Goa Lalay Padaherang Bakal Jadi Wisata Fauna di Pangandaran

Goa Lalay Pangandaran
Seorang warga menunjukkan Goa Lalay yang berada di Dusun Babakansari RT 3, RW 5, Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Foto: Ceng/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Goa yang dihuni kelelawar sudah banyak yang menjadi sumber pendapatan warga. Begitu juga dengan Goa Lalay yang berada di Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. 

Karena berbagai potensinya, goa tersebut bakal dikembangkan menjadi kawasan wisata Fauna. Sebelumnya, Goa Lalay tersebut sudah menjadi sumber pendapatan warga lantaran kotoran dari kelelawar penghuni goa punya nilai ekonomi tinggi.

“Karena banyak kelelawar yang menghuni goa tersebut, penduduk sini menyebutnya Goa Lalay. Lalay kalau dalam bahasa Indonesia itu kelelawar,” ujar Yuyuk Ruhijar Sekdes Ciganjeng, Rabu (24/2/2021). 

Goa Lalay di Padaherang Pangandaran ini sudah lama berada dalam pengelolaan Persaudaraan Goa Lalay Kedung Palungpung.

“Sudah lama juga pengelola Goa Lalay memproduksi pupuk dari kotoran kelelawar,” katanya.

Masyarakat sekitar goa juga telah memanfaatkan kotoran kelelawar di goa tersebut untuk pupuk di kebun dan sawah. 

“Tanaman dari kebun dan sawah yang pupuknya dari Goa Lalay ini tidak kalah dengan tanaman yang pupuknya dari pupuk buatan pabrik,” kata Yuyuk.

Pemesan Pupuk dari Goa Lalay di Padaherang Pangandaran dari Luar Daerah

Bukan hanya petani di sekitar Goa Lalay, kata Yuyuk, banyak konsumen dari luar Pangandaran yang memesan pupuk kotoran kelelawar dari Goa Lalay tersebut.

“Harga eceran pupuk kotoran kelelawar ini Rp 1.500 per kilogram,” katanya.

Pengelola kemudian menyimpan hasil penjualan pupuk dari Goa Lalay tersebut sebagai uang kas.

“Kami pemerintah Desa mengimbau masyarakat tetap menjaga Goa Lalay, lestarikan jangan sampai rusak,” kata Yuyuk.

Saat ini Goa Lalay yang berada di Dusun Babakansari, RT 03, RW 05, Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran tersebut berada di tanah milik Kosli Sunarso.

Warga sekitar menemukan goa tersebut pada tahun 1823. Dengan kedalaman 120 meter, Goa Lalay di Pangandaran ini memiliki lebar 35 meter dan juga tinggi 20 meter.

“Kawasan Goa Lalay ini ke depannya akan kami kembangkan. Pertama kami buat akses jalan dulu, dananya berasal dari keuangan Desa,” jelasnya.

Jika pengelolaan Goa Lalay tersebut maksimal, serta melibatkan pemerintah, Yuyuk yakin akan berkembang dengan baik. Selain itu bisa jadi sumber pendapatan masyarakat. (Ceng2/R7/HR-Online)

Editor: Ndu