Gula Aren Langkaplancar Pangandaran Banyak Dikenal Melalui Internet

Gula aren produksi Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, kini mulai dikenal oleh banyak daerah di Indonesia. Foto: Enceng/HR.
Gula aren produksi Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, kini mulai dikenal oleh banyak daerah di Indonesia. Foto: Enceng/HR.

Berita Pangandaran (harapanrakyat.com),- Gula aren Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, kini pemasarannya mulai meluas sehingga sudah banyak dikenal oleh berbagai daerah di Indonesia.

Masih banyaknya pohon aren di wilayah Kecamatan Langkaplancar membuat wilayah tersebut menjadi penghasil gula aren terbesar di Kabupaten Pangandaran.

Seiring dengan kemajuan zaman, pemasaran gula aren asal Langkaplancar pun semakin meluas lantaran banyak kalangan generasi muda yang memasarkannya melalui internet.

Untuk memudahkan konsumen dalam mengonsumsi gula aren, tidak sedikit masyarakat yang mengolahnya menjadi gula semut.

Seperti halnya Rahma, salah seorang pengrajin gula semut asal Langkaplancar yang mengaku selain gula aren asli, ia juga memasarkan gula aren yang sudah diolah menjadi gula semut.

“Untuk saat ini lebih banyak konsumen yang memesan gula semut ketimbang gula aren asli. Mungkin karena cara pemakaiannya lebih gampang dan tampilannya jauh lebih menarik,” katanya, kepada HR Online, Sabtu (06/02/2021).

Baca Juga : Manfaat Gula Aren dari Tangkal Kanker Hingga Bantu Diet

Lebih lanjut Rahma mengatakan, cara pemasarannya pun kini jauh lebih mudah. Jika orang tua dulu memasarkan gula aren produksi Langkaplancar harus membawanya dengan cara memikul ke pasar-pasar luar daerah. Baik itu ke pasar Banjar, Ciamis, maupun pasar Tasikmalaya.

Namun, kini pemasarannya cukup melalui internet. Kemudian, untuk pengirimannya juga cukup menggunakan jasa pengiriman.

“Jadi tidak heran jika saat ini pedagang gula aren asal Langkaplancar dari kalangan generasi muda, dan tentunya dengan jangkauan yang jauh lebih luas,” kata Rahma.

Gula aren sendiri terbuat dari tandan bunga pohon aren yang dimasak hingga mengental, sehingga kemurniannya tetap terjaga dan pastinya higienis. Selain itu, gula aren asal Langkaplancar ini memiliki wangi yang khas.

“Semoga dengan semakin majunya zaman, keberadaan gula aren asal Langkaplancar ini tidak punah, dan tetap menjadi ikon Langkaplancar,” harap Rahma. (Cenk/R3/HR-Online)

Editor : Eva Latifah