Jumat, Oktober 22, 2021
BerandaBerita TerbaruFauna Tipe Asiatis dan Berbagai Contoh Klasifikasinya

Fauna Tipe Asiatis dan Berbagai Contoh Klasifikasinya

Fauna tipe asiatis ada yang terdapat pada beberapa bagian dataran tinggi Sunda. Apalagi Indonesia merupakan salah satu negara tropis yang menyimpan spesies fauna. Kawasannya terbagi dalam tiga bagian dengan karakteristik masing-masing.

Ketiga kawasan ini meliputi asiatis, peralihan, dan australis. Masing-masing membagi Indonesia bagian barat, tengah, serta timur. Tetapi paling banyak fauna penghuni Indonesia terdapat di wilayah Indonesia bagian barat.

Fauna ini meluas ke barat dan mencakup sebagian pulau Jawa, Kalimantan, Sumatra, dan Bali. Ada beberapa hewan yang termasuk dalam kategori fauna. Misalnya badak, monyet, banteng, dan masih banyak lagi.

Mengenal Fauna Tipe Asiatis dan Pengertiannya

Fauna Asia memiliki nama lain sebagai fauna Sunda. Hewan-hewannya bisa menyebar ke berbagai wilayah Indonesia. Dalam hal ini, termasuk ke berbagai pulau.

Baca juga: Laba-Laba Rubah Alopecosa Fabrilis Bermata Delapan Kembali Ditemukan

Hewan-hewan ini memiliki ciri yang cukup unik. Tentu saja berbeda dengan ciri dari fauna dari Indonesia bagian timur. Biasanya hewan ini tumbuh dan berkembang biak pada sebagian wilayah Asia.

Ciri-Ciri Fauna Kawasan Asiatis

Ada beberapa ciri kawasan yang memiliki fauna asiatis. Salah satu negara yang memilikinya adalah Indonesia. Dengan kata lain, kekayaan fauna asiatis di Indonesia cukup beragam.

Berikut adalah ciri kawasan yang memiliki fauna tipe asiatis:

Memiliki Jumlah Spesies Ikan Tawar yang Melimpah

Ciri-ciri yang pertama biasanya wilayah asiatis kaya akan ikan tawar. Bahkan persentasenya lebih tinggi dari wilayah peralihan maupun australis. Sehingga memiliki beraneka ragam kekayaan ikan.

Keberadaannya meluas ke seluruh wilayah asiatis. Baik ke tempat terpencil maupun tidak. Untuk mengatasi kekurangan pangan, kebetulan ikan tawar yang ada merupakan jenis layak konsumsi.

Ciri yang pertama ini merupakan kelebihan dari adanya ikan yang cantik. Ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi budidaya ikan air tawar.

Faktor tersebut berkaitan dengan suhu yang stabil, kadar garam yang rendah, minimnya penetrasi cahaya, dan banyak tumbuhan dalam air tawar. 

Hewan Mamalia atau Menyusui Dengan Ukuran yang Besar

Ciri-ciri fauna tipe asiatis berikutnya adalah semua hewan dominasi mamalia yang berukuran besar. Sama halnya dengan wilayah Indonesia bagian timur. Kesamaan dengan wilayah zona oriental karena wilayah asiatis dulunya masih bersatu.

Karena faktor alam, maka keduanya berpisah. Perpisahan ini menyebabkan adanya persebaran fauna yang merata. Bahkan tidak memiliki perbedaan yang cukup signifikan.

Hampir semua wilayah bisa dijumpai mamalia berukuran besar. Tetapi ada juga mamalia yang berukuran sedang tapi tidak mendominasi. Mamalia ini misalnya orang utan, beruang madu, dan masih banyak lagi.

Burung Dengan Suara yang Menarik Daripada Warnanya

Selain ada mamalia dan ikan, fauna tipe asiatis juga memiliki berbagai jenis burung. Tetapi burung-burung wilayah asiatis berbeda jauh dengan wilayah australis. Pasalnya, motif dan warna dari tubuhnya tidak begitu beragam.

Hal ini karena burung wilayah asiatis tidak memiliki konsentrasi warna bulu yang memadai. Maka dari itu, pengklasifikasiannya terlihat dari jenis dan suaranya saja. Memang suara burung wilayah asiatis cenderung menarik dan unik.

Burung yang memiliki suara merdu sudah pasti memiliki kicauan yang lebih banyak. Bahkan kicauan ini termasuk unik dan bervariasi. Tetapi ini adalah kelebihan dari burung asiatis walaupun bulunya kurang menarik.

