Kisah Teladan Tentang Sedekah yang Nyata dan Menginspirasi

Kisah Teladan Tentang Sedekah yang Nyata dan Menginspirasi
Ilustrasi Kisah Teladan Tentang Sedekah. Foto: Ist/Net

Kisah teladan tentang sedekah bisa kita jadikan inspirasi dan motivator supaya kita lebih gemar melakukan sedekah. Ada beberapa kisah yang bisa kita ambil hikmahnya. Dengan begitu, kita tentunya akan membawa perubahan besar terhadap diri kita sendiri.

Beberapa Kisah Teladan Tentang Sedekah yang Menginspirasi

Dalam buku “Kisah-kisah Ajaib Pembeli Surga” karya Ahmed Al Ali, telah mengisahkan seorang Fatih Ali, ia adalah kawan karibnya. Fatih juga mempunyai sejumlah lahan pertanian.

Baca juga: Hikmah Infaq dan Sedekah Membuat Kita Semakin Kaya Raya

Namun, dalam waktu satu tahun perekonomian daerahnya memburuk sehingga banyak masyarakat yang menderita akibat kelaparan dan kemiskinan.

Mengetahui hal tersebut, Fatih memutuskan untuk memberikan hasil panen yang bersumber dari salah satu ladangnya. Ia mengumumkan niat baiknya tersebut di masjid. Mendengar hal tersebut, masyarakat seraya berbondong-bondong ingin segera memanennya.

Setelah memanen semuanya, laki-laki tersebut mengingat tentang hasil panen yang telah ia sedekahkan. Kemudian ia memanggil orang-orang suruhannya untuk segera membagikannya. Namun mereka malah terheran-heran. Pasalnya, bukan berkurang, melainkan malah bertambah dan bahkan tak kurang sedikitpun.

Maa Syaa Allah, sungguh janji Allah SWT itu benar-benar nyata dan benar. Hal tersebut sebagaimana dalam Al-Qur’an dalam surat Al Baqoroh ayat 261:

Cerita tersebut sungguh-sungguh terjadi. Sehingga bisa kita jadikan kisah teladan tentang sedekah yang akan membawa kita menjadi penghuni surga.

Baca juga: Hikmah Perilaku Amanah Mengajarkan untuk Senantiasa Bersikap Jujur

Cerita dari Zaman Nabi Sulaiman As

Kisah teladan tentang sedekah ini terjadi saat zaman pemerintahan Nabi Sulaiman AS. Pada zaman dahulu ada sepasang suami istri yang hidup rukun. Pada bagian samping rumahnya terdapat pohon besar yang dijadikan rumah dan sarang burung merpati.

Mengetahui hal tersebut, sang istri meminta suaminya untuk mengambil anak-anak merpati tersebut untuk disembelih. Awalnya, suami tersebut tidak mau, namun karena terkena bujuk rayu istrinya, ia akhirnya nurut juga. Mengetahui kelakuan si suami, induk merpati melaporkan kejadian tersebut kepada Nabi Sulaiman.

Kemudian Nabi Sulaiman menemui suami tersebut guna memberikan peringatan, si suami tersebut menyetujuinya dan ia juga tidak akan mengulangi lagi.

Hal yang serupa terjadi berulang kali dan induk merpati selalu melaporkan kepada Nabi Sulaiman. Berulang kali pula Nabi Sulaiman menegur si suami.

Kisah teladan tentang sedekah selanjutnya, karena geram, akhirnya Nabi Sulaiman mengirimkan dua setan yang taat untuk menjaga pohon tersebut. Ketika ia melihat si suami untuk memanjat, mereka disuruh menarik kakinya supaya jatuh. Suatu hari Suami memang ingin memanjat lagi.

Tapi ternyata, belum sempat ia memanjat ada seorang pengemis, ia berkata kalau lapar. Melihat hal tersebut, tentunya rasa iba akan muncul. Tanpa berpikir panjang, laki-laki tersebut memberikan makan kepada pengemis tersebut. Kemudian ia memanjat kembali.

Ketika melihat hal tersebut, setan sudah mau menarik kakinya. Namun alangkah beruntungnya ia karena Allah SWT menurunkan malaikat yang menjaganya.

Tahukah anda mengapa tiba-tiba muncul dua malaikat utusan Allah? Tentu saja karena sedekahnya kepada pengemis tersebut. Maa Syaa Allah, kisah teladan tentang sedekah ini benar-benar menginspirasi.

Miskin yang Gemar Bersedekah

Siapa yang tidak tahu Asma’, istri sahabat nabi sekaligus anak dari khalifah pertama. Kisah teladan tentang sedekah ini sudah semestinya kita jadikan panutan. Keadaan ekonomi keluarga Zubair memang tidak seperti pada umumnya.

Meski kondisi ekonomi keluarganya yang pas-pasan, namun istri Zubair ini gemar bersedekah. Subhanallah, bisanya kalau kita dengan keadaan yang seperti itu enggan mengeluarkan uang atau harta lainnya untuk bersedekah. Namun, berbeda dengan Asma’.

Baca juga: Hikmah Menepati Janji Mengajarkan Kita untuk Berfastabiqul Khairats

Sedikit dan sebanyak apapun hasil yang didapatkan suaminya, ia tak pernah menunggu hari esok untuk memberikannya kepada orang yang lebih membutuhkan.

Bahkan anaknya sendiri juga mengatakan “Ibu tak pernah menunggu hari esok untuk bersedekah”. Coba kalau kita? Masih mau bersedekahlah dengan keadaan yang seperti itu?

Asma’ bahkan tak takut dan khawatir jika ia dan keluarganya akan jatuh miskin. Sama sekali tidak terbesit untuk berpikiran seperti itu. Karena ia percaya bahwa Allah itu ada dan siap sedia 24 jam menolong.

Keadaan keluarga Asma’ mungkin tak jauh berbeda dengan kita, namun kisah tentang sedekah tersebut bisa kita ambil ibrahnya.

Selain kisah-kisah tersebut, masih terdapat berbagai kisah teladan tentang sedekah yang bisa menginspirasi kita agar menjadi orang yang gemar bersedekah. Tentu dengan mengharap ridho dan karunia Allah semata. (R6/HR-Online)

Editor: Muhafid