP (43) warga Kelurahan Purwaharja, Kecamatan Purwaharja.

“Dua orang positif tersebut pengembangan kasus kontak erat dengan pasien positif sebelumnya dan Surveilans ILI,” kata Agus Nugraha.

Dengan penambahan dua orang tersebut lanjutnya, berdasarkan data rekap kasus per 28 Februari ini jumlah kasus positif di Kota Banjar sejak awal masa pandemi sudah mencapai 713 kasus.

Rinciannya sebanyak pasien menjalani perawatan di rumah sakit 11 kasus. Lalu isolasi mandiri 35 kasus, sembuh atau selesai isolasi 648 kasus dan meninggal dunia sebanyak 19 kasus.

“Masih terjadi penambahan namun trennya mulai menurun. Kami harapkan semua pihak tetap waspada serta disiplin menerapkan protokol kesehatan,” terang Agus. (Muhlisin/R7/HR-Online)

Editor: Ndu