Baca juga: Fakta Genom Tuatara, Satu Nenek Moyang dengan Ular dan Kadal

Biasanya burung pada fauna tipe asiatis hanya memiliki warna hitam dan putih. Untuk warna lain akan sulit menemukannya. Mengingat warnanya yang kurang menarik sehingga sulit untuk menghafalnya.

Tetapi jika memelihara burung asal Indonesia bagian barat ini, harus bisa mengolah suaranya agar mendapatkan suara yang merdu dan lebih unik. Hal ini merupakan incaran banyak orang untuk bisa memilikinya.

Burung-burung ini umumnya memiliki karakter suara yang berbeda. Ketika bersahutan satu dengan lainnya akan membentuk irama. Sehingga enak sekali mendengarkan suara burung pada waktu pagi hari.

Banyak Terdapat Kera dan Kucing

Ternyata, fauna tipe asiatis juga memiliki banyak spesies kera dan kucing. Dalam hal ini merupakan ciri dari kawasan Indonesia bagian barat. Sehingga merupakan keunikan karena fauna peralihan dan australis tidak memilikinya.

Selain itu, kera ataupun kucing juga memiliki beragam jenis. Masih terbagi dalam masing-masing jenisnya lagi. Sehingga memiliki sebaran yang sangat banyak.

Habitat dari masing-masing hewan juga termasuk dalam pengklasifikasiannya. Semua hewan tidak mungkin memiliki habitat yang sama. Sehingga harus mengelompokkannya terlebih dahulu.

Fauna tipe asiatis banyak terdapat kera yang berukuran besar. Tak hanya itu saja, tetapi juga memiliki banyak kera ekor panjang. Beberapa jenis kera yang mendominasi adalah gorila, bonobos, dan simpanse.

Untuk golongan kucing terbagi atas tiga bagian. Ada kucing kecil yang banyak dipelihara oleh orang-orang rumahan. Baik itu kucing hutan maupun kucing merah.

Baca juga: Alat Navigasi Hewan yang Menakjubkan

Selanjutnya ada kucing sedang yang memiliki ukuran tidak terlalu besar dan tak terlalu kecil. Sehingga jarang ada orang yang mau memeliharanya. Biasanya kucing ini termasuk kucing dahan dan kucing batu.

Sedangkan untuk selanjutnya merupakan kucing besar. Kucing ini merupakan hewan buas sehingga tidak ada yang memeliharanya karena mendapatkan perlindungan khusus dari pemerintah. Harimau dan macan tutul termasuk dalam jenis kucing besar.

Sebagian Kecil Merupakan Fauna Endemik

Wilayah asiatis merupakan hunian bagi fauna endemik. Dalam hal ini baik fauna tipe asiatis yang masih hidup maupun yang sudah punah. Maksud dari pengertian ini adalah hewan-hewannya tidak terdapat pada wilayah Indonesia bagian tengah maupun timur.

Adanya perkembangan teknologi membuat orang-orang menciptakan banyak varietas hewan. Mereka melakukan generasi buatan agar tercipta hewan yang sama. Tujuannya agar tidak mengalami kepunahan.

Tetapi aksi ini tidak akan berhasil untuk tumbuh dan berkembang. Pasalnya, sudah ada beberapa struktur organ yang berbeda. Sehingga untuk beradaptasi dengan lingkungan pasti akan lebih sulit.

Sebaran hewan endemik ini tidak akan bisa hidup pada tempat yang bukan habitat aslinya. Jika berbeda, maka keberlangsungan hidupnya akan terganggu. Sehingga hewan satu per satu akan mati.

Contoh Fauna Asiatis

Sebenarnya banyak sekali jenis fauna tipe asiatis, namun akan mengambil beberapa contoh dan pembahasannya. Berikut adalah penjelasannya mengenai hewan asiatis:

Mamalia

Jenis yang pertama adalah mamalia yang memiliki jumlah total 381. Sebanyak 173 merupakan spesies endemik. Bahkan sebagian besar dari mamalia sudah terancam punah.

Badak Bercula Satu

Nama lain dari badak bercula satu adalah badak jawa. Memiliki cula satu yang kecil termasuk pada anggota famili Rhinocerotidae. Bahkan badak ini merupakan satu antara lima badak yang masih hidup. Kulitnya bermozaik dan menyerupai baju baja.

Ukurannya sekitar 3.1-3.2 meter dengan tinggi 1.4-1.7 meter. Fauna tipe asiatis ini sekarang berada di Kebun Binatang Ujung Kulon. Memiliki indra penciuman yang cukup tajam. Badak ini merupakan jenis herbivora yang memakan daun-daunan.

