Kandung Kemih Turun, Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Mengobatinya

Kandung Kemih Turun, Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Mengobatinya
Ilustrasi Kandung kemih turun. Foto: Ist/Net

Kandung kemih turun atau sistokel merupakan turunnya kandung kemih menuju vagina dengan adanya tonjolan. Sehingga sistokel ini menyebabkan rasa tidak nyaman dan sakit saat buang air kecil.

Kandung kemih adalah salah satu organ yang berguna untuk mengumpulkan urine. Supaya selalu ada pada tempatnya, maka terdapat jaringan dalam panggul.

Sistokel bisa terjadi pada semua wanita, terutama bagi wanita hamil. Pasalnya, kehamilan akan menimbulkan otot dari dasar panggul melemah. Sehingga memicu turunnya kandung kemih.

Kondisi Kandung Kemih Turun

Kandung kemih turun cukup berbahaya. Hal tersebut bisa menimbulkan syok, tekanan darah turun, bahkan sampai kematian. Daripada pria, kaum wanita akan lebih sering mengalami hal ini. Pasalnya, saluran uretra wanita umumnya lebih pendek serta berdekatan dengan anus.

Baca Juga : Penyebab Air Kencing Berbusa Harus Diwaspadai, Ini Cara Mengatasinya!

Penyebab Sistokel

Sistokel merupakan kondisi karena terdapat beberapa faktor tertentu. Tanpa sadar mungkin anda memiliki sejumlah kondisi yang bisa melemahkan otot panggul. Atau berupa jaringan ikat yang menyokong uretra, kandung kemih, rahim, dan rektum.

Dari berbagai kondisi tersebut, akan menyebabkan otot yang menyokong terlepas dari tulang panggul atau ligamen. Padahal peran dari otot tersebut harus bisa menempel dengan kuat.

Jaringan Otot Melemah

Penyebab kondisi kandung kemih ini terjadi saat jaringan dan otot pendukung vagina dan kemih melemah. Sehingga membuat kandung kemih bisa jatuh dari posisi normal.

Namun jaringan kandung kemih akan tertutup dengan selaput lendir pada vagina. Sistokel bisa terjadi karena kerusakan pada jaringan dan otot yang menahan organ panggul.

Biasanya melemahnya atau kerusakan pada jaringan pendukung dan otot panggul terjadi setelah persalinan. Pasalnya, akan meregang karena ada peningkatan tekanan pada panggul tersebut.

Seperti mengangkat beban yang terlalu berat dan batuk secara terus-menerus dalam waktu yang lama. Kondisi seperti ini bisa menyebabkan kandung kemih turun dan membesar dalam vagina.

Baca Juga : Bahaya Sering Menahan Kencing, Bisa Infeksi Hingga Ginjal

Ada faktor lain terjadinya sistokel yaitu seperti usia yang sudah tua. Pasalnya, umur yang semakin tua otot-otot yang berada di tubuh semakin melemah. Sehingga bisa menjadi pemicu utama juga.

Gejala

Kandung kemih turun pada wanita yang pertama kali terasa adalah timbul rasa sakit pada bagian vagina. Selain itu, rasa tidak nyaman dan nyeri pada perut bagian bawah saat duduk.

Kesulitan saat buang air kecil juga menjadi gejala pada umumnya. Lalu terdapat jaringan yang keluar dari lubang vagina berupa darah (bukan menstruasi).

Wanita yang mengalami kesakitan saat terkena infeksi juga menyebabkan nyeri punggung. Lalu rasa sakit saat berhubungan intim.

Dari beberapa wanita yang memiliki kandung kemih turun dengan tingkatan ringan, tidak akan menunjukkan gejala. Tetapi pada wanita yang memiliki masalah kandung kemih lebih serius, akan menimbulkan gejala lebih berat.

Cara Pengobatan

Bagi seseorang yang memiliki kasus sangat serius, biasanya dokter akan mempertimbangkan beberapa. Setidaknya dengan alternatif pengobatan. Apabila terlalu parah, maka dokter akan menindaklanjuti dengan cara operasi.

Baca Juga : Penyebab Sering Buang Air Kecil dan Cara Mengatasinya

Pesarium

Pesarium merupakan alat yang diletakkan dalam vagina dan mengembalikan letak posisi kandung kemih. Cara ini biasanya menggunakan pula dengan krim estrogen yang bisa mencegah terjadinya infeksi.

Terapi Hormon Estrogen

Hormon estrogen sangat berperan penting untuk menjaga kekuatan otot pada vagina. Termasuk pada otot yang menopang kandung kemih. Terapi ini bertujuan supaya bisa merawat dan menguatkan otot vagina. Lantas membantu mengatasi kandung kemih turun.

Stimulasi Listrik

Terapi ini menggunakan aliran listrik. Dokter akan menempatkan pada otot vagina. Kemudian alat tersebut menggunakan tegangan rendah seperti peran sinyal sistem saraf.

Selain itu, ada juga alat stimulasi elektrik. Hal ini untuk merangsang saraf dengan cara magnetik dari bagian tubuh luar tanpa memasukkan ke dalam vagina. Untuk mengaktifkan otot panggul, juga bisa menyembuhkan kandung kemih overaktif atau inkontinensia urine.

Operasi Sistokel

Operasi merupakan pilihan yang tepat apabila sistokel tidak bisa sembuh. Selanjutnya dokter akan melakukan dengan pembuatan sayatan pada vagina dan kandung kemih. Kemudian area yang sakit akan ditutup untuk memperkuat vagina.

Semua tergantung pada prosedurnya. Operasi kandung kemih turun dapat dilakukan dengan cara regional, lokal, maupun bius total. Biasanya untuk operasi kecil, pasien bisa langsung pulang pada hari yang sama. (R11/HR-Online)

Editor : Eva Latifah