Meninggal di Hari Jumat Memiliki Banyak Keutamaan Menurut Islam

Meninggal Di Hari Jumat Memiliki Banyak Keutamaan Menurut Islam
Ilustrasi Meninggal di Hari Jumat. Foto: Ist/Net

Meninggal di hari Jumat semua orang pasti menginginkannya. Memang beberapa orang Allah Subhanu wa ta’alla takdirkan begitu. Tapi beberapa yang tidak memiliki takdir yang seperti itu. Mati merupakan suatu hal yang pasti.

Kita sebagai hamba tak bisa menghindari hal tersebut. Entah ke mana pun kita ingin berlari dan pergi, ke manapun kita akan sembunyi. Barang sedetik pun kita tak akan bisa menghindari dan menundanya.

Allah berfirman dalam Quran surat Ali Imran ayat 185:

Andai kita tahu kapan kita akan mati, pasti kita sudah mempersiapkan dengan sedemikian rupa. Senantiasa berbuat kebaikan dan menjalankan perintah Allah SWT dengan tuma’ninah. Tetapi nyatanya, kematian itu tidak ada yang tahu kapan.

Ada yang meninggal saat mengimami sholat, ada yang meninggal karena kecelakaan, ada yang meninggal saat berjuang melawan sakitnya, dan ada pula yang meninggal di hari Jumat.

Sungguh jika kita ditanya “Apakah kamu siap untuk mati?” Semua orang akan menjawab belum. Lepasnya nyawa dari raga itu akan ada sakaratul maut. Sakaratul maut rasanya sangat pedih, tak ada seorang pun yang mampu menolong kita.

Keutamaan Meninggal di Hari Jumat

Hari Jumat sendiri merupakan hari istimewa untuk semua umat Islam. Selain itu, hari raya nan istimewa ini juga memiliki segudang kebaikan. Sehingga banyak yang memohon dengan berdoa supaya ia berpulang di hari Jumat.

Rasulullah SAW telah bersabda:

Setiap orang yang meninggal di hari Jumat memiliki keutamaan yang mungkin tidak kita sadari. Mungkin kita menganggapnya biasa-biasa saja, tapi keutamaannya luar biasa.

Sebagai Tanda Khusnul Khotimah

Seorang yang berpulang di hari Jumat ataupun malam Jumat merupakan suatu tanda yang baik karena bisa terjaga dari fitnah kubur.

Kanjeng Nabi Muhammad SAW telah bersabda dalam sebuah hadits:

Meninggal di Hari Jumat

Makna fitnah kubur sendiri menurut sebagian ulama, malaikat menjaga kubur tidak akan menanyai mereka tentang siapa tuhanmu, siapa nabimu, apa kitabmu, mana kiblatmu, dan lain sebagainya.

Sebenarnya khusnul khotimah juga mempunyai beberapa ciri-ciri, salah satunya memang meninggal ketika Jumat. Berikut ini tanda-tanda meninggal di hari Jumat khusnul khotimah.

Melafadzkan Kalimat Syahadat Saat Akan Meninggal

Meski terkesan mudah, tapi saat kita hendak meninggal dunia lidah atau lisan seolah-olah sengaja Allah SWT buat untuk susah melafadzkannya. Kecuali orang-orang yang mempunyai amal kebajikan dan iman yang kuat.

Kening Berkeringat

Kening yang berkeringat tidak menunjukkan bahwa kita mati dalam menanggung beban yang berat. Tapi hal tersebut sebagai tanda yang baik.

Meninggal pada Jumat Maupun Malam Jumat

Salah satu ciri-ciri khusnul khotimah adalah meninggal saat hari Jumat. Hal ini juga sudah dijelaskan dalam suatu hadits. Bahwasanya siapapun muslim yang berpulang pada hari Jumat akan terhindar dari fitnah dan siksa kubur.

Jaminan Syurga Bagi Orang yang Beriman

Saat sakaratul maut, setan dan jin akan menggoda manusia untuk menjadi murtad atau keluar dari agama Islam. Allah Tuhan seluruh alam memberikan jaminan kepada mereka yang berpulang di hari Jumat, namun tidak terbujuk oleh rayuan setan tersebut.

Membuat Masyarakat Berpandangan Baik

Memang tak semua orang itu paham dengan ilmu agama Islam. Bagi mereka yang paham, pasti akan beranggapan baik kepada siapapun yang meninggal pada hari Jumat.

Selain mempunyai persepsi yang seperti itu, kembalikan lagi kepada hari istimewa dan hari raya ini. Meski jenazah sudah terkubur, tetap saja masyarakat mempunyai anggapan bahwa yang berpulang di hari Jumat merupakan orang-orang pilihan.

Untuk mempersiapkan kematian kita masing-masing, marilah kita senantiasa untuk berbuat kebajikan, beramal ma’ruf nahi munkar, dan memperbanyak sedekah. Karena sedekah dapat meringankan sakaratul maut kita. Buanglah fikiran bahwa sedekah akan mengurangi harta dan membuat miskin.

Tapi faktanya Allah akan menjadikan satu rupiah menjadi berpulu-puluh ribu. Jika Allah tidak menggantinya semasa hidup kita di dunia, maka kelak di akhirat nanti akan mendapatkannya. Janji Allah itu pasti.

Setelah kita melakukan berbagai ikhtiar untuk menjemput sakaratul maut kita, tak ada salahnya jika kita memohon dan berdoa kepada Allah yang memiliki kita supaya kita meninggal di hari Jumat. Hari raya, istimewa, dan banyak pahala. (R6/HR-Online)

Editor: Muhafid