Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Badan Penanggulangan Bencana Alam Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, terus melakukan pemantauan di lokasi bencana. Seperti bencana pergerakan tanah di Kawali dan juga Indragiri Panawangan, hal tersebut untuk mengingatkan warga supaya lebih waspada.
Drs. H. Dadang Darmawan, Kepala BPBD Ciamis, ketika ditemui HR Online, Selasa, (2/2/2021), mengatakan, untuk menghindari bencana susulan yang sering terjadi ketika hujan turun maka warga diimbau supaya menjauh dari lokasi. Warga juga diminta segera meninggalkan rumah.
“Masih ada warga yang menempati rumah seperti di lokasi bencana yang ada di Kawali tersebut. Namun bagi rumahnya yang rusak parah mereka sudah meninggalkan rumah, karena sangat berbahaya,” ungkapnya.
BPBD Ciamis Ingatkan Warga Bahaya Bencana Susulan
Lanjut Dadang, selain sudah melakukan pendataan berapa jumlah warga yang terdampak. Pihaknya juga tidak terus memberitahukan kepada warga terkait bahaya bencana susulan. Karena jika terjadi hujan, retakan dan pergeseran tanah terus terjadi.
Bahkan, informasi dari petugas BPBD yang melakukan peninjauan, retakan dan pergeseran tanah di lokasi bencana Kawali terus mengalami perubahan yang dapat membahayakan warga sekitar. Apalagi jika warga memaksakan diri dengan terus menempati lokasi tersebut.
“Untuk masalah perbaikan atau relokasi bagi para korban bencana alam, pihak pemerintah Ciamis harus melakukan pendataan ulang kembali berapa jumlah rumah warga yang harus direlokasi nantinya. Sehingga harus ada musyawarah dengan pihak pemerintah kecamatan dan desa, supaya nantinya ada jalan keluar terbaik,” jelasnya.
Saat ini, kata Dadang, warga yang sudah meninggalkan rumah untuk lokasi bencana di Kawali ada sembilan kepala keluarga. Karena memang kondisi rumahnya tidak mungkin ditempati lagi. Begitu juga kondisi rumah warga yang terdampak bencana di kecamatan Panawangan.
“Namun bagi warga yang masih menempati rumahnya, itu silakan saja, akan tetapi ketika hujan terjadi lebih baik segera meninggalkan rumah, karena bencana masih terus mengancam,” katanya.
Sedangkan untuk masalah relokasi, lanjut Dadang, pemerintah Kabupaten Ciamis perlu mempersiapkan lokasi. Karena relokasi harus menyediakan lahan, namun hal tersebut tidaklah mudah. Terlebih saat ini anggaran terganggu oleh pandemi covid-19.
“Kalaupun nanti terjadi relokasi maka warga harus siap apabila rumahnya dihancurkan,” katanya.
Dadang menambahkan, sesuai petunjuk dari BMKG, bagi wilayah lokasi bencana alam di Kawali ke depan tidak ada lagi lahan seperti kolam, sawah atau saluran irigasi. “Lebih baik daerah itu banyak ditanami pohon-pohon besar yang bisa menyangga tanah,” tandasnya. (ES/R7/HR-Online)
Editor: Ndu