Pemkab Pangandaran akan Bahas Desa Terdampak Banjir dengan BBWSC

Pemkab Pangandaran akan Bahas Desa Terdampak Banjir dengan BBWSC
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) bersama Dinas Pertanian dan Dinas PUTRPR Kabupaten Pangandaran, melakukan survei pendataan masalah terhadap lima desa terdampak banjir, Sabtu (13/2/2021). Foto : Madlani/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, melakukan survei pendataan masalah terhadap lima desa terdampak banjir.

Survei yang dilakukan bersama Distan dan Dinas PUTRPR Kabupaten Pangandaran, Sabtu (13/2/2021) itu, untuk menyelesaikan penanggulangan banjir dengan pihak Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy (BBWSC).

“Kemarin kita survei, dan melakukan pendataan permasalahan desa yang terdampak banjir,” kata Kepala Bidang Prasarana Wilayah Bappeda Pangandaran, Asep Suhendar, Minggu (14/2/2021).

Adapun 5 desa yang terdampak banjir dari pembangunan jalan Tol Cigatas tersebut antara lain, Desa Tunggilis, Ciganjeng. Kemudian, Desa Sindangwangi, Sukanagara, dan terakhir Paledah.

Setelah melakukan survei, pihaknya nanti dalam rapat teknis Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran, akan membahas alternatif penyelesaian masalah pada 5 desa terdampak banjir.

“Rapat teknis tersebut pada Selasa (16/2/20210). Kemudian hasilnya, kita juga akan berkoordinasi dengan BBWSC, rencananya minggu depan,” ucap Asep.

Sementara dalam koordinasi dengan BBWSC, Bappeda Pangandaran akan membahas terkait pembagian kewenangan.

“Jadi, kewenangan mana yang akan Pemkab Pangandaran kerjakan, dan mana yang bakal BBWSC kerjakan,” jelasnya.

Akan tetapi, ada juga yang di luar jangkauan Pemda dan BBWSC. Yaitu ada 11 lokasi rencana folder di BBWS di 5 desa, dengan luas total 42,5 hektare.

“Misalnya, pada pembebasan lahan ternyata perlu sekitar 42,5 hektare terutama untuk pembangunan folder anggaran sekitar Rp 30 miliar. Hal itu tentu sangat berat oleh Pemda, juga secara normatif BBWS sulit mengajukan ke pusat,” tuturnya.

Lebih lanjut Asep menambahkan, pihaknya juga akan presentasikan dengan Kementerian PU di BPIW. Dan juga ke Bappenas untuk minta dibantu terkait anggaran pembebasan lahannya.

“Selain itu juga, rencana ada kaitannya dengan pembangunan jalan Tol Cigatas. Sehingga hasil ini juga akan kita sampaikan informasinya ke Direktorat Bina Marga, supaya ketika pembangunan tol dimulai, sekalian rencana terkait penanganan dan penanggulangan banjirnya juga,” pungkasnya. (Madlani/R5/HR-Online)

Editor : Adi Karyanto