Keutamaan Bulan Sya’ban, Waktu Penyerahan Catatan Amal Manusia

Keutamaan Bulan Sya'ban
Ilustrasi keutamaan bulan sya'ban. Foto: Net/Ist

Keutamaan bulan sya’ban dalam kalender agama islam begitu istimewa. Bulan sya’ban menjadi puncak waktu penyerahan laporan catatan manusia dari malaikat kepada Alloh SWT.

Sya’ban juga memiliki sebutan Al Ajlan yang artinya bulan yang cepat. Mengapa demikian? karena bagi umat Islam terasa singkat sekali menjalani hari di bulan ini.

Rasa semangat yang tinggi menyongsong datangnya Ramadhan membuat kaum muslim merasakan begitu cepat menjalani bulan ini.

Selain itu, pada bulan ini juga terdapat peristiwa turunnya nabi Adam ke bumi sebagaimana wahyu Alloh kepada Nabi Muhammad SAW. Hal ini sesuai dalam Al Qur’an Q.S Al Baqoroh ayat:36.

Beberapa Keutamaan Bulan Sya’ban Bagi Muslim

Pada bulan ini biasanya seluruh umat muslim merasakan suka cita yang luar biasa karena berlomba-lomba menyambut datangnya Ramadhan.

Baca juga: Keutamaan Bulan Rajab, Waktu yang Dimuliakan Alloh SWT

Mereka begitu antusias mempersiapkan diri untuk menuju bulan kemenangan. Sehingga tidak heran banyak orang muslim yang sudah menyusun rangkaian rencana kegiatan selama ramadan hingga 1 syawal.

Berikut sejumlah keistimewaan dari bulan Sya’ban:

Penutupan Catatan Amal Manusia

Pada pertengahan Sya’ban ini umat muslim percaya buku amal perbuatan selama satu tahun ke belakang akan tutup dan dilaporkan kepada Alloh SWT.

Maka dari itu, banyak di antara mereka berbondong-bondong melakukan berbagai ritual keagamaan.

Buku amal perbuatan manusia ditutup pada malam pertengahan Sya’ban dan akan berganti dengan yang baru untuk satu tahun ke depan.

Dari keutamaan bulan sya’ban ini, makanya banyak orang yang berlomba berbuat kebaikan, baik dengan sesama maupun meningkatkan ibadah kepada Alloh SWT.

Bulan Kegembiraan

Seluruh umat muslim merasakan kebahagiaan saat menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Hal itu terasa sejak memasuki bulan Sya’ban.

Dari masyarakat pedesaan hingga perkotaan semua merasakan kebahagian yang sama namun dengan cara yang berbeda.

Saat memasuki minggu terakhir,  mulai tampak jelas rasa kegembiraan itu. Salah satu yang begitu jelas di Indonesia dengan ramainya pemakaman umum karena banyak yang berziarah.

Sementara itu, tidak sedikit pula yang menghabiskan waktu bersama teman dan keluarga untuk makan bersama. Kesempatan ini begitu penting sebelum waktu puasa tiba.

Baca juga: Sholat Sunnah Fajar, Amalan yang Mampu Memberikan Rumah Megah

Peristiwa Berpindahnya Arah Kiblat

Keutamaan bulan sya’ban selanjutnya sebagai momentum pengingat peristiwa berpindahnya arah kiblat pada zaman Rasul SAW.

Pada saat itu, ketika kaum muhajirin sampai di Madinah arah kiblat yang saat itu berada di Baitul Maqdis Al Aqsha, Palestina.

Atas izin Alloh SWT kejadian tersebut berlangsung kurang lebih selama enam belas bulan. Bahkan ada yang menyebutkan tujuh belas bulan.

Namun Rasululloh SAW pada tahun kedua Hijriah bulan Sya’ban mendapatkan wahyu Q.S Al Baqoroh Ayat 144.

Maka mulai saat itu arah kiblat kembali ke Ka’bah, yakni di Masjidil Haram, Arab Saudi. Sehingga sampai saat ini seluruh umat muslim dunia sepakat untuk menjadikannya sebagai arah kiblat.

Perintah Bersholawat

Pada bulan ini juga turun wahyu Alloh SWT melalui Jibril, yaitu perintah bersholawat pada Nabi Muhammad SAW. Wahyu yang dimaksud adalah Q.S Al Ahzab ayat 56.

Keutamaan Bulan Sya'ban

Maka dari itu, umat muslim dianjurkan untuk memanfaatkan keutamaan bulan sya’ban ini dengan memperbanyak sholawat pada Rasul selain mengerjakan amalan sunah yang lainnya.

Baca juga: Hikmah Infaq dan Sedekah Membuat Kita Semakin Kaya Raya

Do’anya Terkabul

Nabi Muhammad SAW pernah menegaskan ada lima do’a yang tidak akan ditolak, yakni malam pertama pada bulan Rajab, malam Nisfu Sya’ban, malam Jum’at, malam Idul Fitri dan malam Idul Adha.

Maka dari itu besar kemungkinan do’a saat nisfu Sya’ban akan terkabul.

Hatinya Tidak Akan Mati

Orang yang selalu menghidupkan malam Idul Fitri, malam Idul Adha dan malam Nisfu Sya’ban hatinya akan selalu hidup, meskipun ada hari di mana semua hati akan mati. Hal tersebut seperti yang ditegaskan oleh Rasululloh SAW.

Keutamaan Bulan Sya’ban ini sejatinya harus kita pahami sebaik-baiknya sebagai modal untuk memperbaiki diri. Sehingga kita tidak melewatkan semua keistimewaan ini. (Muhafid/R6/HR-Online)

Editor: Muhafid