Orang Utan

Hewan asiatis berikutnya adalah salah satu jenis kera lengan panjang dan berambut kemerahan atau cokelat. Hidupnya berada pada hutan tropika Indonesia, khususnya Kalimantan dan Sumatera.

Habitatnya kini mulai terancam punah karena terganggu oleh tangan manusia. Mulai mengalami penyempitan tanah habitat. Orang utan termasuk jenis mamalia yang tumbuh dan melahirkan dengan fase vivipar.

Kancil

Fauna tipe asiatis berikutnya adalah kancil. Hewan yang satu ini berasal dari daerah hutan dataran rendah. Kancil merupakan mamalia dengan tubuhnya yang kecil.

Harimau Sumatera

Ada juga harimau sumatera yang memiliki habitat asli di kawasan Sumatera. Harimau ini merupakan satu dari enam spesies harimau yang masih hidup. Sehingga harus mendapatkan perhatian dari pemerintah. Bahkan sudah masuk ke dalam daftar merah spesies terancam pada Lembaga Konservasi Dunia IUCN.

Burung

Berdasarkan data dari konservasi internasional, ada 771 spesies unggas pada fauna tipe asiatis. Sebanyak 146 spesies tergolong hewan endemik.

Pulau Jawa dan Bali memiliki jumlah spesies endemik paling kecil hanya 20 spesies. Berikut adalah berbagai jenis burung fauna asiatis:

Burung Enggang

Jenis yang pertama adalah burung enggang yang memiliki bentuk paruh unik. Bentuknya sama seperti tanduk sapi tanpa melingkar. Sehingga mudah dalam mengenalnya daripada jenis burung lainnya.

Burung ini memiliki paruh yang berwarna terang. Nama ilmiahnya adalah Buceros yang merujuk pada paruhnya. Karena memiliki arti tanduk sapi dalam bahasa Yunani.

Burung Jalak Bali

Burung dari fauna tipe asiatis yang terkenal adalah jalak bali. Kicauan burung ini berukuran sedang dengan panjang kurang lebih 25 cm. Warnanya juga sangat unik dan tergolong langka.

Baca juga: Jejak Buaya Purba Ditemukan di Korea Selatan

Burung jenis ini lebih dikenal dengan sebutan curik daripada jalak bali. Burung ini kebanyakan terdapat pada wilayah hutan bagian barat pulau Bali. Ini merupakan salah satu hewan endemik Indonesia.

Burung Parkit

Ada juga burung parkit yang merupakan salah satu dari banyak spesies nuri kecil dan sedang. Umumnya burung ini memiliki bulu ekor panjang.

Reptilia atau Amfibi

Selain ada mamalia dan burung, ada juga reptil serta amfibi. Jumlahnya kini 449 spesies dengan 125 genus reptil. Tiga famili merupakan hewan endemik yang tersebar pada wilayah Indonesia bagian barat.

Kadal Cokelat Kalimantan

Fauna tipe asiatis juga menyimpan kadal pohon Kalimantan. Memiliki nama lain dengan sebutan bengkarung pohon Kalimantan. Jenis kadal ini merupakan hewan endemik dari pulau Kalimantan.

Ikan

Indonesia memiliki 1000 spesies ikan yang hidup dalam sungai, danau, dan rawa-rawa. Kalimantan memiliki 430 spesies. Sedangkan sisanya tersebar di Sumatera dan wilayah lainnya.

Ikan Arwana Emas

Arwana Asia memiliki nama lain siluk merah yang merupakan spesies ikan air tawar. Ikan ini memiliki badan yang cukup panjang dengan sirip dubur terletak jauh. Arwana ini umumnya memiliki warna yang agak keperakan.

Ikan Nila

Jenis fauna tipe asiatis merupakan salah satu dari habitat air tawar. Ini merupakan salah satu ikan konsumsi yang banyak peminatnya. Memiliki nama lain Oreochromis niloticus.

Ikan ini memiliki ukuran yang sedang dengan panjang moncong mencapai 30 cm. Kadang ukurannya lebih dan ada yang kurang dari ukuran tersebut. Tubuhnya berwarna kehitaman dan keabuan.

Terdapat beberapa pita gelap melintang yang makin kabur ketika dewasa. Untuk nila yang masih kecil memiliki perbedaan pada alat kelamin. Setelah bobot badannya capai 50 gram, bisa terlihat antara jantan serta betina.

Itulah beberapa fauna tipe asiatis yang cukup beragam. Sehingga menambah keanekaragaman fauna Indonesia. Tetapi kini banyak hewan-hewan yang sudah mulai langka dan membutuhkan perawatan khusus. (R10/HR-Online)

Editor: Subagja Hamara

- Advertisment -

Berita Terbaru

spot_img