Senin, Oktober 18, 2021
BerandaBerita PangandaranPencipta Jus Honje Laka Merah Tua Pangandaran Raih Original Rekor Indonesia

Pencipta Jus Honje Laka Merah Tua Pangandaran Raih Original Rekor Indonesia

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Pencipta jus honje laka merah tua merk Hola Juice meraih Original Rekor Indonesia pada tahun 2017. Jus honje tersebut merupakan hasil racikan Ooy Rukoyah (50), warga Dusun Bojongmalang, Desa Karangbenda, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Pangandaran sendiri terkenal salah satunya karena produk jus honje. Saat ini banyak pengrajin olahan minuman dari bahan baku honje di Pangandaran.

Meskipun begitu, jus honje buatan Ooy terbukti bisa bertahan sampai meraih penghargaan. Hal ini karena ciri khas yang dimiliki Hola Juice tak didapatkan pada jus honje lainnya. 

Awalnya Ooy terjun jadi pengrajin jus honje terinspirasi saat ia ikut hadir dalam pameran pada tahun 2014. Saat Ooy berada di stand jus honje, ia pun berpikir untuk mengembangkan olahan minuman dengan bahan baku honje laka merah tua.

“Setelah itu mulai mencoba membuat jus honje dari honje laka merah tua. Ternyata berhasil, sampai akhirnya bisa mengisi stand pameran di acara HKP (Hari Krida Pertanian) tahun 2015 di Lapang SDN Nusawiru, Cijulang,” ungkap Ooy, Rabu (24/2/2021).

Saat itu, lanjut Ooy, ia menjual jus honje hasil racikannya hanya dalam wadah. Pengunjung pameran yang ingin membeli disediakan gelas cup kecil.

“Ternyata saat acara HKP itu respon pengunjung sangat baik. Makanya sejak itu fokus ke olahan jus honje laka merah tua,” katanya.

Jus Honje Laka Merah Tua dari Pangandaran Awalnya untuk Konsumsi Pribadi

Meskipun awalnya hanya untuk konsumsi pribadi, namun seiring waktu, pada tahun 2016 banyak yang mendorong Ooy untuk membuat produk jus honje dalam kemasan botol.

“Tadinya nial awal untuk minuman sendiri saja sebagai minuman kesehatan. Tujuannya biar tidak darah tinggi dan terhindar dari kolesterol,” jelasnya.

Setelah memiliki kemasan botol, Ooy pun lebih serius melengkapi dokumen legal. Ooy mengajukan PIRT, BPOM, HAKI, dan Sertifikat Halal.

“Waktu itu ternyata banyak yang melirik, masih nggak sadar, tapi pada tahun 2017 dapat anugerah Original Rekor Indonesia di Gedung Sate,” katanya.

Ooy mengaku senang produk olahan minuman yang diproduksinya juga sudah dikenal di kalangan masyarakat Pangandaran.

“Ini mungkin bagian perjalanan hidup saya. Asalnya terinspirasi saat pameran, lalu melakukan berbagai percobaan sampai akhirnya berhasil membuat produk yang dikenal masyarakat,” tandasnya. (Ceng2/R7/HR-Online)

Editor: Ndu

- Advertisment -

Berita Terbaru

spot_img