Pemprov Jabar Kawal Ketat Distribusi Vaksin Corona Sampai Ke Masyarakat

Distribusi Vaksin Corona di Jabar
Pemprov Jabar kawal ketat distribusi vaksin corona. Foto: Dadang/HR

Berita Jabar (Harapanrakyat.com),- Pemprov Jabar melakukan pengawalan secara ketat terhadap distribusi vaksin corona ke seluruh daerah. Hal ini agar kualitas vaksin terjaga sampai proses penyuntikan, termasuk kepada masyarakat.

Marion Siagian, Ketua Divisi Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, mengatakan Pemprov Jabar menerima vaksin dari pusat pada Senin (22/2/2021). Jumlahnya sebanyak 127.070 vial, per vialnya 9 dosis.

Vaksin telah sampai ke Gudang Farmasi Provinsi. Pemprov Jabar kini mulai distribusikan vaksin corona tersebut ke 27 kota/kabupaten.  Proses pendistribusian sesuai dengan SOP dari Kemenkes dan Badan POM.

Dalam distribusi vaksin corona ini, yang paling penting adalah rantai dingin. Semua vaksin tersebut pendistribusiannya memakai kendaraan berpendingin atau cold box/vaccine carrier.

“Dalam pendistribusian vaksin ini kami sudah berkoordinasi dengan Polri dan instansi terkait guna membantu pengawalan,” katanya.

Menurut Marion, sasaran vaksinasi tahap 2 sebanyak 6,6 juta. Yakni, 4.403.984 orang lansia dan petugas publik sebanyak 2.195.2915 orang.

Marion menyebut, dalam pelaksanaan tahap 2 ini, tenaga kesehatan menjadi sasaran utama bagi yang belum menjalani vaksinasi. Kemudian para lansia baru pelayan publik. Proses vaksinasi sesuai dengan ketersediaan vaksin.

Selain dalam pengamanan distribusi vaksin corona, Pemprov Jabar pun memperhatikan tempat pelayanan vaksin setiap daerah. Termasuk tenaga vaksinator adalah yang terlatih.

Menurut Marion, prose vaksinasi massal sebagai upaya untuk memperluas sasaran serta mempercepat penyuntikan vaksin. Tak hanya itu, Marion pun menyebut telah membuat skenario penyuntikan vaksin terhadap daerah terdampak banjir.

“Kami siapkan strategi, dengan cara memindahkan pelayanan ke tempat fasilitas kesehatan yang tak terdampak banjir. Atau pun pada tempat pengungsian namun dengan pengawasan tim medis,” jelasnya. (R9/HR-Online)

Editor: Dadang