Kasus Positif Covid-19 Kota Banjar Bertambah 7 Orang dari Kontak Erat

Kasus Positif Covid-19 Kota Banjar
Sejumlah pegawai Dinas Sosial P3A Kota saat mengikuti pemeriksaan swab test. Foto: Muhlisin/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar, Jawa Barat, Agus Nugraha kembali menyampaikan penambahan kasus warga Banjar terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 7 orang.

Agus mengatakan, penambahan sebanyak 7 orang tersebut, 4 orang di antaranya warga Desa Neglasari, Kecamatan Banjar. Masing-masing inisial YA (41) DM (64), XRA (22) dan IMA (51).

Kemudian, warga positif inisial IJ (21) warga Kelurahan Hegarsari. Lalu AR (39) warga Kelurahan Pataruman dan AM (53) juga warga Kelurahan Pataruman, Kecamatan Pataruman.

“Kasus positif tersebut bermula dari rapid antigen yang positif. Kemudian pasien suspek dan pengembangan kasus kontak erat dengan pasien positif sebelumnya,” kata Agus Nugraha kepada HR Online, Senin (15/2/2021).

Dengan adanya penambahan 7 orang tersebut lanjut Agus, jumlah akumulasi kasus positif sejak awal masa pandemi sudah mencapai 654 kasus.

Rinciannya, pasien yang sedang dirawat di rumah sakit sebanyak 12 orang, pasien yang tengah menjalani isolasi mandiri sebanyak 56 orang. Sedangkan pasien yang sembuh atau selesai isolasi 570 orang dan meninggal dunia 17 orang.

“Jumlah warga yang positif hari ini bertambah lagi. Kami harap semua pihak tetap waspada serta bersama-sama melakukan upaya pencegahan,” ujar Agus Nugraha.

Swab Test Kasus Positif Covid-19 Kota Banjar

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Banjar melaksanakan swab test kepada sejumlah pegawai yang ada di lingkungan instansi Dinas Sosial P3A dan Dinas Perhubungan Kota Banjar di halaman Puskesmas Banjar 3 Kecamatan Banjar.

Pelaksana Satgas dari Dinas Kesehatan Kota Banjar dr. Agus Budiana, mengatakan, swab test tersebut untuk antisipasi penularan menyusul adanya sejumlah pejabat dan pegawai yang terkonfirmasi positif di dua instansi tersebut belum lama ini.

Pada pelaksanaan swab test tersebut ada 21 orang pegawai yang diambil spesimen dengan rincian 12 orang pegawai Dinas Sosial, 3 pegawai Dinas Perhubungan dan 6 orang yang masuk monitoring konfirmasi.

“Setelah menjalani swab test ini 21 orang pegawai tersebut akan menjalani isolasi mandiri sambil menunggu hasil swabnya keluar,” katanya. (Muhlisin/R7/HR-Online)

Editor: Ndu