Jalan Berlubang di Perempatan Cipasung Tasikmalaya Timbulkan Kemacetan

Jalan Berlubang di Perempatan Cipasung Tasikmalaya Timbulkan Kemacetan
Kondisi jalan yang berlubang di perempatan Muktamar Cipasung, Kabupaten Tasikmalaya, kerap menjadi penyebab kemacetan. Foto:Apip/HR

Berita Tasikmalaya (harapanrakyat.com),- Jalan berstatus milik provinsi Jawa Barat di Kabupaten Tasikmalaya banyak yang berlubang, salah satunya di perempatan Cipasung.

Kerusakan jalan provinsi tersebut ternyata tak sedikit, namun puluhan kilometer jalan mengalami kerusakan.

Kondisi jalan yang berlubang di perempatan Muktamar Cipasung ternyata kerap menjadi penyebab kemacetan.

Hal tersebut lantaran banyak pengendara yang berhati-hati saat melintasi jalan tersebut.

“Jalan di perempatan ini kondisinya sangat parah, lubangnya dimana-mana,” ujar salah seorang pengendara sepeda motor, Nuraeni, Selasa (16/2/2021).

Baca Juga: Perempatan Cikurubuk Tasikmalaya Berlubang dan Tergenang Air

Menurutnya, jalan yang berlubang di perempatan Muktamar Cipasung ini sekitar 30 sentimeter.

“Kalau lagi hujan, lubangnya tidak terlihat karena tertutup air, tentu ini membahayakan bagi pengendara,” katanya.

Pihaknya berharap pemerintah bisa segera memperbaiki jalan yang rusak tersebut.

“Sudah lama rusak, harus segera ada perbaikan, demi kenyamanan dan keselamatan pengendara,” pungkasnya.

Sementara itu, Kabid Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tasikmalaya.

Atep Dadi Sumardi, membenarkan masih banyak jalan milik provinsi yang keadaannya rusak.

Ia menyebut, di Kabupaten Tasikmalaya ada 11 ruas jalan yang berstatus milik Provinsi dengan panjang jalan 123,646 kilometer.

“Puluhan kilometer jalan milik provinsi itu sekarang rusak, termasuk yang ada di perempatan Muktamar Cipasung,” ungkap Atep.

Selain itu, kondisi jalan rusak yakni ruas jalan Salawu-Singaparna tepatnya wilayah Warung Peuteuy, ruas Jalan Singaparna-Cikunir sampai Cintaraja dan ruas Jalan Karangnunggal-Cipatujah.

“Kerusakan jalannya tidak membentang, tapi ada di spot-spot jalan tertentu, jika dijumlahkan mungkin puluhan kilometer,” jelasnya.

Meski demikian, pihak pemkab Tasikmalaya tidak bisa berbuat banyak.

Pasalnya, jalan yang rusak statusnya milik pemerinta provinsi, otomatis kewenangan perbaikan yakni pemprov.

“Kita hanya sebatas koordinasi saja, dan melaporkan kondisi di lapangan,” pungkasnya. (Apip/R8/HR Online)

Editor: Jujang