Usahanya Cimpringnya Maju, KPM PKH di Pangandaran Graduasi Mandiri

Usahanya Cimpringnya Maju, KPM PKH di Pangandaran Graduasi Mandiri
Sariningsih, KPM PKH asal Dusun Sambong, Desa Karangmulya, kecamatan Padaherang, Pangandaran, mengundurkan diri dari kepesertaan karena kini sukses jadi pengusaha cimpring dan punya 15 pegawai. Foto:Ceng/HR

Berita Pangandaran (harapanrakyat.com).- Dua Keluarga Penerima Manfaat atau KPM PKH di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mengundurkan diri atau graduasi dari kepesertaan.

Graduasi mandiri tersebut mereka lakukan lantaran saat ini ekonominya sudah mampu dan memiliki penghasilan tetap.

Bahkan, salah satu KPM PKH asal Dusun Sambong, Desa Karangmulya, kecamatan Padaherang, Pangandaran, Sariningsih, kini memiliki karyawan.

Ade Ajat Sudrajat, Koordinator PKH Pangandaran, mengatakan, Sariningsih kini memiliki usaha bidang olahan makanan dari singkong yakni cimpring.

Ia pun berhasil mempekerjakan 15 orang karyawan. “Penghasilan setiap bulannya mencapai Rp 7 juta,” ujar Ade Ajat, Sabtu (13/2/2021).

Ade menyebut, Sariningsih merupakan KPM PKH Pangandaran masuk menjadi peserta tahun 2016.

“Januari 2021 kemarin, yang bersangkutan melakukan graduasi mandiri lantaran merasa sudah mampu dan berpenghasilan tetap,” katanya.

Satu KPM PKH lainnya yang juga mengundurkan diri dari kepesertaan yakni yakni Siti Nur Habibah warga Dusun Pangolahan, Desa Karangmulya, Padaherang.

Siti Nur Habibah menjadi KPM PKH Pangandaran pada tahun 2017.

“Siti juga mengundurkan diri, ia sekarang menekuni usaha pembuatan tas dan punya 3 pegawai, penghasilan perbulannya Rp3 juta,” sebut Ade.

Pihaknya mengaku bangga dengan keberhasilan KPM PKH dalam meningkatkan taraf perekonomiannya.

Selama ini lanjutnya, pendamping PKH tidak hanya melakukan pendampingan penyaluran bantuan saja.

“Namun kita juga berikan mereka keterampilan dan bimbingan lewat program P2K2 atau Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga,” katanya.

Pihaknya berharap, kesuksesan Ny Sariningsih dan Siti Nur Habibah bisa menjadi inspirasi KPM PKH lainnya di Pangandaran.

Sementara itu, Sariningsih mengaku produk olahan miliknya kini tembus ke pasar luar daerah sampai Bandung.

“Produk olahan saya cimpring, tiap hari memproduksi di rumah,” katanya.

Awalnya, Sariningsih memproduksi cimpring hanya 10 kilogram perhari dengan bantuan 2 pegawainya.

“Sekarang alhamdulillah sehari produksi 1 kwintal cimpring dengan mempekerjakan 15 karyawan,” ujar Sariningsih. (Ceng2/R8/HR Online)

Editor: Jujang