Pantai Karang Nini Pangandaran, Wisata Eksostis dengan Cerita yang Melegenda

Pantai Karang Nini Pangandaran, Wisata Eksostis dengan Cerita yang Melegenda
Pantai Karang Nini Pangandaran, wisata eksostis dengan cerita yang melegenda. Foto:Ceng/HR

Berita Pangandaran (harapanrakyat.com).- Objek wisata pantai Karang Nini, Pangandaran, Jawa Barat, merupakan salah satu tempat wisata yang ada di wilayah Kabupaten Pangandaran, tepatnya berada di Desa Emplak Kecamatan Kalipucang.

Kawasan objek wisata Karang Nini berjarak sekitar 2,5 kilometer dari jalan utama.

Dengan begitu maka tak heran jika tempat wisata ini sejak dulu selalu banyak dikunjungi wisatawan.

Selain suasananya yang masih alami, keindahan pantai Karang Nini juga tak kalah menarik dengan pantai- pantai lainnya yang ada di Pangandaran.

Salah seorang pedagang di lokasi tersebut Supardi mengatakan, suasana kawasan objek wisata Karang Nini masih sangat alami.

“Fasilitas pendukungnya untuk memanjakan wisatawan juga tersedia mulai dari ayunan (swing) tempat selfi, toilet, tempat parkir yang lebar dan aneka souvenir dan makanan ringan juga tersedia disini,” uujar Supardi, Minggu (14/2/2021).

Baca Juga: Sejarah Green Canyon Pangandaran Berawal dari Petualangan 3 Turis Bule

Legenda di Balik Pantai Karang Nini Pangandaran

Dibalik keindahan pantai Karang Nini Pangandaran lanjut Supardi, ternyata ada legenda yang bersangkutan dengan nama pantai itu.

“Dulu sebelum jadi kampung Emplak, nama daerah ini adalah kampung Karang Tanjung, disini tinggal sepasang suami istri Aki dan Nini (Kakek dan Nenek) bernama Arga Piara dan Nini Ambu Kolot,” paparnya.

Kakek Agra hobinya memancing di laut, setiap hari Sabtu si kakek selalu pergi mencari ikan dengan cara memancing.

Sementara si nenek menunggu setia di rumah, namun sampai sore hari si kakek tak kunjung pulang.

Hal itu tentu membuat si nenek gelisah.

Karena takut terjadi apa apa akhirnya si nenek mencari si kakek dengan menelusuri pantai sambil sesekali memanggil manggil si kakek.

Namun sampai malam hari si kakek tak jua ditemukan, bahkan para penduduk yang membantu mencari si kakek mulai putus asa sehingga mereka pulang ke rumahnya masing masing.

Meski para penduduk sudah pada pulang si nenek masih saja menunggu di tepi pantai.

Berubah Wujud Jadi Batu Karang

Memiliki kesaktian, si Nenek lalu memohon kepada Ratu Laut Kidul, agar dapat dipertemukan dengan si kakek.

Tak lama kemudian, menjelma sebuah batu karang mengambang sebagai perwujudan dari jasad si kakek.

Batu Karang itu saat ini dinamakan Batu Bale Kambang, kabarnya kalau berdiri di atas batu tersebut terasa seolah bergoyang.

Didorong oleh keinginan dan bukti cinta kasih sayangnya, kemudian si Nenek bersemedi kembali di atas batu karang.

Ia memohon kepada Nyi Roro kidul, agar dirinya selalu didekatkan dan dijelmakan seperti si Kakek.

Akhirnya si nenek menjelma menjadi sebuah batu karang dan menghadap laut ke arah batu Bale Kembang.

Sekarang batu itu disebut “Batu Karangnini”, dan menjadi salah satu objek wisata pantai terindah di Pangandaran.

Kisah kasih kedua insan tersebut sampai saat ini masih kokoh terabadikan melalui dua batu karang yaitu Batu Karangnini dan Batu Bale Kambang.

Pada tahun 1918, bentuk kepala si nenek tersambar petir dan sempat diperbaiki.

Namun pada tahun 2006 lagi- lagi dihantam tsunami dan kepalanya rusak lagi.

Itulah cerita seputar legenda pantai Karang Nini Pangandaran. Selain eksotis, ada cerita menariknya juga kan! (Enceng/R8/HR Online)

Editor: Jujang