Emak-emak Gapura Ciamis Sukses Olah Koran Bekas Jadi Kerajinan

Emak-emak Gapura Ciamis Sukses Olah Koran Bekas Jadi Kerajinan
Ibu-ibu kelompok Galuh Peduli Rasa (Gapura) Kabupaten Ciamis, yang sukses olah koran bekas menjadi kerajinan. Foto : Ferry/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Kelompok Galuh Peduli Rasa (Gapura) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, memberdayakan ibu-ibu rumah tangga untuk membuat kerajinan dan kesenian yang bernilai tinggi, dari olahan bahan baku koran bekas.

Kelompok Gapura yang berada di Dusun Cidewa, Desa Dewasari, Kecamatan Cijeungjing, ini telah menghasilkan berbagai produk kerajinan dari koran bekas.

Bahkan, penjualan kerajinannya juga tidak hanya di daerah saja, namun sudah luar Jawa bahkan sampai ke daerah Bali.

Selain itu, kerajinan dari olah koran bekas itu bisa menghasilkan sampai ratusan bahkan jutaan rupiah setiap bulannya.

Ketua Kelompok Gapura Ciamis, Haqibul Mujib, mengatakan, dalam mengelola limbah koran bekas menjadi suatu kerajinan dan karya seni ini dimulai sejak tahun 2016 silam.

Namun, saat itu belum memberdayakan ibu-ibu rumah tangga. Karena masih dalam tahap pembinaan saja.

“Setelah membina dan memberikan pemahaman tentang pengolahan limbah kertas koran, kemudian tahun 2019, ibu-ibu telah bisa membuat suatu produk kerajinan. Mulai dari berupa vas bunga, keranjang dan lain-lain,” katanya kepada HR Online, Sabtu (13/2/2021).

Sampai saat ini, ada sebanyak 20 ibu rumah tangga yang Mujib bina. Akan tetapi, dari 20 orang tersebut, hanya 12 orang yang aktif dan tekun menjalani olah limbah kertas koran bekas ini.

“Jadi meskipun ada 12 orang, namun hasil karyanya beda-beda. Hal itu agar tidak kebanyakan barangnya, dan pengerjaannya juga sesuai pesanan ke konsumen,” ungkapnya.

Hasil dari Olah Koran Bekas Kelompok Gapura Ciamis

Lebih lanjut Mujib menjelaskan, bahwa pihaknya sengaja memberdayakan ibu-ibu, sebagai upaya untuk memberikan penghasilan lebih untuk keluarganya. Sementara kebanyakan ibu-ibu yang ia bina adalah tetangga dekat rumahnya.

“Setiap harinya ibu-ibu yang mengolah limbah koran ini jadi kerajinan, bisa mendapatkan uang sebesar Rp 25 ribu sampai Rp 60 ribu per hari,” jelasnya.

Menurutnya, pekerjaan dalam mengolah limbah kertas koran bekas menjadi kerajinan ini tidak membutuhkan waktu lama. Jadi, ibu-ibu ini masih bisa kerja sebagai ibu rumah tangga.

“Sementara untuk produksi, bahan-bahannya dibawa oleh ibu-ibu ke rumahnya. Setelah selesai baru saya bawa, untuk kemudian menjualnya kepada konsumen,” tuturnya.

Sedangkan untuk memasarkan hasil karya kerajinan dari koran bekas itu, pihaknya mempromosikan lewat berbagai media sosial dan marketplace untuk mengikat konsumen.

“Alhamdulilah, setiap bulannya ada saja yang beli kerajinan hasil dari olahan koran bekas. Baik dari marketplace, Facebook dan media sosial lainnya,” ucap Mujib.

Mujib berharap, pemerintah dapat memfasilitasinya dengan bentuk kerjasama untuk mempromosikan hasil karyanya, baik dengan instansi maupun pihak lain, yang mempunyai wadah untuk menjajakan hasil karya UMKM.

“Kami harap ada wadah promosi bagi hasil karya UMKM, supaya kami bisa lebih berkembang lagi,” pungkasnya. (Ferry/R5/HR-Online)

Editor : Adi Karyanto