Jumat, Oktober 22, 2021
BerandaBerita TerbaruMisi UEA di Mars, Wahana Berhasil Mengorbit dan Inilah Tujuannya

Misi UEA di Mars, Wahana Berhasil Mengorbit dan Inilah Tujuannya

Misi UEA di Mars ramai diperbincangkan. Wahana Hope Uni Emirat Arab melakukan studi mengenai geologi serta atmosfer Mars. Selain itu, juga mencari tanda akan kemungkinan adanya kehidupan mikroba yang ada pada masa silam. Misi tersebut juga beriringan dengan berbagai misi yang berasal dari China serta Amerika Serikat.

Namun, misi UEA telah sampai terlebih dahulu pada hari Selasa, 9 Februari 2021 kemarin. Selanjutnya menyusul wahana milik China, Tianwen-1 dua hari setelahnya.

Lalu wahana milik NASA, Amerika Serikat yakni Perseverance, yang juga diperkirakan akan sampai pada Kamis 18 Februari mendatang.

Pendaratan Misi UEA di Mars

Baik UEA, China, maupun Amerika Serikat menggunakan kedekatan jarak Bumi dan juga Mars untuk melakukan rencana tersebut. Karena, jarak kedua planet ini selalu berubah-ubah dengan perbedaan laju saat mengorbit matahari.

Peluang yang mereka lakukan untuk mengirim wahana ke Mars dengan memakai bahan bakar paling sedikit ada per 26 bulan sekali. Misi yang mereka lakukan adalah dengan mencari kemungkinan adanya tanda kehidupan planet Mars dari mikroorganisme yang ada dalam masa silam.

Lalu, juga mencari cara menemukan fosil kehidupan pada planet Mars. Bahkan juga mengenai danau purba yang ada pada permukaan planet Merah tersebut.

Melansir BBC, sama halnya dengan misi UEA di Mars pada masa silam, wahana Hope milik UEA ini pun menghadapi berbagai tantangan besar. Tak terkecuali apa yang mereka gambarkan sebagai “teror tujuh menit”.

Istilah tersebut mengacu terhadap proses wahana atau pesawat luar angkasa yang turun pada lapisan atmosfer bagian teratas. Lalu, menuju permukaan planet Mars dengan menghabiskan waktu kurang lebih 7 menit. Bahkan, sebagian besar atau separuh misi dari Bumi ke Mars mengalami kegagalan.

Baca Juga: Misi Perseverance ke Mars Dengan Hal Menarik, Apa Saja?

Misi Hope Uni Emirat Arab

Misi yang sangat bersejarah untuk wahana antariksa milik UEA (Uni Emirat Arab) yaitu Hope, meluncur dengan mulus ke planet Merah dari Jepang pada bulan Juli 2020. Lalu, misi Hope akan melakukan eksplorasi terhadap atmosfer planet Merah.

Lalu, misi tersebut akan menjadi misi pertama dengan khusus meneliti tentang lapisan atmosfer dari planet Mars. Kemudian, penelitian itu akan diharapkan bisa membantu untuk mencari jawaban mengenai Mars yang telah kehilangan banyak udara dan juga air.

Misi UEA di Mars berbeda dengan misi Tianwen-1 China dan Perseverance AS, yaitu wahana Hope tidak akan mendarat pada permukaan planet tersebut.

Hope akan mengorbit pada Mars sepanjang satu tahun berdasarkan kalender Mars yaitu sekitar 687 hari. Data yang akan misi ini kirim ke Bumi rencananya sekitar bulan September tahun ini.

Akan tetapi, tentu saja sebelum dapat mengirimkan sejumlah data, wahana untuk misi ini pun harus melakukan manuver yang beresiko supaya dapat masuk serta bertahan pada orbit planet Mars. Ha ini telah para ahli sains UEA gambarkan sebagai hal “sangat penting dan kompleks”.

Baca Juga: Misi NASA Bangun Rumah di Mars, Berhasil atau Tidak?

Tujuan Hope dalam Misi Hope

Terbang dari Tanegashima Space Center, yakni pulau kecil bagian selatan Jepang bersama dengan roket H-IIA Mitsubishi Heavy Industries, Hope meluncur pada pukul 06:58 waktu setempat.

Sebenarnya, peluncuran misi UEA di Mars ini sempat tertunda sekitar 5 hari karena kondisi cuaca badai yang terjadi. Wahana Hope atau juga dinamakan Amal tersebut memiliki makna sebuah harapan.

Direktur proyek Emirates Mars Mission, Oman Sharaf mengungkapkan jika sekitar satu setengah jam seusai wahana lepas landas, wahana tersebut mengirimkan sinyal.

Ia juga mengatakan jika timnya saat ini akan memeriksa dari data tersebut dan semuanya masih tampak baik. Usaha mereka untuk mengirimkan wahana menuju antariksa pun bukan pertama kali mereka lakukan meskipun UEA dapat terbilang sebagai negara pendatang baru dalam meluncurkan misi.

Setelah misi UEA di Mars berhasil mengorbit, negara ini menempatkan tiga satelit untuk pengamatan tersebut dan berada pada orbit.

Dua satelit telah Korea Selatan kembangkan. Rusia pun meluncurkannya. Lalu yang ketiga merupakan pengembangan UEA sendiri, meskipun Jepang meluncurkannya.

Misi Hope yang telah sukses tersebut akan menjadi satu langkah besar untuk ekonomi negara yang bergantung pada minyak negara UEA pun sedang mencari kemungkinan masa depan pada planet Merah. UEA telah menetapkan tujuan dalam membangun koloni manusia pada planet Mars tahun 2117 mendatang.

“Ini akan mengirimkan pesan yang kuat pada pemuda Arab jika UEA bisa mencapai Mars kurang dari 50 tahun. Mereka dapat melakukan lebih banyak hal lagi,” ucap Sharaf mengenai misi UEA di Mars. (R10/HR Online)

Editor: Jujang

- Advertisment -

Berita Terbaru

spot_img