Penampakan Bulan Mengempis dan Datar, Apa yang Terjadi?

Penampakan Bulan Mengempis
Ilustrasi Penampakan Bulan Mengempis. Foto: Ist/Net

Penampakan bulan mengempis. Terdapat kosmonot Rusia bernama Sergey Kud Sverckhoc yang membagikan peristiwa luar biasa unik dari luar angkasa.

Melalui akun media sosialnya yaitu Twitter, ia menampilkan sebuah video penampakan dari bulan yang terlihat mengempis serta berbentuk datar.

Sementara itu, selama ini kita ketahui jika bulan mempunyai bentuk yang bulat sama halnya planet kita ini. Lalu, apa yang sedang terjadi?

Fenomena Penampakan Bulan Mengempis dan Datar

Sergey Kud Sverckhoc adalah seorang kosmonot asal Rusia yang memberikan gambaran tentang fenomena unik dalam ruang antariksa. Ia mengaku mengambil penampakan bulan yang mengempis tersebut dari luar angkasa dan mengunggahnya ke Twitter pribadinya.

Ia juga memaparkan jika bulan tersebut terlihat mengempis dan menjadi datar. Itu karena terdapat pantulan cahaya yang melewati Bumi, kemudian menjadikannya terdistorsi. Hal itu mempunyai arti jika bentuk bulan memang bulat dan tetap sama seperti yang telah kita ketahui selama ini.

Hanya karena terdapat pantulan cahaya, memberikan pengaruh dari penglihatan dan menjadikannya terdistorsi. Sehingga, seolah-olah penampakan bulan mengempis dan menjadi datar atau bahkan cenderung menghilang.

“Sebelum kejadian bulan menghilang dari balik cakrawala, terdapat pantulan cahaya yang melewati lapisan atmosfer Bumi dan terdistorsi,” tulisnya dalam akun media sosial Twitter pribadinya tersebut.

Baca Juga: Penampakan Peta Geologis Bulan, Mampu Bantu Misi Masa Depan

Akibat Adanya Distorsi

Video rekaman tersebut merupakan salah satu hal yang dapat dijelaskan secara ilmiah. Bulan terlihat mengempis merupakan sebuah fenomena yang biasa dalam ruang antariksa dan termasuk fenomena kosmik.

Mengutip Daily Mail, fenomena kosmik tersebut juga dikenal sebagai “matahari terbenam orbit bulan”. Rupanya hal tersebut tertangkap kamera oleh Sergey Kud Sverchkov dan telah membagikan videonya dalam media sosial.

Bulan terdistorsi secara perlahan sampai berubah bentuknya, kemudian seolah-olah penampakan bulan mengempis dan menjadi layaknya panekuk.

Bahkan menghilang pada kegelapan ruang antariksa dalam galaksi ini. Seperti yang telah disebutkan, jika hal itu karena pengaruh atmosfer Bumi.

Atmosfer Bumi membengkokkan cahaya ketika melintasi dua media yang berbeda dalam ruang. Hal itu membuat bulan seakan-akan berubah bentuk. Cahaya yang bengkok tersebut melalui langit atau cakrawala Bumi yang tampak dari ISS atau stasiun internasional luar angkasa.

Sergey Kud Sverchkov sudah menjadi kosmonot dengan Roscosmos dari tahun 2010 lalu. Saat ini ia berada dalam ISS (International Space Station) sebagai insinyur penerbangan luar angkasa.

Ia pun mencatat jika dalam video tersebut, ia lakukan pada saat malam hari. Sehingga cakrawala Bumi tak dapat terlihat dari bingkai atau tertangkap kameranya. Latar belakang hitam dan pekat menjadikan siluet Bumi berpadu bersama warna langit yang gelap.

Kemudian bulan terlihat meleleh serta larut menjadi udara yang tipis. Fenomena penampakan bulan mengempis dan juga terlihat datar itu memang merupakan fenomena ilmiah luar angkasa. Bukan mempunyai arti kata secara harfiah.

Menurut sang kosmonot yang tiba di ISS Oktober 2020 lalu tersebut, tampilan matahari terbenam orbit bulan memang mengalami pengempisan.

Hal ini bila ia amati dari luar angkasa. Dalam postingannya melalui akun Twitter, ia mengatakan jika sebelum menghilang, cahaya memantul melalui atmosfer Bumi lalu terdistorsi.

Bumi tidak tampak pada gambaran yang baik dalam bingkai, maka seakan-akan bulan mengemis dan kemudian mendatar, akhirnya menghilang.

Baca Juga: Titan Bulan Planet Saturnus Sudah Punya Peta Geologis, Begini Penampakannya

Kosmonot Kud Sverchkov dalam Misi CAVES

Pada tahun 2014 lalu, kosmonot Kud Sverchkov melakukan misi CAES untuk badan antariksa Eropa dan ia juga berpartisipasi dalam program Pangea November 2018.

Program Pangea tersebut menyiapkan sejumlah astronot serta insinyur luar angkasa dalam mengidentifikasi terhadap fitur geologi planet alam beberapa misi ke depan. Hal ini untuk misi ke bulan, Mars, dan juga asteroid.

Ia pun menyandang gelar insinyur dari Universitas Teknik Negeri Moskow dalam bidang roket. Bahkan juga sebagai insinyur di RSC Energia sebelum akhirnya menjadi kosmonot.

Penampakan bulan mengempis ini bukan pertama kali terjadi dalam ruang antariksa. NASA pernah mengatakan jika hal tersebut karena terlihat dari lapisan tebal atmosfer Bumi yang bertindak sebagai lensa. Saat cahaya bergerak melalui medium seperti atmosfer, maka akan berkecepatan konstan pada gerakan garis lurus. (R10/HR Online)

Editor: Jujang