Sabtu, Oktober 23, 2021
BerandaBerita TerbaruHikmah Menepati Janji Mengajarkan Kita untuk Berfastabiqul Khairats

Hikmah Menepati Janji Mengajarkan Kita untuk Berfastabiqul Khairats

Hikmah menepati janji tanpa kita sadari ternyata ada banyak sekali. Kata janji dalam kamus bahasa Indonesia adalah ucapan atau perkataan yang menyatakan sebuah kesediaan atau kesanggupan untuk melakukan sesuatu atau berbuat.

Kerap kali janji juga merupakan hutang. Faktanya janji itu mudah dalam pengucapannya, namun susah dalam pembuktiannya. Keberadaan janji juga mengikat diri kita sendiri terhadap suatu ketentuan yang harus terpenuhi.

Menepati janji juga berarti kita berusaha untuk memenuhi semua yang telah kita janjikan dan ikrarkan. Hal ini juga termasuk dalam perilaku terpuji. Bahkan hikmah menepati janji akan menjadi jalan untuk kita menjadi salah satu penghuni syurga Firdausnya Allah. Maa Syaa Allah.

Beberapa Hikmah Menepati Janji yang Perlu Kita Ketahui

Berikut beberapa dalil serta pelajran yang kita dapat dari perbuatan tepat janji.

Dalil untuk Menepati Janji

Allah Subhanahu wa ta’alla telah mewajibkan untuk semua umat muslim untuk menepati janji. Hal tersebut ditegaskan dalam Al-Quran surat Al-Maidah ayat 1:

Selain surat Al-Maidah Allah juga menegaskan kembali dalam surat An-Nahl ayat 91:

Dari beberapa dalil tersebut, mengapa menepati janji itu bersifat wajib. Karena Allah SWT yang telah menciptakan kita dan nikmat langit, bumi seisinya juga telah menganjurkan untuk semua hambanya.

Untuk anda dan kita semua yang belum mengetahui dan paham betul mengenai apa saja hikmah menepati janji, berikut ini penjelasannya.

Ciri Orang yang Bertaqwa

Dalam kitab Allah telah jelas salah satu sifat orang yang bertaqwa kepada Tuhan, ia adalah orang yang menepati janji. Jadi, hikmah menepati janji akan menjadi tanda untuk kita bahwa kita orang yang bertaqwa, percaya dengan Allah SWT.

Sungguh Allah telah berfirman dalam Ali-Imran ayat 76:

Hikmah Menepati Janji

Manusia itu nyatanya lebih sempurna daripada hewan. Dari hal tersebut berarti manusia itu bisa membedakan mana yang baik dan buruk. Kita tak punya alasan untuk tidak mentaati perintah Allah. Apalagi yang sudah tercatat dalam Al-Qur’anul karim.

Terbebas Dari Semua Tuntutan

Hikmah menepati janji yang berikutnya adalah kita akan terbebas dari tuntutan dunia maupun akhirat. Maksudnya begini, setiap janji itu adalah hutang. Hutang itu harus kita bayar. Jadi, sebelum kita mengucapkan janji, alangkah lebih baiknya jika kita fikirkan dulu.

Karena berfikir dahulu sebelum bertindak itu penting. Jangan sampai kita hanya menjadi seseorang yang pandai mengkoar-koarkan janji tanpa bisa menepatinya. Perlu kita ketahui bahwa semua yang kita lakukan selama berada di dunia, kelak akan dimintai pertanggungjawaban.

Dalam surat Al-Isra’, Allah telah berfirman dalam QS Al Isra ayat 34:

Merupakan Sikap Allah dan Akan Menjadi Penghuni Syurga

Siapa yang tak mau jadi penghuni syurganya Allah. Maa Syaa Allah, semua telah sedia bahkan yang kita dilarang melakukannya saat hidup menjadi seorang hamba manusia di dunia.

Tiket untuk menuju syurga itu sebenarnya mudah dan ada beragam cara yang bisa kita lakukan. Untuk itu, marilah kita bersama-sama berlomba dalam hal kebaikan.

Mencerminkan Bahwa Manusia Itu Berakal

Karena manusia itu paling sempurna dalam penciptaannya, sudah pasti ia berakal. Hikmah menepati janji juga menjadi ciri bahwa kita adalah benar-benar orang yang berakal.

Dalam Quran surat Ar-Ra’ad ayat 10-20 telah menjelaskan bahwa:

Sifat-sifat Rasul

Hal tersebut juga merupakan sifat wajib rasul. Sifat rasul sendiri ada empat. Shidiq yang berarti benar dan amanah dapat dipercaya. Lalu tabligh artinya menyampaikan, sedangkan fathonah cerdas artinya.

Selagi kita masih mampu untuk berusaha, sebisa mungkin jadilah orang yang menepati janji. Jangan hanya fasih dalam pengucapan agar kita bisa mendapatkan hikmah menepati janji tersebut. (Muhafid/R6/HR-Online)

Editor: Muhafid

- Advertisment -

Berita Terbaru

spot_img