Pegawai Pemda Pangandaran yang Meninggal Akibat Corona Ternyata Honorer

Petugas RSUD Pandega Pangandaran saat melakukan penjemputan pasien Covid-19. Foto: Istimewa.
Petugas RSUD Pandega Pangandaran saat melakukan penjemputan pasien Covid-19. Foto: Istimewa.

Berita Pangandaran (harapanrakyat.com),- Pegawai Pemda Pangandaran, Jawa Barat, pada salah satu OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang meninggal karena Covid-19, merupakan tenaga honorer.

Hal itu diketahui setelah Kepala Satpol PP Kabupaten Pangandaran, Undang Sohbarudin, meminta mengoreksi pemberitaan HR sebelumnya yang berjudul “Seorang ASN Pangandaran Meninggal Karena Corona, Dimakamkan di Kota Banjar”.

“Perlu saya luruskan bahwa pegawai kami yang meninggal akibat Covid-19 itu seorang pegawai honorer, bukan ASN,” katanya, Minggu (31/01/2021).

Undang juga menjelaskan, sebelumnya almarhumah sejak hari Rabu 20 Januari 2021 telah isolasi mandiri di kamar kosnya. Ia menjadi salah satu dari enam orang yang terpapar virus Corona setelah salah seorang atasannya terkonfirmasi positif Covid-19.

“Awalnya di kantor kami ada ada yang terkonfirmasi positif Covid-19, kemudian melakukan tracking. Hasilnya ada enam orang yang terpapar,” terangnya.

Lalu, lanjut Undang, keenam orang itu menjalani isolasi secara mandiri di tempat tinggalnya masing-masing. Sementara itu, almarmuhamah setelah satu minggu menjalani isolasi mandiri, merasakan badannya demam.

Baca Juga : Seorang ASN Pangandaran Meninggal Karena Corona, Dimakamkan di Kota Banjar

Petugas RSUD Pangandaran Lakukan Penjemputan

Mengetahui kondisinya tidak menunjukan adanya perbaikan, maka petugas kesehatan RSUD Pandega Kabupaten Pangandaran menjemputnya guna menjalani perawatan.

“Ketika petugas menjemputnya, yang bersangkutan sempat menolak lantaran ia merasa yakin kondisi badannya kuat,” kata Undang.

Namun, pada Sabtu (30/01/2021), pihak keluarga berhasil membujuk yang bersangkutan untuk menjalani perawatannya di RSUD Pandega. Tapi, baru saja satu hari menjalani perawatan, sekitar jam 01.00 WIB ia meninggal dunia.

Mengetahui hal itu, pihak keluarganya langsung meminta agar almarhumah dimakamkan di TPU Dipatiukur Kota Banjar. Karena memang orang tuanya tinggal di Kota Banjar.

“Orang tuanya meminta pemakaman putrinya di tempat kelahirannya, yaitu Kota Banjar. Memang dalam KTP almarhumah merupakan warga Jakarta. Sebelum bekerja menjadi honorer Satpol PP Pangandaran, ia sempat bekerja di Jakarta. Ia juga belum sempat merevisi identitas kependudukannya,” jelas Undang.

Sementara itu, lima pegawai Pemda Pangandaran yang merupakan rekan kerja almarhumah dan sama-sama terpapar Covid-19, sekarang ini kondisinya sudah berangsur membaik. Namun, masih harus menjalani isolasi. (Cenk2/R3/HR-Online)

Editor : Eva Latifah