Mahasiswa Minta Pemkab Lindungi Petani di Pangandaran

Mahasiswa Minta Pemkab Lindungi Petani di Pangandaran
Ilustrasi petani. Foto:Ist/Net

Berita Pangandaran (harapanrakyat.com).- Seorang mahasiswa pasca sarjana Unpas asal Kabupaten Pangandaran, Milna (28) menyatakan, kesejahteraan petani saat ini masih belum maksimal.

Hal tersebut lantaran kurang maksimalnya advokasi dari pemerintah kepada para petani.

“Saat masyarakat menanam sebuah komoditas pertanian, seharusnya pemerintah membantu memberikan pencerahan pasar yang layak,” ujar Milna, Minggu (28/2/2021).

Milna menyampaikan hal tersebut saat berdiskusi dengan pelajar SMA di kedai kopi Innovative.

Menurutnya, untuk meningkatkan kesejahteraan petani di Pangandaran, pemerintah bisa menggabungkan sektor pertanian dan pariwisata.

“Dengan begitu akan terlahir sebuah agrowisata yang jelas bisa meningkatkan perekonomian seluruh elemen masyarakat,” katanya.

Pihaknya pun berharap, pemerintah bisa mengakomodir petani dalam menentukan harga komoditas hasil pertanian.

“Penentuan harga jangan hanya dilakukan kalangan tengkulak saja, libatkan petani sebagai salah satu penentu kesepakatan harga,” jelas Milna.

Sementara itu, Hamdani siswa kelas XII SMAN 1 Pangandaran mengatakan, pemasaran atau tataniaga yang tidak sehat menjadi penyebab buruknya perekonomian petani.

Saat ini, petani banyak yang mengeluh kesulitan ekonomi lantaran hasil penjualan tidak maksimal.

“Saya berpendapat, lemahnya ekonomi petani bukan karena serangan hama atau penyakit tanaman, namun ini karena tataniaga yang kurang adil,” katanya.

Siswa SMAN 1 Parigi, Kabupaten Pangandaran Ihsan menambahkan, petani merupakan aktor terpenting dalam rantai produksi beras nasional.

“Namun petani malah jadi kalangan terlemah dalam rangkaian pasar hasil bumi,” jelas Ihsan.

Selama ini, harga jual padi yang menentukan adalah pengepul yang punya modal besar.

“Harusnya petani jadi kalangan yang menentukan harga pangan karena mereka yang tahu berapa modal produksi dalam satu musim,” katanya.

Ihsan berharap, Pemerintah Pangandaran bisa berperan aktif untuk melindungi petani dari kondisi transaksi yang tidak sehat tersebut.

“Harus ada regulasi untuk melindungi petani tapi jangan hanya sebatas tulisan saja, harus dengan realita agar petani bisa mencapai sejahtera,” pungkas Ihsan. (Ceng2/R8/HR Online)

Editor: Jujang