Kandungan Surat At-Tin Menjelaskan Perbuatan Manusia dan Balasannya

Kandungan Surat At-Tin Menjelaskan Perbuatan Manusia dan Balasannya
Ilustrasi Kandungan Surat AT-Tin. Foto: Ist/Net

Kandungan surat At-Tin sudah menjadi kewajiban bagi seluruh umat Islam untuk memahaminya. Surat At-Tin sendiri termasuk dalam golongan surat Makkiyah karena turun di Kota Mekkah. Terdiri dari 8 (delapan) ayat dan memiliki urutan ke-95 yang terdapat dalam juz 30. Surat ini turun setelah surat Al-Buruj.

Menurut Ibnu Jarir Asbabun Nuzul, surat At-Tin ini berisi tentang teguran dan juga nantinya akan ada golongan yang kembali dalam kondisi pikun pada masa Rasulullah SAW. Melalui surat ke-95 ini, Allah SWT menegaskan tentang semua amal yang telah manusia kerjakan.

Salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW pernah bertanya tentang kedudukan orang pikun tersebut. Hal ini juga yang menjadi penyebab turunnya surat At-Tin tersebut.

Dengan demikian, kemudian Allah menegaskan bahwa mereka yang beriman dan mengerjakan amal kebaikan sebelum ia pikun, maka ia mendapatkan pahalanya.

baca juga: Kandungan Surat Al-Falaq Mengajarkan Kita untuk Menjauhi Sifat Hasad

Tentang Kandungan Surat At-Tin yang Perlu Anda Pahami

Menurut sebagian ahli tafsir dalam kandungan surat At-Tin ayat 1 sampai 3 terdapat sumpah. Karena memang artinya itu adalah “Demi buah tin dan zaitun (1), demi bukit Sinai (2), dan demi negeri Mekkah yang aman ini (3)”.

Dalam ayat satu tersebut terdapat kata buah tin. Buah tin yang ada dalam surat At-Tin ini adalah tempat tinggalnya Nabi Nuh As, yakni daerah Damaskus.

Allah SWT bersumpah terhadap pohon tin dan juga pohon zaitun, sehingga kita bisa menemukan manfaat dari kedua pohon tersebut. Buah tin dan zaitun tersebut banyak tumbuh di Baitul Maqdis.

Tak hanya pada tempat itu saja, tetapi tanaman ini juga banyak tumbuh pada tempat-tempat kenabian nabi Isa As anak Maryam, tepatnya Negeri Syam.

Setelah bersumpah terhadap kedua buah tersebut, selanjutnya Allah bersumpah dengan tempat yang paling suci yaitu bukit Sinai. Kata Sinai tersebut sangatlah istimewa karena tumbuh banyak buah yang diberkahi.

Selain bukit Sinai, Kota Mekkah juga termasuk dalam tempat yang suci, sehingga Kanjeng Nabi Muhammad SAW lahir di Kota tersebut.

Dengan adanya kandungan surat At-Tin tersebut, menjadikan Nabi Musa menerima wahyu dan bercakap-cakap dengan Allah pada bukit Sinai.

Kandungan Ayat Ke-4

Dalam kandungan surat At-Tin ayat 4 ini menjelaskan tentang manusia itu adalah penciptaan manusia dengan sebaik-baiknya dan juga ciptaan yang paling sempurna.

Karena dalam penciptaannya, Allah Ta’alla telah memberikan akal untuk mereka gunakan sebelum bertindak. Selain itu, supaya manusia itu menyadari bahwa hanya Allah-lah yang Maha Esa dan Maha Kuasa.

Allah tidak hanya melengkapi manusia dengan akal saja, melainkan Allah juga memberinya nafsu. Namun, banyak manusia yang menyalahgunakan nafsu tersebut dengan bertindak yang semena-mena. Sehingga, ia tidak mempunyai aturan dan layak untuk disamakan dengan hewan tak berakal dan nafsu.

baca juga: Keutamaan Membaca Surat Yasin, Bisa Permudah Segala Urusan

Tentunya anda tak mau bukan, jika sama seperti hewan yang mempunyai nafsu tapi tidak bisa mengontrolnya? Maksudnya adalah, apakah anda tidak malu jika berperilaku seperti hewan. Naudzubillah.

Agar kita bisa terhindar dari terjerumus karena nafsu penyebabnya, alangkah lebih baiknya jika kita membentengi diri dengan keimanan, selalu beribadah kepada Allah Ta’alla, dan juga bertaqwa.

Ayat 5 Sampai 6

Kandungan surat At-Tin ayat 5 sampai 6 ini Allah Subhanahu Wa Ta’alla kembali menjelaskan kepada manusia. Jika ia tidak mau beriman dan mengerjakan amal kebaikan, maka ia akan masuk ke dalam neraka.

Seorang hamba akan mencapai puncak tertinggi ketika dalam hidupnya ia senantiasa beriman. Hatinya juga terdapat keimanan serta ketaqwaan. Sehingga tak ada lagi alasan bagi manusia untuk berdusta pada hari kiamat kelak.

Apakah anda tidak ingin menjadi salah satu penghuni surga Firdaus? Mari bersama kita hiasi hidup kita dengan dasar keimanan dan ketaqwaan kepada Pemilik dan Pencipta kita. Supaya nantinya kita mendapatkan kebahagiaan dunia dan juga akhirat.

Kandungan Ayat 7

Ayat 7 ini memiliki kandungan surat At-Tin yang menegaskan agar kita selalu percaya dengan ajaran yang telah Nabi Muhammad bawa dan ajarkan. Jika kita berdusta terhadap ajarannya, berarti kita juga berdusta kepada Allah yang Esa.

Kanjeng Nabi Muhammad adalah utusan Allah yang sekaligus penutup nabi dan rasul yang telah membawa risalah ajaran agama Islam. Maka dari itulah, beliau pantas menjadi uswatun hasanah (suri tauladan) dalam kehidupan kita.

baca juga: Cara Menghindari Ghibah Berdasarkan Islam yang Wajib Anda Ketahui

Surat At-Tin Ayat 8

Allah SWT adalah hakim yang paling adil seadil-adilnya. Hal tersebut merupakan kandungan surat At-Tin ayat 8 ini. Jadi, apapun yang kita lakukan selama di dunia, semua akan mendapatkan balasan dari Allah Ta’alla.

Pada intinya, jika anda hiasi kehidupan dengan beribadah dan berbuat kebaikan, maka surga menanti kedatangan anda. Namun jika selama hidup anda hanya menggunakan untuk sesuatu yang telah Allah larang, sungguh azab Allah itu sangatlah pedih.

Semoga kandungan surat At-Tin tersebut menjadi pengingat untuk anda agar senantiasa berbuat kebaikan, beriman, dan bertaqwa kepada Allah. Karena hanya kepada-Nya kita akan kembali. (R10/HR-Online)

Editor: Muhafid