Cegah Penyebaran DBD, Pemdes di Kawali Ciamis Galakan Gerakan PSN

Untuk mencegah penyebaran DBD saat musim hujan, Pemerintah Desa Karangpawitan, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, bersama PKM setempat menggelar sosialisasi Jumantik kepada warga di Aula Balai Desa Karangpawitan, Selasa (16/02/2021). Foto: Edji Darsono/HR
Untuk mencegah penyebaran DBD saat musim hujan, Pemerintah Desa Karangpawitan, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, bersama PKM setempat menggelar sosialisasi Jumantik kepada warga di Aula Balai Desa Karangpawitan, Selasa (16/02/2021). Foto: Edji Darsono/HR

Berita Ciamis (harapanrakyat.com),- Untuk mencegah penyebaran DBD (Demam Berdarah Dengue) saat musim hujan, Pemerintah Desa Karangpawitan, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, bersama PKM setempat menggelar sosialisasi Jumantik kepada warga di Aula Balai Desa Karangpawitan, Selasa (16/02/2021).

Kepala Desa Karangpawitan, Rosadi, melalui perangkat desa, Dadi Havidi, mengatakan, tujuan sosialisasi ini untuk memberikan pengertian kepada masyarakat mengenai Jumantik (juru pemantau jentik).

Hal tersebut sebagai upaya mencegah berkembangnya nyamuk aedes aegypti penyebab demam berdarah. Caranya dengan selalu menjaga kebersihan lingkungan melalui gerakan PSN dan 3M plus.

Baca Juga : Tangani Penyebaran DBD, Masyarakat Ciamis Diminta Biasakan Bersihkan Lingkungan

“Juru pemantau jentik merupakan anggota masyarakat yang dilatih untuk memantau keberadaan dan perkembangan jentik nyamuk. Ini sebagai upaya mengendalikan penyakit DBD melalui gerakan PSN dengan cara 3M plus,” kata Dadi.

Gerakan PSN dengan cara 3M plus adalah upaya efektif untuk memberantas dan mencegah penyebaran DBD, dengan menetapkan satu rumah satu juru pemantau jentik.

Selain itu, dalam setiap satu rumah ada agent of change yang bertugas untuk mengubah perilaku. Sedangkan, gerakan 3M plus yaitu mengubur, menguras atau menutup, melipat baju yang menggantung dan berpotensi menjadi sarang nyamuk.

“Petugas Jumantik ini akan memantau jentik nyamuk yang ada di sekeliling tempat tinggal warga,” pungkasnya. (Dji/R3/HR-Online)

Editor : Eva Latifah