Penyakit Refluks Gastroesofagus, Gejala dan Cara Mengatasinya

Penyakit Refluks Gastroesofagus, Gejala dan Cara Mengatasinya
Ilustrasi Penyakit Refluks Gastroesofagus. Foto: Ist/Net

Penyakit refluks gastroesofagus dapat dikendalikan dengan cara perubahan gaya hidup dan pengobatan. Namun, ada juga yang mengatasinya dengan operasi.

Penyakit ini juga lebih dikenal dengan Gastroesophageal reflux disease atau GERD. Penyakit ini merupakan kondisi dimana asam lambung naik ke kerongkongan atau esofagus.

Jika sudah terserang penyakit seperti ini, maka akan timbul gejala heartburn, sakit dada, serta iritasi pada kerongkongan. Gejala yang terjadi ini juga bisa akan lebih buruk ketika penderita sedang berbaring.

Akan tetapi, hal tersebut bisa mereda ketika penderita berdiri atau duduk. Gravitasi yang terjadi akan membantu mencegah isi perut naik ke esophagus.

Sebagian besar penderita penyakit ini timbul setelah konsumsi makanan. Hal tersebut akan terjadi ketika keasaman lambung tinggi dan otot katup tidak berfungsi optimal.

Penyakit refluks gastroesofagus menjadi salah satu penyakit kronis yang menyerang sistem pencernaan. Dalam kondisi normal, makanan yang dikonsumsi akan masuk mulut menuju sfingter esofagus bagian bawah.

Selanjutnya akan tertutup untuk mencegah naiknya makanan atau asam lambung kembali ke eksofagus. Sebenarnya makanan yang telah masuk ke dalam mulut akan dicerna bertahan selama 3-4 jam.

Baca Juga : Jenis Penyakit pada Sistem Pencernaan dari Diare, Maag, Hingga GERD

Namun, jika dalam kondisi ini timbul kelainan yaitu lemahnya sfingter esofagus yang mengakibatkan makanan naik ke kerongkongan. Saat kondisi ini, maka akan timbul rasa panas atau terbakar pada bagian dada.

Sebaiknya anda perlu tahu gejala yang ditimbulkan hingga cara mengatasinya. Sebab, penyakit ini termasuk dalam kondisi kronis pada sistem pencernaan.

Gejala Penyakit Refluks Gastroesofagus dan Cara Mengatasinya

Penyakit pada sistem pencernaan memang cukup beragam. Ada yang ringan hingga kronis sekalipun. Salah satu yang sering terjdi yaitu GERD atau gangguan pada bagian esofagus.

Kondisi ini terjadi ketika pencernaan sudah dalam kondisi kronis. Masalah ini akan timbul ketika asam lambung mengalir ke bagian esofagus atau saluran makanan.

Refluks tersebut akan menjadi iritasi yang bisa merusak lapisan esofagus. Bahkan jika kondisinya sudah parah, maka bisa menimbulkan iritasi pada bagian pita suara.

Baca Juga : Sakit Dada Sebelah Kiri, Awas Gejala Penyakit Berbahaya

Hal ini akan terus mengalir dan kembali ke paru-paru. Gejala yang timbul pun cukup beragam. Terkadang penderita akan mengalami mulut terasa asam yang ada rasa perih pada bagian dada.

Anda perlu tahu apa saja gejala yang bisa timbul pada penderita penyakit refluks gastroesofagus. Dengan mengetahui gejalanya, membuat penderita bisa mengatasinya lebih cepat.

Gejala GERD pada Umumnya

Penyakit refluks gastroesofagus bisa menimbulkan gejala rasa panas pada bagian mulut hingga kerongkongan. Terjadi sensasi perih dalam ulu hati dan dada.

Gejala tersebut akan semakin parah jika penderita sering membungkuk dan berbaring ketika setelah makan. Selain gejala tersebut, ada beberapa hal yang sering terjadi pada penderita, antara lain:

  • Bau mulut
  • Gangguan susah tidur
  • Kerusakan gigi
  • Sakit tenggorokan
  • Mual dan muntah
  • Suara serak
  • Gangguan pernapasan
  • Kesulitan menelan
  • Hingga keluarnya isi lambung tanpa tersadari

Karena banyak gejala yang terjadi tersebut, beberapa orang mengira akan kondisi itu. Bahkan sebagian besar orang justru mengira gejala tersebut adalah sebagai serangan jantung.

Baca Juga : Gastrointestinal Jadi Gejala Covid-19, Begini Penjelasan Para Peneliti

Sebab, kedua penyakit tersebut memiliki gejala-gejala yang sama. Namun, yang mudah anda bedakan yaitu serangan jantung akan terasa berat saat nyeri terjadi.

Cara Mengatasi GERD

Penyakit refluks gastroesofagus atau GERD bisa anda atasi dengan beberapa cara. Namun, pengobatan yang bisa anda lakukan perlu sesuai dengan tingkatan keparahan penyakit.

Selain itu, lama kondisi itu terjadi juga bisa mempengaruhi pengobatan. Ada beberapa langkah yang biasanya dokter sarankan. Cara pertama yaitu dengan merubah pola hidup.

Meski bukan cara pengobatan yang tepat, namun hal ini bisa mengurangi refluks yang terjadi. Penderita bisa menghindari makanan dan minuman yang memicu penyakit timbul.

Selain itu, dengan konsumsi obat-obatan juga bisa mengatasinya. Sebab, dokter akan memberikan obat seperti antasida proton pumb inhibitor (PPI), H2 receptor blocker, dan prokinetik. Bahkan jika kondisinya sudah semakin parah, ada juga tindakan yang perlu penderita lakukan yaitu operasi.

Ada beberapa jenis operasi penyakit refluks gastroesofagus yang bisa penderita lakukan. Namun, hal ini dapat penderita lakukan setelah melakukan perbaikan dengan terapi obat. (R11/HR-Online)

Editor : Eva Latifah