Selasa, Desember 7, 2021
BerandaBerita PangandaranCovid-19, Banyak Pasangan Usia Subur di Pangandaran Tak Pakai KB

Covid-19, Banyak Pasangan Usia Subur di Pangandaran Tak Pakai KB

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Pandemi Covid-19 berpengaruh terhadap pelaksanaan program Keluarga Berencana (KB) di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Akibat pandemi, banyak Pasangan Usia Subur (PUS) di Pangandaran yang tidak mengikuti program KB.

Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten Pangandaran, Heri Gustari, menyebutkan, tahun 2020 jumlah PUS yang tak mengikuti program KB di Kabupaten Pangandaran menurun. Jumlah tersebut apabila dibandingkan dengan tahun 2019.

“Pada tahun 2019 PUS yang tidak ber-KB ada 19.794, sementara tahun 2020 tercatat PUS yang tidak ber-KB ada 19.424,” katanya, Selasa (16/2/2021).

Heri menjelaskan, jumlah PUS yang hamil pada tahun 2019 tercatat 2.662 pasangan. Pada tahun 2019 juga terdapat Pasangan Usia Subur di Pangandaran yang tidak mengikuti program KB dengan berbagai alasan.

Sebanyak 7.345 Pasangan Usia Subur tidak ikut program KB dengan alasan Ingin Anak Segera (IAS).

Ada juga pasangan yang tidak ikut program KB karena Ingin Anak Tuna (IAT), jumlahnya 4.285 pasangan. 

Selanjutnya, pasangan yang Tidak Ingin Anak Lagi (TIAL), jumlahnya sebanyak 5492 pasangan.

“Sementara untuk tahun 2020, Dinas KBP3A Kabupaten Pangandaran, juga mencatat PUS yang hamil ada 2.700,” katanya. 

Alasan pasangan yang tidak ikut program KB pada tahun 2020, karena Ingin Anak Segera (IAS) ada 7.363 pasangan.

“Selanjutnya karena alasan Ingin Anak Tuna (IAT) ada 4.167 pasangan usia subur tidak ber-KB,” katanya.

Terakhir, karena alasan Tidak Ingin Anak Lagi (TIAL), ada 5.194 Pasangan Usia Subur di Pangandaran tidak ikut program KB.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengendalian Penduduk Dinas KBP3A, Tatang Solihin, mengatakan, pada tahun 2019 target Permintaan Masyarakat (PPM) pada program KB di Kabupaten Pangandaran mencapai 12.772.

“Namun pada akhir Desember 2019 yang terealisasi hanya 12.154 atau sekitar 95 persen,” ujar Tatang.

Sedangkan, pada tahun 2020 target Permintaan Masyarakat (PPM) pada program KB mencapai 12.786.

“Dari target pada tahun 2020 tersebut, yang berhasil direalisasikan pada akhir Desember 2020 tercatat 9.562 atau hanya 74,78 persen,” jelasnya.

Penurunan target capaian program KB pada tahun 2020 memang cukup signifikan. Hal itu, kata Tatang, akibat pandemi Covid-19. (Ceng2/R7/Hr-Online)

Editor: Ndu

- Advertisment -